
Pertandingan pun di mulai,juri yang sudah memberi isyarat agar pertandingan segera di mulai.
Ciu yin langsung menyerang pria kurus itu dengan jurus pedang menari di atas bukit,jurus yang sangat terkenal dari perguruan Kun lun pai.
Pria kurus itu pun menangkis serangan dari Ciu yin gerakan Ciu yin yang sangat indah seperti orang yang sedang menari dan serangan yang sangat mematikan membuat pria kurus itu harus berhati hati lagi kalau tidak dengan mudah di kalahkan oleh Ciu yin.
Sudah beberapa jurus mereka gunakan untuk saling menyerang hingga keringat mulai keluar dari tubuh mereka.
Ciu yin yang masih menggunakan jurus pedang menari di atas bukit tahap ke 20 membuat pria kurus itu mulai terdesak.
Jurus yang di gunakan Ciu yin semakin lama semakin cepat membuat pria kurus itu hanya bisa bertahan menangkis pedang Ciu yin.
hingga gerakan Ciu yin sedikit mengecoh membuat pria kurus itu terkejut dan akhirnya bergulingan di arena untuk menghindari pedang dari Ciu yin.
Saat pria itu bangkit,sebuah tendangan tepat mengarah ke hulu hatinya membuat dia terlempar hingga keluar arena.
Seorang juri mengakat bendera kemenangan pada Ciu yin yang di sambut tepuk tangan meriah oleh penonton dan peserta sayembara.
Pria kurus yg tak terima kalah dari seorang gadis dia meludah dan langsung pergi dari tempat itu dengan wajah sedikit memerah menahan malu.
__ADS_1
Ciu yin memberi hormat pada penonton dan kaisar Liu Li hok beserta staf stafnya dan kembali ke kursinya.
dia di sambut oleh teman teman seperguruan karena telah lolos ke babak selanjutnya.
Lalu juri memanggil peserta lainya yang berasal dari Siaw Lim Pai melawan sekte netral dari sekte kuda terbang.
Seorang hwesio muda dengan tasbih besar yang di kalungkan di lehernya dia bernama Ang Ju Tek,seorang murid dari perguruan Siaw Lim Pai yg cukup jenius yang mampu mengalahkan para seniornya dan menjadi perwakilan generasi muda mengikuti sayembara ini.
Sementara lawanya Jung sin
dari sekte kuda terbang usianya jauh di atasa Ang Ju Tek.
Ang Ju Tek langsung menyerang Jung sin kedua pendekar muda itu saling tukar serang dengan hati hati untuk mencari kelemahan diri lawan masing masing.
Ang Ju Tek yang mengandalkan Toya harus bertarung menggunakan pedang membuat
jung sin merasa kewalahan.
Ang Ju Tek,yang mengetahui lawan tidak dapat menyerang jarak jauh membuat Ang Ju Tek dengan cerdas menjaga jarak dari Jung sin sehingga Jung sin hanya dapat menghindar dari serangan Ang Ju Tek.
__ADS_1
Apa lagi Jung sin yang harus menahan getaran pedangnya saat beradu senjata dengan Toya milik Ang Ju Tek.
Pertarungan sedikit tidak seimbang Jung sin yang hanya dapat menghindar tanpa bisa menyerang Ang Ju Tek akhirnya pedangnya terlepas akibat benturan kuat dari Ang Ju Tek.
Sebuah sodokan Toya tepat mengenai hulu hatinya sehingga dia terbanting di dalam arena dan tak mampu bangkit kembali.
juri mengumumkan Ang Ju Tek sebagai pemenang dan melaju ke babak berikutnya.
Jung sin yang sudah tak berdaya dan tak mampu bangkit akhirnya di bantu oleh panitia untuk mendapat perobatan.
Ang Ju Tek sebelum kembali memberi hormat dan mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton.
Kembali juri memanggil peserta berikutnya seorang pria misterius yang memakai topeng di wajahnya tubuhnya tinggi besar denga otot otot menghiasi seluruh tubuh pria mesteeius itu.
Dia bernama Jang si UK Tanpa mencantumkan asla usul Jang si UK dari perguruan atau sekte mana.
Lawan Jang si UK berasal dari sekte seribu pedang yang bernama Lang mo.
setelah mereka berhadapan kembali juri memberi syarat agar pertandingan di mulai.
__ADS_1