
Mereka sengaja mengambil meja kosong agak jauh dari jendela,karena mungkin keributan yg terjadi di kota raja akan sampai juga kedesa ini kabarnya.
Setelah hidangan datang,mereka buru buru menyantap hidangan itu dan selesai makan mereka segera membayar dan meninggalkan rumah makan itu.
Saat mereka sedang berjalan untuk mencari penginapan,rombongan pasukan kota raja sedang iring iringan dengan sebuah kereta kuda yang sangat mewah tampak di kawal oleh para rombongan prajurit kota raj.
Di depan kereta kuda tampak,seorang pria gagah dengan pakaian kebesaran sebagai jendral dari pasukan kerajaan.
dengan senyum menghiasi bibirnya kepada penduduk yg melihat dari pinggir jalan.
Para penduduk sangat hormat kepada iring iringan keluarga jendral yg tak lain adalah jendral sein ji dan keluarganya yg ada di dalam kereta kuda.
Jendral sein ji,yg setiap tahun datang ke desa pencing untuk berjiarah ke makam mertuanya Cong pin yg juga ayah angkat dari sin Liong pendekar naga langit.
Mereka juga selalu membagi bagikan hadiah kepada para penduduk desa pencing saat mereka lagi berkunjung kedesa pencing yg membuat penduduk desa pencing sangat segan pada mereka.
Jendral sein ji dan keluarganya baru saja berjiarah kemakam mertuanya dan akan kembali lagi ke kota raja.
Miao Tan dan Yong Wei serta kedua anaknya juga harus menepi dari jalan dan berdiri sambil memberi hormat.
Saat rombongan jendral sein ji melintasi Miao Tan dan keluarganya terjadi kecelakaan kecil.
Miao LAN berlari ke tengah jalan dan menghadang rombongan keluarga jendral sein ji.
Miao Tan dan Yong Wei sangat terkejut karena anaknya yg baru berusia 9 tahun berlari ke tengah jalan dan menghadang prajurit.
" LAN er jangan..."
Miao Tan berteriak tapi sudah terlambat.
__ADS_1
Rombongan berkuda itu terkejut dan berhenti membuat sedikit kegaduhan.
" Anak kecil,minggirlah dari jalan.."
seorang prajurit membentak Miao LAN.
" Tidak paman,sebelum kakek dan paman saya di bebaskan teriak Miao LAN."
Jendral sein ji pun turun dari kudanya,dan mendekati Miao LAN.
tetapi Miao Tan sudah menarik anaknya dari jalan.
" LAN er apa yg kamu lakukan sambil melotot kepada Miao LAN."
" maaf ayah,mereka telah menangkap kakek dan paman ayah."
" maaf kenakalan anak saya jendral,dan telah mengganggu perjalanan jendral."
Miao Tan,sudah mendengar kebesaran nama jendral sein ji walau baru pertama kali melihatnya.
" bolehkah saya bertanya kepada gadis kecil itu tuan?" karena jendral sein ji merasa penasaran dengan teriakan anak itu.
Miao Tan sedikit bingung,karena takut anaknya akan di hukum oleh jendral sein ji.
jendral sein ji lalu mendekati Miao LAN.
" gadis kecil apa yg terjadi?"
Miao LAN lalu melihat ayahnya yg wajahnya memancarkan kecemasan.
__ADS_1
" tuan maaf,tolong lepaskanlah kakek dan paman."
" lepaskan?" sambil menaikan alisnya.
kami tidak pernah menangkap kakek dan pamanmu gadis kecil.
" kakek dan paman di tangkap sewaktu kami di kota raja tuan?" lalu Miao LAN menceritakan kejadian yg di alami di kota raja.
" Hem..tuan apa yg dikatakan anakmu ini benar?"
jendral sein ji bertanya pada Miao Tan penuh selidik.
Miao Tan hanya bisa mengangguk penuh kecemasan.
" baiklah sekarang kalian ikut kami ke kota raja,saya akan menegaskan pada para prajurit yg berlaku sewenang wenang pada masyarakat kecil."
jendral sein ji,mengajak Miao Tan dan istri serta anaknya ikut rombongan mereka ke kota raja.
Yong Wei dan kedua anaknya,duduk bersama Cong li di kereta kuda.
apa lagi,Cong Li mempunyai anak lelaki seusia Miao LAN dan Miao Lin yg bernama sein Bu.
kini sein Bu mempunyai teman di perjalanan pulang ke kota raja.
suasana di dalam kereta kuda menjadi ramai apa lagi ketiga anak itu cepat akrabnya dan mereka bercerita pengalaman masing masing.
Yong Wei dan Cong Li hanya bisa tersenyum melihat ketiga anak ini bercerita tentang pengalaman mereka masing masing.
Miao Tan yg tak memiliki kuda,harus berboncengan dengan seorang prajurit dan kini mereka kembali kekota raja.
__ADS_1