
Para pendekar yang di undang oleh pangeran Liu Xiang juga merasa segan dengan Parode jetto.karena walaupun Parode jotte hidup sangat jauh dari negri Han tetapi ketenaran parode Jotte sudah sangat lama terdengar di negri Han.
" Selamat datang tuan Jotte.."pangeran Liu Xiang sangat menghormati pertapa dari gunung sahara ini.
" Hem..siapa pembunuh murid saya?
bisakah anda memberi tau dimana orang yang telah membunuh murid saya tuan?"
" Sabar tuan,murid anda juga putra saya.
kita harus menunggu saat yang tepat untuk membunuh pendekar itu."
" Hem..terlalu lama,saya tidak bisa terlalu lama di negri kalian."
" maaf tuan,saat dia ini dia sedang di berada di dalam istana dan di jaga oleh ribuan prajurit dan orang orang yang berilmu tinggi."
" Saya tidak perduli dengan mereka,saya hanya ingin mengejar pembunuh muridku.
dimana letak istana yang anda maksud tuan."
" tuan apakah anda serius?untuk pergi ke istana?"
Parode Jotte memandang pangeran Liu xiang dengan tatapan yang sangat dingin membuat pangeran Liu Xiang bergidik ngeri.
" Apakah raut wajah saya menunjukan kalau saya sedang bercanda?"
kali ini nada bicara Parode jotte agak meninggi membuat pangeran Liu Xiang agak ciut nyalinya.
" Baiklah tuan Jotte,kalau tuan Jotte memaksa untuk ke istana segera.
tuan jotte bisa pergi kearah Utara."
Pangeran Xiang sangat menyayangkan keputusan Parode jotte yang terburu buru untuk pergi keistana untuk mencari pendekar pulau es yang telah membunuh muridnya.
" Terima kasih tuan."lalu Parode jotte terdiam menatap langit mulutnya komat Kamit seperti membaca mantra tak lama kemudian tubuh parode jetto melayang keudara dan akhirnya menghilang meluncur dengan cepat kearah Utara menuju istana kerajaan.
__ADS_1
Pangeran Liu Xiang dan para pendekar yang menyaksikan Parode jotte dengan cara yang sangat aneh dan di luar batas nalar mereka terbang meninggalkan kediaman pangeran Liu Xiang menuju kota raja.
Parode jetto dengan bantuan jin taklukannya terbang bagaikan burung menuju istana untuk mencari pendekar pulau es atau cia tong lay.
**
Sudah hampir dua Minggu CIA TONG Lay berada di istana,tubuhnya telah kembali segar kembali Karen setiap hari mengkonsumsi obat dari tabib Lin membuat tubuhnya kembali segar bugar.
Hari ini dia ingin meninggalkan istana,karena sudah lama cia tong lay tinggal di istana
Cia Tong Lay sangat rindu dengan alam bebas dimana tidak ada aturan kebangsawanan yang seperti kehidupan di istana.
Semakin lama Cia tong Lay tinggal di istana,semakin merasa sangat bosan dengan aturan aturan yang berlaku di istana.
Saat dia hendak pergi menghadap kaisar tabib Lin datang keruangan Cia tong lay yang sedang berkemas kemas untuk segera meninggalkan istana.
" Tuan muda,bagaimana keadaanmu sekarang ?apakah tuan muda ingin pergi?"
" benar tabib Lin,saya sudah rindu dengan alam bebas di mana saya bebas berbuat sesuka hati saya tabib Lin."
" beberapa hari?
untuk apa saya harus menunggu beberapa hari lagi tabib Lin?"
Tabib Lin tersenyum,sebenarnya tabib Lin berat hatinya berpisah dengan Cia tong lay.
karena cia tong lay sudah dianggap anak kandungnya sendiri.
Tabib Lin tidak dapat pergi dari istana,karena dia terlanjur menerima tawaran dari kaisar menjadi tabib istana dan sebagai sesepuh penasehat menggantikan kedudukan Kasim mung.
" baiklah tabib Lin,saya akan menunda beberapa hari lagi untuk meninggalkan istana."
Tabib Lin sangat senang sekali,ingin rasanya dia memeluk cia tong lay tetapi tidak dapat di lakukan.
Pengacau..
__ADS_1
Serang...
Teriakan para prajurit yang menjaga istana bersahutan,dan terompet tanda bahaya membuat para prajurit segera berkumpul.
Ratusan prajurit mengepung seorang kakek tua dengan pakaian yang sedikit aneh.
karena pakaian kakek tua itu sepertinya bukan dari negri Han.
Puluhan prajurit tewas dan berterbangan seperti daun kering dan jatuh ketanah denga nyawa sudah melayang.
Mundur..
seorang komandan prajurit yang mengepung kakek tua itu memerintahkan anggotanya untuk mundur.
karena dia tidak mau prajurinya harus kehilangan nyawa saat menyerang kakek tua itu.
" lepaskan anak panah.."
Ratusan anak panah langsung mengarah kepada kakek tua itu.
tetapi tak satupun anak panah dapat menembus tubuh kakek tua itu.
Sebelum ratusan anak panah itu menyentuh tubuh kakek tua itu,anak panah itu jatuh ketanah dengan sendirinya.
kakek tua itu adalah Parode Jotte,dengan bantuan jin taklukannya prode jotte terbang seperti kilat dan tak membutuhkan waktu yang lama dia telah sampai di istana.
Saat prajurit yang berusaha menghentikannya
masuk ke dalam istana Parode Jotte tanpa ampun langsung menendang prajurit itu hingga terlempar jauh dan nyawanya tak terselamatkan lagi.
Ratusan prajurit mengepung parode jotee lengkap dengan senjata tombak mereka.
" minggirlah kalian,atau nyawa kalian akan melayang."parode jotte mengancam para prajurit dengan tatapan dingin.
" Mundurlah.."
__ADS_1
Jedral Sein Ji langsung memerintahkan prajuritnya untuk mundur.