
Muan Yo yang baru saja sadar perlahan membuka matanya,saat pertama kali dia melihat Kasim mung memandang dirinya dengan perasaan khawatir.
" Kasim mung,dimanakah aku saat ini?"
" Hem..kamu sudah sadar murid Yo.."
walaupun kepalanya sedikit pusing akibat luka dalamnya yang baru saja sembuh,wuan Yo terpana saat Kasim mung mengatakan pada dirinya bukan tuan Muan lagi.
" maaf Kasim mung,saya telah gagal menjalankan tugas."
" lupakanlah Masalah itu murid Yo,kamu sudah berusaha dengan baik tetapi memang kepandaian lawanmu jauh lebih tinggi dari dirimu."
" saya juga merasa terkejut Kasim mung,ternyata jendral jei sangat lihay sekali sehingga saya harus mengakui kehebatan jendral jei."
" benarkah yang melukai kamu jendral jei?
murid Yo?"
" saya sendiri yang bertarung dengan jendral jei,dan merasakan kekuatannya yang sangat luar biasa."
" Hem.. benarkah jendral jei sesakti ini?
kalau memang jendral jei sesakti ini,sangat sulit kita membunuhnya.
saya akan melaporkan ini pada yang Mulya pengeran."
" murid Yo sebaiknya kamu beristirahatlah disini,kalau urusan saya sudah selesai saya akan menjengukmu."
" terima kasih Kasim mung,untuk sementara saya biarlah disini dahulu untuk mengobati luka dalamku ini."
Kasim mung pun meninggalkan Muan Yo dan kembali ke istana.
sementara cia tong lay baru saja sampai di ruang rahasia kaisar dan dia membuka topeng yang berwajah jendral jei.
" kamu sudah kembali pendekar cia?"
__ADS_1
" salam paduka,cia tong lay memberi salam pada kaisar yang sedang berdiskusi dengan jendral jei dan tabib Lin."
" apakah kamu berhasil mengejar orang itu tuan muda?"
cia tong lay menggeleng.
" maaf paduka,saya tidak berhasil mengejar orang itu yang menghilang di kegelapan malam."
" sudahlah pendekar cia tidak usah kamu pikirkan,saya yakin dia tidak akan kembali dan berpikir dua kali untuk membunuh jendral je"i.
" terima kasih pendekar cia,kamu sudah menyelamatkan saya dan mereka akan merubah rencana untuk membunuh saya kembali."
" tuan muda,kami telah menyusun rencana agar kita bertiga menyusup sebagai pengawal setia tuan Ling,karena seorang pengawal yang di tugaskan oleh kaisar telah mencium bahwa di balik Kasim mung dan tuan Ling ada seseorang yang mendalangi penghianatan ini."
" seperti dugaan saya tabib Lin."
" sepertinya kamu telah mengetahui semua ini pendekar cia,tanya jendral jei penuh serius."
" maaf jendral jei,saya hanya menduga saja."
pria itu sangat misterius karena selalu memakai topeng yang menutupi wajahnya dan kecepatan menghilangnya pun sangat luar biasa.
" apakah yang menyelamatkan pendekar bayaran itu adalah pria misterius itu?"
" kemungkinan besar seperti itu."
" kita harus membuat rencana yang lebih matang lagi,jendral jei yang ahli dalam strategi perang paling di andalkan untuk kasus begini."
mereka membahas apa langkah langkah selanjutnya,karena saat ini mereka belum mendapat titik terang untuk menangkap penghianat sebenarnya.
Kasim mung yang baru saja sampai di kediamanya langsung mengganti pakainnya dengan pakaian biasanya.
lalu dia pergi dengan tergesa gesa ke kediaman tuan Ling bo.
kejadian ini harus segera di laporkan pada jujunjungan mereka.
__ADS_1
tuan Ling yang mendengar penjelasan dari Kasim mung hampir saja tidak percaya kalau saja kabar itu tidak langsung keluar dari mulut Kasim mung.
sudah lama dia mengenal jendral jei,dan hanya memiliki ilmu silat biasa saja tidak seperti yang di ceritakan Kasim mung barusan.
sungguh berita ini membuat dirinya sangat terkejut.
kenapa kemarin tidak langsung di bunuh saja jendral jei saat jebakan mereka berhasil di sebuah hotel yang telah mereka bakar.
sungguh penyesalan bagi mereka dan akan menjadi suatu masalah.
untuk melaporkan kejadian ini mereka khwatir akan kena damprat oleh junjungan mereka.
" apa yang harus kita lakukan Kasim mung?
sepertinya rencana kita selalu saja gagal.
untuk membunuh jendral jei.
nasib nona Hong juga kita tidak tau."
" sepertinya untuk sementara ini,kita harus lebih hati hati lagi untuk bergerak sepertinya pergerakan kita telah di ketahui oleh kaisar bodoh itu."
" saya pikir juga begitu Kasim mung,kita harus menyusun rencana lebih matang lagi."
saat mereka lagi khwatir memikirkan rencana apa selanjutnya sebuah bayangan muncul di hadapan mereka.kecepatanyan masuk membuat bulu Roma kedua pejabat istana itu merinding.
" salam yang Mulya."kedua pejabat itu berlutut dan memberi salam pada bayangan hitam itu yang tak lain adalah junjungan mereka.
" berdirilah abdi setiaku..saya sudah tau apa yang kalian khawatirkan."
" terima kasih yang Mulya."
" saya punya rencana,beberapa hari lagi kita akan bergerak terang terangan untuk membunuh kaisar."
bagaikan petir di siang bolong Kasim mung dan tuan Ling terkajut apa yang baru saja di ucapkan oleh junjungan mereka.
__ADS_1