
Saat mereka sedang tertawa terbahak bahak,seorang wanita yang wajahnya sungguh sangat cantik sekali.
di perkirakan wanita ini masih berumur dua puluh tahunan.
Bibir yang merah serta kulit yang putih dan lesung Pipit yang menghiasi kedua pipi wanita ini membuat kecantikan wanita ini menjadi sangat sempurna.
Tetapi jangan sembarang mengganggu wanita ini,karena wanita ini adalah murid dari dua iblis aneh.yang kepandainya sangat tinggi.
" Apakah tuan memanggil saya?"
wanita itu tersenyum membuat tuan Ling bo melotot saat melihat wanita yang baru datang dan ingin menelanjangi wanita itu.
Andai saja wanita itu bukan murid dari dua iblis aneh,mungkin nasib wanita itu akan sangat mengenaskan di tangan Ling bo yang terkenal mata keranjang.
" Nona Hong,seperti yang kita sepakati hari ini kamu akan menjalani misi yang kita rencanakan."
" Tuan Ling,Hong Tien tidak akan melanggar janji walaupun nyawa sebagai taruhanya."
wanita itu walau dengan suara lantang tetapi nada suaranya enak sekali untuk di dengar.
Membuat tuan Ling bo menelan ludah menahan nafsu birahinya.
__ADS_1
" Kasim Mung,bagaimana rencana kamu selanjutnya?"
" Seperti yang tuan Ling katakan,kita akan menjebak jendral tua itu agar masuk perangkap nona Hong dan terserah nona Hong,bagaimana caranya agar jendral tua itu bisa masuk perangkap."
" Lalu bagaimana andai saya gagal tuan."
Kasim Mung dan tuan Ling bo saling berpandangan dan tiba tiba tertawa terbahak bahak membuatnya Hong tien menjadi bingung dengan tingkah kedua orang tua itu.
" Nona Hong,jangan bercanda kami tau kemampuan nona Hong dalam menjalankan misi.kerena siapa yang tak kenal bidadari pencabut nyawa di dalam dunia persilatan?"
" Hem..tuan Ling terlalu membesar besarkan cerita yang beredar."
Kembali tawa pecah,kini mereka bertiga tertawa sambil menyusun rencana di otak mereka masing masing dan nona Hong Tien pun mengundurkan diri untuk bersiap siap mengatur rencana bagaimana menjebak jendral jei long.
" Jendral jei,apa yang ada di benakmu sekarang?"
mengapa kamu sangat murung?
" Maaf paduka,kenapa keadaan istana sekarang menjadi sangat kacau?"
" Jendral jei,seperti yang kita ketahui kita tak dapat berbuat banyak.
__ADS_1
jendral sein dan jendral lainya harus meringkuk di penjara karena fitnah yang mereka berikan.
Tetapi bukti mereka sangat kuat,sehingga saya dengan terpaksa menahan jendral jendral saya.
" Apa yang harus kita lakukan paduka?"
" Jendral jei,sebaiknya kamu berhati hati mereka pasti akan menyerangmu dengan bukti bukti untuk saya agar memenjarakanmu."
" Terima kasih paduka,saya akan berhati hati lagi.mungkin saja mereka sedang merencanakan sesuatu.
" Mungkin jendral jei,kamu yang sudah saya anggap sebagai kakaku sendiri.sayang andai saja putra putraku masih hidup mungkin mahkota ini sudah saya wariskan untuknya.
dan saya lebih senang hidup di pengasingan yang damai tidak dengan hidup dengan kebohongan dan kemunafikan seperti ini."
" Paduka jangan pernah menganggap seperti itu,yang paduka lakukan selama ini sudah sangat benar.hanya hukum yang berlaku inilah yang membuat paduka tidak bisa berkata apa apa.
Paduka bersabarlah,andai saya harus di penjara saya harap paduka tetap semangat untuk menjalankan pemerintahan ini.
kebenaran pasti akan menang."
" Tidak mungkin jendral jei,saya tidak sanggup untuk memenjarakan jendral jei.
__ADS_1
kaisar Liu Li hok turun dari kursinya dan berlutut di depan jendral jei."
" Paduka apa yang kamu lakukan?jendral jei segera mengangkat tubuh kaisar yang berlutut di depanya.