Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
RENCANA PEMBUNUHAN KAISAR


__ADS_3

Perubahan terjadi di sekitar istana,saat mendengar para jendral yang di tuduh berkhianat pada kaisar telah di bebaskan dan menjabat kembali sebagai jendral.


para prajurit yang selama ini berpihak pada Kasim mung dan tuan Ling bo akhirnya mereka sadar dan kembali mendukung kaisar.


Dan membuat tuan Ling dan Kasim mung sangat marah dan malam ini semua itu harus di bayar mahal oleh kaisar


Kasim mung mengundang semua pendekar bayaran mereka untuk membunuh para jendral dan kaisar.


mereka melupakan untuk perang secara terbuka.


Karena pendukung mereka sudah mulai berbalik untuk melawan atau menangkap mereka.


Malam itu beberapa pendekar sudah berkumpul untuk membunuh kaisar dan para jendral.


dua iblis aneh,dan pendekar mabuk muncul di antara para pendekar bayaran.


" malam ini kalian saya undang kemari untuk tugas yang sangat penting buat para pendekar."


" tugas apa itu Kasim mung?mengapa kami di kumpulkan?"


setan mata satu yang paling songong bertanya pada kasim mung dan sambil melirik pada gadis yang berbaju merah yang ada di samping pendekar mabuk.


" sebentar lagi yang Mulya akan datang,dia akan menjelaskan tugas kalian.sebaiknya kita menunggu sebentar."


" kemanakah malaikat berhati iblis Kasim mung,mengapa dia tidak hadir?"


gadis itu sengaja mencari Muan Yo karena sangat gerah saat setan mata satu selalu memandangnya penuh nafsu.


" hahahaha..mengapa kamu mencari malaikat berhati iblis nona,lebih baik ikut saya mari kita bersenang senang."


" lancang mulutmu setan mata satu,apakah kamu sudah bosan untuk melihat lagi?


apakah matamu yang tinggal satu ingin saya butakan lagi."


pendekar mabuk sangat marah,karena gadis itu adalah muridnya.

__ADS_1


" silahkan kalau kamu mampu manusia tukang mabuk."


" hentikan semua itu..apa yang kalian ributkan?"


suara yang di aliri tenaga dalam membuat para pendekar yang hadir bergetar,dan tiba tiba muncul seorang yang mengenakan sebuah topeng yang hanya menutupi kedua matanya.


" salam yang Mulya."


Kasim mung dan tuan Ling memberi hormat dan di ikuti oleh para pendekar bayaran.


" Mengapa kalian ribut dengan teman sendiri?"


pangeran Liu bak sangat marah karena pendekar bayaranya harus ribut.


" maaf yang Mulya,ini hanya salah paham saja."


" baiklah,malam ini saya akan mengajak kalian untuk membunuh para jendral dan kaisar."


apa..pendekar mabuk dan muridnya mundur dua langkah,mereka tidak percaya apa yang di ucapkan oleh pangeran Liu bak.


" Apakah kamu takut pendekar mabuk?"


pangeran Liu bak memandang dengan sangat tajam pada pendekar mabuk.


" takut yang Mulya?


seumur hidup,saya tak mengenal apa itu rasa takut."


suara pendekar mabuk sampai bergetar karena menutupi rasa khawatirnya untuk membunuh sang kaisar.


" Hem..sepertinya kamu sangat ragu pendekar mabuk?


lebih baik kamu pergi dari sini.."


cress...

__ADS_1


sebuah kepala menggelinding di lantai dan darah muncrat kemana mana,pendekar mabuk tewas seketika tanpa jeritan kesakitan sama sekali.


para pendekar termasuk Kasim mung dan tuan Ling menelan ludah saat melihat kepala pendekar mabuk telah mengelinding di lantai.


sungguh membuat nyali mereka sangat ciut karena pendekar mabuk sangat terkenal di dunia persilatan dan salah satu pendekar yang sangat di segani.


tetapi dengan sekali gerakan pangeran Liu bak telah membunuh pendekar mabuk,entah kapan pangeran Liu bak mencabut pedangnya tiba tiba kepala pendekar mabuk telah menggelinding di lantai.


mengetahui gurunya telah tewas,nona berbaju merah itu menjerit dan memeluk tubuhnya.


nona itu memandang pangeran Liu bak dengan rasa kebencian yang sangat mendalam


" kubunuh kau.."


nona itu pun menyerang pangeran Liu bak tetapi belum sempat pukulanya mengenai pangeran Liu bak,jantungnya telah tertusuk oleh pedang pangeran Liu bak.


seketika nona itupun tewas.


para pendekar itu pucat,karena belum tentu mereka dapat melakukan hal yang dilakukan oleh pangeran Liu bak


" apakah masih ada yang ragu?"


pangeran Liu bak bertanya sambil memandang tajam pada mereka.


" kami siap melakukan apa yang Mulya perintahkan."


" Hem..baguslah itu jawaban yang saya inginkan.


sebaiknya kita bergerak sekarang.


tuan Ling,berikan pakaian dan topeng buat mereka."


" siap yang Mulya."


Tuan Ling pun memberikan pakaian dan sebuah topeng kepada masing masing pendekar bayaran.

__ADS_1


__ADS_2