
samar samar cia tong lay melihat dari kejauhan, sepasang kakek dan nenek tua sedang bertarung dengan seorang kakek.
entah apa yg mereka rebutkan tetapi, sepertinya seorng kakek tua itu mulai terdesak akibat di keroyok oleh kakek nenek itu.
hem..cia tong lay hanya bisa menggelengkan kepala, inilah dunia persilatan selalu saja menyuguhkan situasi situasi yg aneh.
cia tong lay, hanya menonton dari balik pepohonan. dia tidak ingin ikut campur.
kecepatan mereka juga sangat luar biasa.
" dasar kakek pikun, walaupun sudah bau tanah ilmumu masih sangat lihai juga."
hahahaha..
" kalian juga kakek nenek bau kecut, seharusnya kalian tidak kelayapan dirumah saja sana."
hahhhhahh..
" kurang ajar, kakek bodoh terimalah jurus ciptaan terbaruku."
kakek yg berbaju kumal itu berjumpalitan menghindari serangan kakek yg berbaju putih.
melihat kakek kumal itu, nenek itu tidak membuang kesempatan diserangnya, kakek itu selagi menghindari serangan kake berbaju putih. sehingga kakek berbaju kumal itu terkejut setengah mati.
diapun menghindari serangan sepasang kakek nenek itu, walau kakek berbaju kumal itu, sudah sangat terdesak tetapi kakek itu masih tertawa terkekeh kekeh, sehingga membuat sepasang kakek nenek itu sangat geram dan mulai kelelahan.
__ADS_1
" sudahlah wei yu, kami menyerah kalah. akhirnya sepasang kakek nenek itu menyerah kalah.
hahahahaha..
" dasar lemah, dari dulu kalian belum pernah menang dariku.."
" hem..andai saja kamu tidak, memakai jubah tanpa warna mungkin tubuhmu sudah hancur kakek bau."
kali ini nenek tua itu, yg bernama mia ting.
dengan mulut cemberut membuang mukanya kearah lain.
" hahaha..
dasar aneh, nenek tua dari dulu perangaimu tidak berubah selalu saja menyalahkan jubah kumal saya."
sambil menunjuk kearah cia tong lay, yg sedang bingung melihat tingkah mereka.
" mati aku, kenapa mereka bisa tau aku disini. jarak mereka cukup jauh."
saat cia tong lay sedang kebingungan, sebuah tongkat meluncur kearahnya, sehingga dia harus menghindari tongkat itu.
cia tong lay pun, melompat dari pohon kepohon lainya. tetapi tongkat itu seperti punya mata.tongkat itu terus mengejar cia tong lay, kemanapun dia menghindar.
hahahaha..
__ADS_1
" lucu lucu, anak itu lucu." wei yu melompat kegirangan melihat cia tong lay bersusah payah menghidari tongkat tian su.
cia tong lay pun, menciptakan balok es untuk membuat tongkat itu berhenti mengejarnya, tetapi dalam sekejap balok es itu hancur di hantam tongkat itu.
tongkat itu terus mengejar cia tong lay yg mulai kelelahan, sehingga dia pun harus mengeluarkan jurus dari pulau es. soan-hong lui-kun(silat sakti badai petir)
tubuhnya menghilang, karena gerakanya terlalu cepat.
sehingga tongkat tian su yg mengejar cia tong lay kehilangan arah kembali kepemiliknya.
ketiga kakek dan nenek itupun terkejut, saat cia tong lay mengeluarkan jurus soan-hong lui-kun.
" hem bukankah itu ilmu dari pulau es?"
" tangkap bocah itu."
nenek tua itu pun mengejar cia tong lay, dan di ikuti kedua kakek itu.
cia tong lay yg berusaha menghindar dari ketiga orang aneh itu sangat terkejut, melihat ketiga orang aneh itu mengejarnya.
" hem mau apa mereka."cia tong lay pun mengerahkan ilmu ginkangnya. sehingga tubuhnya sekejab saja lenyap.
tetapi betapa terkejutnya dia semakin dia mempercepat larinya, sehingga tubuhnya seperti terbang. tetapi ketiga orang aneh itu masih saja semakin memperkecil jarak mereka.
hampir setengah hari mereka saling kejar kejaran dan sudah meninggalkan gunung kun lun begitu jauh.
__ADS_1
akhirnya, cia tong lay menghentikan larinya. karena dia mulai kelelahan.
saat dia berhenti. ketiga orang aneh itu menubruknya. sehingga mereka terjatuh saling tindih satu sama lain.