Pendekar Pulau Es 1

Pendekar Pulau Es 1
BERTEMU MANUSIA BATU


__ADS_3

Sore itu hujan sangat lebat yg membuat perjalanan Sin liong terhambat akibat hujan yg sangat deras.


Sin liong yg kebingungan karena hujan


Sin liong berusaha mencari tempat untuk berteduh,tetapi di tengah hutan dan bebukitan Sin liong tak satupun menemukan rumah untuk dia numpang berteduh.


Akhirnya Sin liong menemukan sebuah gua disebuah bukit yg tertutup oleh rimbunya semak belukar.


Di tengah hujan lebat sin liong memperhatikan gua tersebut lalu dia pun membersihkan semak yg menutup mulut gua.


Hujan lebat yg turun membuat tubuh sin liong telah basah kuyup,sin liong pun masuk kedalam gua itu.


saat dia baru saja melangkahkan kaki kedalam gua,di di kagetkan dengan segerombolan kalelawar yg sepertinya terganggu dengan kehadiran sin liong dan berterbangan di dalam gua.


Akhirnya gerombolan kalelawar itu pun keluar dan menghilang menembus lebatnya hujan.


sin lion pun membersihkan dan mengumpulkan ranting ranting yg berserakan di lantai gua.


hujan yg tak kunjung reda membuat sin liong yg sudah basah kuyup,merasa kedinginan.


diapun bersemedi dan berusaha mengumpulkan hawa murninya


hawa murni yg keluar dari pusarnya perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya memberi kesan hangat dan membuat hawa dingin akibat hujan perlahan menghilang.


lalu sin liong membuka matanya,hujan yg masih deras belum juga berhenti hingga malam tiba hujan belum juga berhenti.


sin liong membuat api unggun dari ranting ranting yg telah ia kumpulkan.


suasana gua pun menjadi terang efek dari api unggun.


sin liong mendekatkan dirinya di api unggun untuk mengeringkan bajunya yg basah.


saat dia sedang melamun dia di kagetkan dengan suara aneh yg keluar dari ujung gua yg gelap.

__ADS_1


sin liong berusaha mencari asal suara itu


sungguh dirinya tak percaya saat melihat sebuah batu besar yg berbentuk seperti layaknya manusia berjalan mendekatinya.


mahkluk apakah itu,yg membuat rasa penasaran di hati sin liong,perlahan manusia batu itu mendekati sin liong.


sebuah batu yg berukuran raksasa hampir dua kali lipat dari tubuh sin liong,denagn mata merah mencorong menatap sin liong seolah dia tidak suka atas kehadiran sin liong di gua itu.


" gaga gu Giga(siapakah kau mausia)"


sin liong yg tidak mengerti bahasa manusia batu itu hanya menatap heran.


ternyata manusia batu itu bisa bersuara walau dia tak mengerti bahasa manusia itu.


" gaga gu giga(siapakah kau manusia)"


kembali manusia batu itu bertanya kepada sin liong tetapi sin liong yg tak mengerti bahasa batu itu hanya diam sambil menggaruk kepalanya.


sin liong merasakan bahaya yg mengancam dirinya berusaha untuk tenang.


manusia itu kembali menggerang kali ini gerangannya luar biasa,dinding dinding gua seolah hampir saja rubuh lantai gua juga bergetar sangat hebat.


membuat sin liong sangat terkejut,sungguh besar tenaga manusia batu itu.


sebuah pukulan mengarah kearah sin liong membuat sin liong mundur beberapa langkah.


sehingga pukulan manusia batu itu luput,tak hanya di situ kini pukulan kedua kembali di lancarkan manusia batu itu,tetapi serangan ini begitu cepat membuat sin liong harus berjumpalitan ke atas udara menghindari serangan manusia batu itu.


Dua kali serangannya luput membuat manusia batu itu menjadi sangat marah,terlihat matanya yg menjadi sangat terang dengan warna kemerah merahan.


" tunggu dulu kenapa kamu menyerangku,dan mahkluk apa sebenarnya dirimu."


sin liong mencoba berbicara naik baik dengan manusia batu itu.

__ADS_1


walau manusia batu itu mengerti bahasa sin liong tetapi dia tidak bisa berbicara dengan bahasa seperti sin liong hingga dia hanya bisa berbicara dengan bahasanya sendiri.


" gega gu giguga gegiga gigi(saya penghuni gua ini silahkan kamu pergi dari sini)"


Sin liong kembali menggaruk kepalanya yg tidak gatal,karena sedikitpun dia tak mengerti bahasa manusia batu itu.


" maaf aku tidak mengerti apa yg kamu inginkan."


" gegiga gigi(kamu pergi dari sini)"


kali ini manusia batu itu berusaha memakai bahasa tubuh sambil menunjuk arah keluar dari dalam gua.


baru sin liong sedikit mengerti,kehadirannya telah mengganggu manusia batu itu dan menyuruhnya untuk segera pergi.


sin liong pun menoleh kearah luar gua,ternyata hujan telah berhenti.


" baiklah manusia batu,kalau kamu tidak mengijinkan saya untuk sementara tinggal di sini menunggu sampai esok pagi,saya akan keluar dari gua ini."


sin liongpun membalikan tubuhnya untuk meninggalkan gua itu.


tetapi saat dia baru saja melangkahkan kaki beberapa langkah sungguh membuat dirinya terkejut.


mustika batu merah,sin liong hampir saja berteriak kegirangan.


mustika batu merah,adalah mustika yg sedang di carinya.


tetapi tabib Lin Qio tidak menyebutkan kalau mustika batu merah itu adalah sepasang bola mata manusia batu ini.


Sin liong berpikir sejenak,apakah benar bola mata manusia batu itu mustika batu merah?


apakah mustika batu merah masih ada selain di kedua mata manusia batu itu.


sin liong mengalami dilema yg begitu dalam

__ADS_1


__ADS_2