
Setelah membayar di kasir sin liong pun mencari Zao yg sedang di pasung di pinggir kota.
sin liong sangat prihatin ketika sampai di pinggir kota melihat seorang yg sedang duduk di sebuah gubuk reyok dengan kedua kaki di pasung.
rambutnya yg panjang yg tak terawat,pakaianya penuh lubang yg sudah tak layak di pakai.
kumis dan janggutnya memenuhi wajahnya yg tak pernah sekalipun di cukur entah sudah berapa tahun.
dia adalah Zao yg selamat ketika menjalani misi dari perguruannya untuk mencari bunga mawar hijau.
sin liong mendekati Zao yg sedang melamun entah apa yg sedang di pikirkan,tatapan matanya kosong memandang lurus ke depan.
saat sin liong mendekati Zao yg sedang melamun seseorang menepuk punggung sin liong dari belakang.
" maaf tuan,mau apa tuan kemari?'
sin liong agak terkejut dan meonoleh ke belakang.
seorang lelaki paruh baya dengan wajah penuh curiga menatap sin liong penuh selidik.
" maaf tuan,saya telah lancang kemari untuk bertemu dengan Zao ."
" Hem..siapa tuan ini,sehingga ingin bertemu Zao?"
" saya kerabat jauh dari Zao,dan saya mendengar Zao sedang hilang ingatan di sini?"
sin liong terpaksa kembali berbohong untuk menghilangkan kecurigaan lelaki paruh baya itu.
" Hem..sudah sepuluh tahun Zao seperti ini,kasian dia.zao adalah orang baik."
__ADS_1
" tuan apa penyebab Zao bisa seperti ini?"
" kami juga tidak pernah mengerti,Zao selalu merasa ketakutan bila dia mengingat sesuatu yg sangat mengerikan."
" sesuatu yg mengerikan?
" begitulah tuan,Zao selalu berteriak berteriak ketakutan seolah ada sesuatu yg ingin melukainya."
" tuan bolehkah saya memeriksanya?"
" silakan tuan."
sin liong pun memeriksa Zao,yg sedang melamun,tetapi saat dia melihat sin liong raut wajah Zao yg semula tenang menjadi brubah seperti ketakutan.
lalu Zao berteriak teriak seolah nyawanya sedang terancam.
" pergi..jangan dekati aku,pergi monster jelek pergi jangan bunuh aku."
" Zao tenanglah,tidak ada yg akan membunuhmu kamu aman Zao."
tetapi Zao seolah merasa terancam,dia selalu berteriak dan mengulang kata katanya yg sama.
pria paruh baya itu mendekati sin liong.
" sudahlah tuan,Zao selalu saja begitu dia akan menjerit dan ketakutan bila melihat orang asing yg berusaha mendekatinya."
sin liong merasa sangat prihatin,sebenarnya apa yg di alami Zao,dan siapa monster jelek yg membuat Zao merasa ketakutan seperti ini.
sin liong menjadi penasaran,tetapi bulan purnama masih dua hari lagi baru muncul.
__ADS_1
akhirnya sin liong memutuskan untuk mencari penginapan karena hari sudah mulai gelap,sin liong juga memberikan sekantung uang perak kepada pria paruh baya itu,untuk biaya Zao agar di beri ruang yg layak.
sin liong juga berpesan untuk memanggil tabib untuk mengobati Zao.
sin liong pun meninggalkan Zao dengan pria paruh baya itu.
sin liong pun pergi ke penginapan dan memesan satu kamar.
malam itu sin liong tidak bisa tidur,dia memiikirkan apa yg telah di alami Zao di bukit kembar.
monster apa yg Zao jumpai sehingga dia menjadi sangat ketakutan seperti itu.
lama sin liong memikirkan itu,sehingga tanpa sadar sin liong pun tertidur sangat pulas.
keesokan harinya,sin liong bangun saat matahari sudah di atas kepala.
Hem sepertinya aku telat bangun batin sin liong,setelah sin liong mandi dan berganti pakaian sin liong memutuskan pergi lebih awal ke bukit kembar.
bukit kembar yg menjulang tinggi,karena dari kota suciang bukit kembar tidak terlalu jauh.
walaupun bukit kembar sangat dekat dengan kota suciang,tetapi tak satupun penduduk kota suciang berani untuk mendaki bukit kembar itu.
sin liong tidak butuh lama sampai di kaki bukit kembar,yg penuh di tumbuhi oleh pepohonan yg sangat besar.
sepertinya hutan di daerah bukit kembar ini sangat jarang di datangi oleh manusia.
sin liong mencoba memasuki hutan di kaki bukit kembar.
sin liong melompat dari pohon satu kepohon yg lain.gerakannya begitu sangat lincah.
__ADS_1
tanpa sepengetahuan sin liong,sepasang mata yg sedang mengawasi gerak gerik sin liong.gerakannya tidak kalah dengan sin liong bahkan kecepatanya melebihi setingkat dari ilmu meringankan tubuh sin liong.
sin liong yg terus bergerak menuju bukit kembar tak sadar dia sedang di awasi oleh sepasang mata di atas bukit kembar.