
Cia tong lay yg masih terbaring lemah hanya bisa tergolek di pembaringan.
walau dengan ramuan obat daribLin Qio yg selalu di konsumsi oleh Cia tong lay tubuhnya belum juga bisa bergerak.
Cia tong lay belum juga bisa menggerakan tubuhnya selama satu bulan ini.selama di tangani Lin Qio dia hanya bisa menggerakan kedua tanganya.
Tubuhnya yg semakin kurus tampak mulai terlihat tua walau ketampanan wajahnya tidak berkurang sedikitpun.
" Tuan muda ini bubur kacang hijau makanlah
mumpung masih hangat."
" Terima kasih tuan,Cia tong lay berusaha menggerakan tubuhnya tetapi usahanya hanya sia sia."
" tuan muda,jangan terlalu memaksa biar saya yg menyuapin tuan muda."
Lin Qio pun membantu Cia tong lay dan menyuapi bubur kacang hijau ke mulut Cia tong lay.
Lin Qio yg sekarang sudah berumur 70 tahun,belum sekalipun Lin Qio menunjukan wajah asli Lin Qio di hadapan cia tong lay.
sebuah topeng yg menggambarkan pria culun menutupi wajah Lin Qio yg asli.
__ADS_1
sudah sebulan Lin Qio menanti kedatangan sin liong untuk membawa obat untuk cia tong lay,selama sebulan ini juga dia selalu mengurusi cia tong lay layaknya seperti anaknya sendiri.
" Tuan Lin,anda sangat baik sekali terhadap saya entah bagaimana saya harus membalas Budi dengan tuan Lin."
" Tuan muda,jangan pernah berpikir seperti itu tuan.
yang saya lakukan tidak sebanding dengan apa yang tuan muda dan guru tuan muda lakukan pada orang banyak."
Saya hanya bisa mengobati orang yg sakit,sementara tuan dan guru tuan muda selama ini selalu memberantas para manusia serakah.
saya sangat beruntung sekali dapat mengobati tuan muda.
" Tuan muda terlalu memuji tentang saya,
karena saya bukan orang baik yang tuan maksud."
" Ingin rasanya saya seperti tuan Ling,yang dapat menyembuhkan orang orang yang membutuhkan tanpa sedikitpun memungut biaya sepeserpun.
Cia tong lay yang selama sebulan tinggal di rumah Lin Qio,sudah melihat banyak para penduduk yang datang kerumahnya untuk sekedar berobat.
tapi tak pernah sekalipun Lin Qio meminta biaya untuk pengobatannya.
__ADS_1
Lin Qio selalu menolak secara halus bila para penduduk Nanking memberikan biaya pengobatannya.
Di kota Nanking Lin Qio sangat di hormati para penduduk selalu saja setiap hari membawa hasil kebun mereka buat tabib Lin Qio.
walau Lin Qio tidak pernah sedikitpun meminta bayaran kepada para penduduk Nanking Tak sekalipun Lin Qio yang sudah bertahun tahun tinggal di kota Nanking merasa kekurangan.
Lin Qio juga selalu membagi bagikan hasil kebun yang di beri para penduduk kota Nanking kepada para penduduk yang kurang mampu.
" Apa yang tuan muda pikirkan,suara tuan Ling membuat lamunan cia tong lay menjadi buyar."
" Saya hanya memikirkan guru saya tuan Ling,apakah guru telah berhasil mendapatkan obat itu atau tidak."
cia tong lay terpaksa harus berbohong.
" Tuan muda jangan terlalu khawatir,tuan Sin atau pendekar naga langit pasti berhasil mendapatkan obat itu."
" semoga Guru berhasil mendapatkan obat itu tuan Ling."
Saat mereka sedang asik bercerita sebuah bayangan muncul di hadapan mereka yg membuat wajah mereka berubah Tanpa sadar cia tong lay dan Lin Qio berseru hampir bersamaan.
bayangan hitam itu yang sangat mereka kenal.
__ADS_1