Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
25-PPT


__ADS_3

Kali ini Argian bangun lebih dulu. Dia merasakan sebuah beban di dadanya. Ia menunduk untuk melihat wajah Nari. Entah kenapa seulas senyum terbit di bibirnya.


Argian merubah posisinya menjadi serong, agar semakin leluasa menatap Nari yang masih tertidur. Dia menyingkap anak rambut nakal yang menghalangi wajah wanita itu.


"Mas," guman Nari pelan. Mata sudah terbuka sempurna.


"Hem," balas Argian singkat, yang berubah dingin kembali.


"Jam berapa mas?" tanya Nari.


"Lihat jam dinding! Kalau kamu tanya saya mana saya tahu," ujar Argian dingin, dengan cepat beranjak dari tempat tidur mengambil handuk serta pakaiannya di dalam lemari dan masuk ke kamar mandi.


Nari pun memakai semua pakaian kembali dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi. Baru kali ini rasanya dia bangun jam segini, mungkin karna semalam ia tidur jam 1 lewat. Dia ingin keluar, pergi ke dapur tetapi dirinya belum mandi. Terpaksa ia menunda untuk pergi ke bawah.


Dua puluh lima menit sudah Argian berada di kamar mandi dan Nari telah duduk manis menunggun untuk bergantian masuk ke kamar mandi.


Nari mandi dengan cepat dari yang biasanya. Dan sesuai katanya dia selesai dalam 15 menit. Karna dia ingin cepat ke dapur, membuat sarapan pagi. Ia keluar dari dalam kamar mandi dan melihat sekeliling kamarnya kosong tak ada suaminya.


Secepatnya Nari memakai pakaiannya, melihat penampilan di cermin. Setelah itu keluar dari dalam kamar menuju ke bawah.


"Sini sayang duduk," ujar oma Ayu.


"Maaf ya oma, aku bangunnya kesiangan," ucap Nari, melirik ke arah kursi meja makan tak ada suaminya.


"Ga pa-pa sayang, oma ngerti kamu pasti capek," balas oma Ayu.


Nari ingin bertanya pada oma Ayu, dimana keberadaan suaminya. Tapi ragu, karna masa dia seorang istri tak tahu keberadaan suami sendiri. Ia merasa serba salah kalau begini, sebenarnya juga oma Ayu tidak mungkin mengatakan seperti yang ada dalam pikirannya.


"Kamu pasti lagi nyarian Argian kan? Argian tadi saya liat berada di ruang olahraga," bukan oma Ayu yang bersuara, tetapi sang asissten kepercayaan oma Ayu yang berbicara, siapa lagi kalau bukan Rachel.


"Eum, makasih kak Rachel udah ngasi tahu," kata Nari.


"Yasudah lebih baik, kamu makan dulu... Nanti setelah makan kamu bawain jus alpukat buat Argi ke ruang olahraga," tutur oma Ayu.


"Mas Argi suka buah Alpukat oma?" tanya Nari penasaran, karna memang dirinya tak tahu apa saja yang disukai oleh suaminya.


"Iya sayang, Argi sangat suka dengan buahan itu. Apa di rumah Bramantio tidak ada yang memberitahu apa saja yang disukai Argian selain Alpukat?" ujar oma Ayu bertanya, walaupun ia sudah mengetahui bahwa dirumah 'Bramantio' memang tak ada yang menyukai cucu menantunya ini. Tapi oma Ayu tak membiarkannya, dia selalu mengawasi setiap aktivitas cucu menantunya itu. Bahkan ia tahu Nari yang di perlakukan oleh menantunya Felly dan cucunya Argea. Dan Argian yang berhubungan kembali dengan mantannya. Semua sudah diketahuinya.


Pertanya oma Ayu, membuat Nari menggeleng. Karna memang benarkan tidak ada yang memberitahunya.


"Nanti oma beritahu apa saya kesukaan Argi dan tidak disukainya," ucap oma Ayu.


"Eum, iya oma," jawab Nari. Ketiga orang itupun melanjutkan sarapan pagi mereka dengan nikmat.


.

__ADS_1


Nari berjalan menuju ruang khusus olahraga dengan membawa jus alpukat. Sampat depan pintu ruangan itu, ia merasa ragu untuk membukanya. Tetapi tak mungkin juga ia hanya berdiam saja, berdiri di depan pintu hanya menatap saja. Tanpa menggerakan tangan untuk membuka engsel.


Dengan keberanian yang dimilikinya, perlahan tangannya bergerak membuka pintu tersebut.


Ceklek...


Nampaklah disana Argian tengah berolahraga treadmill dan berhenti, dilanjutkan dengan mengangkat beban. Sedangkan Nari hanya berdiri diam sambil melamun di depan pintu yang sudah dibukanya dan terus menatap Argian. Sampai suara Argian membuat lamunan buyar.


"Masuklah, jangan berdiri di depan pintu," seru Argian.


"Ehh, iya mas... Maaf kalau aku ganggu, a-ku cuman mau ngasih jus alpukat ini buat kamu. Kata oma kamu suka banget sama jus alpukat," ujar Nari berkata hati-hati, gugup menghinggapinya.


"Bawalah kesini, kebetulan saya sangat haus," Nari melangkah mendekati Argian dan memberika gelas yang berisi jus alpukat pada Argian.


Argian langsung meminumnya, hingga habis tanpa menyisakan sedikitpun. Nari yang melihat Argian meminum jus buatan, merasa senang.


"Ini, sudah saya habiskan..." Argian mengembalikan gelas kosong pada Nari.


"Eum, apa mas mau aku buatin sesuatu?" tanya Nari.


"Tidak usah, karna hari ini saya ingin makan diluar saja. Jam 12 kita keluar, kamu juga akan ikut, jadi bersiaplah. Jangan lupa pakai pakaian hangat..." Argian mengingatkannya.


"Baik mas, apa pakaian mas mau aku siapin?"


"Ya, terserah kamu," jawab Argian singkat, Nari segera menuju ke kamar untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya dan dirinya.


.


Oma Ayu yang melihat Argian dan Nari, mengintrupsinya...


"Kalian berdua mau kemana? Rapi banget," oma Ayu bertanya dengan memberikan senyumannya.


"Ini kita mau makan di luar oma," jawab Argian.


"Oma mau ikut, kalau mau kita tunggu," imbuh Nari.


Oma Ayu menggeleng. "Nggak sayang, oma dirumah aja. Lagian oma males jalan, musim salju begini," ucapnya, memang bernar di Jerman sedang musim salju, jadi cuaca begitu dingin diluar sana.


"Yaudah, kalau gitu kita pamit pergi dulu ya oma," kata Nari. Mereka pun keluar bersama, lalu masuk ke mobil.


"'Ke restoran Indonesia," perintah Argian.


"Baik tuan..."


Hanya ada keheningan di dalam mobil, sampai ditengah perjalanan Argian bersuara.

__ADS_1


"Bisakah kamu berbicara sama oma, agar kita bisa pulang besok... Perusahaan sedang butuh saya, kalau kamu tak menginginkan perusahaan Bramantio menajadi bangkrut," jelas Argian.


"Mengapa harus aku yang ngomong sama oma mas, kenapa ngga kamu aja," ujar Nari.


"Saya bisa saja bicara sama oma, masalahnya oma tidak akan percaya dan tak mau mendengar jika saya yang bicara... Karna oma hanya akan mendengarkan kamu saja, jadi maka dari itu tolong bicara sama oma. Semua keputusan ada di tangan kamu, jika kamu ingin perusahaan Bramantio bangkrut berarti kita akan tetap berada disini, jika kamu ingin menyelamatkannya maka bicaralah sama oma dan kita pulang besok," ujar Argian panjang lebar berbicara seperti biasa dengan nada dinginnya.


Nari mangut-mangut, ia tak mungkin membiarkan perusahaan keluarga Bramantio bangkrut hanya karena dia.


"Baiklah mas, aku akan bicara sama oma."


"Terima kasih, karna mau bicara dengan oma. Memilih menyelamatkan perusahaan kita," untuk pertama kalinya Argian berterima kasih pada Nari.


"Maaf mengintrupsi tuan, kita sudah sampai direstorannya," ujar sang supir yang mengantarkan mereka.


Setelah pintu di bukakan mereka berdua segera turun. Argian memasuk restoran tersebut dengan tangannya merangkul pinggang Nari. Dan yang rangkul tampak tak kaget lagi, karna ia tahu bahwa yang dilkukan Argian hanya sandiwara.


"Silahkan masuk tuan, nona..." sambut pelayan restoran dengan ramahnya.


Argian dan Nari segera duduk ditempat yang sudah diarahkan oleh pelayan tersebut. Lalu pelayan itupun memberikan buku menunya.


"Ini buku menunya tuan, nona.. Silahkan dipesan," pelayan itu masih berdiri menunggu keduanya menyebutkan pesanan mereka.


Argian dan Nari menyebutkan pesanan mereka, setelah barulah pelayan tersebut bergegas membawa catatan tersebut ke bagian dapur.


Tak berselang lama, pelayan tadi kembali membawa pesanan keduanya. Mereka berdua pun menikmati makanan bersama-sama.


Selesai makan, Argian mengajak Nari pergi ke wisata Jerman sebelum besok mereka sudah kembali ke Indonesia.


Argian mengajak Nari pergi ke Brandenburg Gate adalah gerbang kota yang menjadi monumen sekaligus landmark dan ikon paling terkenal dari negara Jerman. Gerbang bergaya neo klasik ini dibangun oleh raja Prussia Frederick William II pada tahun 1791 sebagai lambang perdamaian.


Tempat wisata di jerman Brandenburg Gate terletak di sebelah barat alun-alun Pariser Platz, Persimpangan Unter Den Linden dan Ebertstrabe. Ketika melewati gerbang ini, pengunjung akan melihat jalan lebar yang di samping kiri kanan ditanam pohon linden. Dengan mengikuti jalan setapak ini, pengunjung bisa langsung menuju ke Berlin City Palace.


Tempat wisata di jerman, Brandenburg Gate tidak hanya terkenal karena arsitekturnya yang klasik saja. Terdapat cukup banyak nilai sejarah yang ada di Brandenburg Gate.


Sepanjang jalan-jalan Argian menjelaskan sedikit sejarah yang ia tahu dari Brandenburg Gate pada Nari. Sampai tak terasa hari mulai gelap, Argian menelpon supir yang mengantar mereka tadi, agar menjemput kembali.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2