Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
63. Kabar kepulangan mendadak


__ADS_3

Nari menanti kepulangan suaminya dengan cemas. Kandungan Nari telah berusia lima bulan lebih. Ponsel Argian yang tak bisa dihubungi membuat Nari semakin khawatir dan berpikir macam-macam.


Jujur saja Nari tidak marah jika Argian mencintai perempuan yang pernah dibawa suaminya kesini. Hanya saja ia takut suaminya melakukan sesuatu di luar batas wajar. Nari mengerti, dia adalah istri yang tak dianggap suaminya. Tapi mau bagaimanapun dia tetaplah status lebih jelas daripada perempuan tersebut. Ia hanya melindungi kehormatan keluarganya agar tidak ada satupun orang bisa menjatuhkan harga diri dan martabat keluarganya.


Bunyi handle pintu yang diputar membuat Nari reflek berdiri, melihat suaminya berjalan sempoyong Nari pun menghampiri. Sampai di dekat Argian, seketika Nari menutup hidungnya saat tercium bau alkohol yang menyengat dari badan suaminya di sertai bau rokok.


"Astagfirullah mas, kamu mabuk?"


"Hustt! Diamlah dan minggir. Saya mau lewat." Argian mendorong tubuh Nari agar bergeser.


"Mas tunggu!" seru Nari berjalan mendahului Argian agar bisa menghalanginya.


"Minggir!" seru Argian tapi Nari keras kepala dan tetap menghalangi.


"Mas kamu kenapa malah menjadi seperti ini. Siapa yang mengajak mu minum alkohol dan merokok, sebelumnya aku tidak pernah mencium bau rokok dan terakhir kali kamu mabuk saat kamu menyentuhku," ucap Nari.


Argian malah tertawa mendengar kalimat yang diucapkan Nari.


"Omong kosong apalagi yang kamu maksud, perlu saya ingatkan. Saya sama sekali tak pernah menyentuh mu saat mabuk, saya melakukan dalam kesadaran saat kita berada di Jerman, dan apa tadi kamu menyebut wanita yang aku cintai perempuan itu. Heh! kekasih ku punya nama, namanya adalah Ginara wanita yang aku cintai, aku merasa lebih bahagia bersama Gina ketimbang bersama wanita seperti mu," cemooh Argian, walaupun mabuk tapi ia masih punya kesadaran. Mungkin karena Ginara sering mengajaknya kesana jadi membuat Argian terbiasa meminumnya sekarang.


"Tapi mas apakah tidak bisa kalian jangan terlalu sering jalan bersama. Aku hanya takut orang-orang yang mengetahui pernikahan kita, lalu melihat mu jalan bersamanya menganggap mu selingkuh dan melaporkan pada media. Akhirnya media tahu akan perselingkuhan mu dan marga Bramantio rusak. Aku hanya ingin melindungi kehormatan keluarga mu mas," jelas Nari panjang lebar.


"Sudah cukup! kau terlalu banyak bicara sekarang, lebih baik kaj minggir saya mau lewat," ujar Argian marah.


"Minggir! Kau tuli hah!" bentak Argian, membuat Nari terkejut dan menggeser tubuhnya memberi jalan.


Argian akhirnya melangkah menaiki tangga dengan berpegangan pada pagarnya. Semantara Nari masih terpaku di tempatnya, telapak tangan mengelua perutnya.

__ADS_1


"Gapapa ya nak, bunda yakin ayah mu akan sadar suatu saat nanti. Sayang sekali saat ayah mu sadar nanti dan mengakui mu sebagai anaknya, mungkin bunda tidak bersama lagi dengan ayah mu," lirih Nari bicara dengan anak dalam perutnya.



Setelah sholat subuh, Nari tak kembali tidur, melainkan langsung berkutat ke dapur membuatkan sarapan pagi untuk suaminya sebelum membersihkan rumah dan halaman belakang.


Usai menyiapkan sarapan di meja makan, Nari lantas menlanjutkan mencuci peralatan masak yang digunakan olehnya. Saat mau menyapu halaman belakang, hujan deras turun mengguyur di pagi ini, membuat Nari mengurungkan niatnya dan memilih bersantai menonton tv sambil memakam cemilan yang dibikinnya sendirian.


"Kau tidak berangkat kerja?" tanya seseorang yang baru saja menuruni tangga.


Nari lantas menengok kebelakang melihat suaminya berpakaian lengkap, menggunakan setelan kantor.


"Aku libur mas hari ini," jawab Nari santai dan dibalas Argian hanya ber'oh'ria saja.


Argian menlanjutkan berjalan menuju meja makan dan memakan sarapan pagi yang telah disiapkan Nari. Ponsel Argian yang berdering di meja makan, Argian lantas mengangkat telpon dari papa Farhan.


"Gian berkemas cepat dan datang ke rumah sekarang. Oma mu akan pulang ke Indonesia, malam ini pesawatnya akan sampai," beritahu papa Farhan.


"Hah, mengapa mendadak sekali pa?" tanya Argian.


"Papa juga cukup terkejut mendapat kabar dari Rachel barusan saja mengirimkan pesan ke papa," ucap papa Farhan di seberang sana.


"Baiklah pa, aku dan Nari akan segera berkemas," kata Argian.


"Papa tunggu."


Setelah sambungan telpon di matikan, Argian secepatnya menyelesaikan sarapan paginya dan bergegas menghampiri Nari di ruang tengah.

__ADS_1


"Kemasi pakaian mu sekarang, kita akan menginap di rumah papa," perintah Argian tanpa membertahu penjelasannya.


"Memang ada apa pa mas?" tanya Nari menatap Argian dengan santainya.


"Oma akan pulang ke Indonesia dan pesawatnya akan tiba di Jakarta malam ini juga," jelas Argian.


"APA! Kenapa mendadak sekali?" seru Nari bertanya dengan wajah terkejut, tapi sebenarnya dalam hati terdalamnya ia sangat senang mengetahui kabar ini.


"Sudahlah, simpan saja pertanyaan mu itu. Lebih baik kamu bersiap saja, aku akan mengantar mu ke rumah sebelum ke kantor," ujar Argian menyuruh Nari segera berkemas..


Nari menuruti dan beranjak dari duduk santainya, langsung mengemasi pakaiannya. Pergi menuju kediaman Bramantio.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2