Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
29-PPT


__ADS_3

Argian menyetir mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemennya untuk menenangkan diri. Sesampai di apartemen ia memasukan passwordnya, lalu melepaskan sepatu dan merebahkan diri di ranjang dengan melipat kedua lengannya ke belakang. Sesekali memejamkan matanya lalu membukanya kembali. Mencoba untuk mengingat kembali, tetapi tetap tak bisa.


“Tidak, tidak mungkin itu anakku,” Argian menyangkalnya.


“Aku ingat betul, menyentuhnya tiga hari yang lalu,” ujarnya, yang hanya mengingat itu saja. Tidak bisa mengingat kejadian tiga minggu yang lalu, seperti dikatakan oleh Nari.


Handphone Argian yang berada di nakas berdering, segera saja lelaki itu mengambil ponselnya dan melihat nama orang yang menelpon. Munculah nama ‘Ginara💕’ segera saja ia mengangkatnya.


“Hallo sayang, ada apa?”


“Sayang kamu bisa jemput aku ngga? Ban mobil aku bocor,”


“Kamu dimana? Biar aku jemput,”


“Aku lagi dekat jalan xxx,”


“Yasudah tunggu disana, aku berangkat sekarang,”


“Makasih sayang, muahh!”


“Iya sayang,”

__ADS_1


Tuttt...


Panggilan telpon berakhir, Argian beranjak dari ranjang dan melangkah keluar dari apartemen untuk segera menjemput Ginara. Ia sangat khawatir dengan kekasihnya itu.


.


.


Di kediaman Bramantio, Nari sedang sibuk berada di dapur menyiapkan makan malam untuk orang rumah. Tetapi ia tidak sendiri di dapur ada bi Sri dan Nelly. Mereka bersama-sama memasak menu makan malam.


Farhan, Felly dan Gea sudah duduk di meja makan. Hidangan makanan malam pun sudah di sajikan. Ketika Nari ingin duduk suara Farhan mengintrupsinya.


“Dimana Argi?” Tanya Farhan menatap Nari.


“Pasti tidak akan di balas lah, orang kak Argi males berada di rumah. Apalagi liat istrinya yah, you know lah,” cibir Argea melirik kakak iparnya.


Nari hanya diam saja di katakan seperti itu, mana mungkin ia bisa melawannya. Karena semua orang disini tidak akan ada yang membela, terkecuali ada oma Ayu.


“Assalamualaikum,” ucap Argian yang tiba-tiba datang.


“Waalaikumsalam, dari mana saja kamu Argi?” Tanya papa Farhan setelah membalas salam dari putranya.

__ADS_1


“Aku habis jalan sama Gina pah,” jawab Argian sekenanya, tanpa melihat wajah papa Farhan menahan amarahnya karena sedang berada di meja makan.


“Argi papa minta kamu jangan lagi jalan dengan Gina. Ingatlah kamu sekarang bukan lagi lelaki lajang yang bebas menggandeng wanita situ sini. Kamu pria beristri dan jaga nama baik keluarga kita,” tegas papa Farhan.


“Iya mama setuju sama papa, lagian kamu kenapa masih berhubungan dengan wanita itu. Ingatlah Argi dia yang sudah meninggalkan kamu bertahun-tahun tanpa alasan, dan sekarang tiba-tiba ia kembali. Apa kamu tidak menaruh kecurigaan terhadapa wanita itu,” papar mama Felly, ia sangat tidak menyukai wanita bernama Ginara itu, yang pernah menjadi kekasih putranya dulu.


“Pah, mah, aku masih mencintai Ginara. Aku tidak bisa meninggalkannya, dia juga sudah menjelaskan tentang kepergiannya dulu, aku memaafkannya,” jelas Argian, lalu pergi begitu saja menuju lantai atas.


Nari sedari tadi diam pun, berdiri dari duduknya.


“Pah, mah, biar aku kejar mas Argi,” ujarnya, melangkah pergi mengejar suaminya. Setelah mendapatkan persetujuan dari papa mertuannya.


Sepinggal Nari, mereka bertiga melanjutkan makan malam yang tertunda akibat obrolan yang membahas wanita benama Ginara yang sepertinya kembali menjalin hubungan dengan Argian.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2