
"Kalau begitu saya pamit pulang. Apa kamu tidak papa sendirian di rumah sakit tanpa ditemani?" ujar Azka bertanya sebelum keluar.
"Tidak papa tuan..." jawabnya.
"Baiklah saya tenang kalau begitu. Oh iya besok saya antarkan kamu pulang ke rumah mu," tukas Azka.
"Tak usah repot-repot tuan. Saya besok bisa minta jemput suami saya. Jadi tuan tidak usah datang kesini," kata Nari.
"Hemm, tapi jika saya mau datang besok apakah boleh? Eung, maksud saya datang kesini bersama bunda," ujar Azka.
Nari mengangguk sebagai jawaban. Azka lalu pamit pulang, melangkah keluar ruangan. Tinggal Nari di dalam kamar rawat menatap langit-langit dinding kamar, karena matanya yang enggan terpejam.
...****************...
Selama semalaman harus menginap di rumah sakit, hari ini Nari di perbolehkan pulang. Saat ini Nari sedang menunggu dokter Riana yang akan datang ke kamar rawatnya melakukan pemeriksaan sebelum ia pulang.
"Pagi bumil," sapa dokter Riana.
"Pagi juga dokter," balas Nari menyapa balik.
Dokter Riana memeriksa Nari sambil mengajak bumi mengobrol tentang keadaannya sekarang.
"Bagaimana keadaan mu sekarang? Masih muntah-muntah yang berlebihan," ujar dokter Riana mempertanyakannya.
__ADS_1
"Alhamdulillah agak mendingan dok, sempat tadi subuh muntah-muntah. Tapi cuman sekali saja," kata Nari menjelaskannya.
"Dari hasil pemeriksaan kamu sudah membaik, tapi kembali saya mengingatkan untuk datang satu bulan sekali selama masa kehamilan menginjak enam bulan dan vitaminnya jangan lupa dimakan.. Sama susu hamilnya jangan lupa juga diminum, paling penting ibu hamil tak boleh banyak pikiran apalagi sampai mengalami stres...."
Nari mangut-mangut tersenyum pada dokter Riana yang telah selesai melakukan pemeriksaan dan keluar dari ruang rawat Nari.
Beberapa menit kemudian setelah dokter Riana keluar. Pintu kamar rawatnya dibuka oleh orang yang berada di luar.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Nak Nari sudah mau pulang?" Tanya bunda Aisyah yang datang bersama Azka.
"Iya buu... Bu aku izin enggak masuk untuk beberapa hari ke depan apakah boleh?" tanya Nari menatap bunda Aisyah..
"Ekhem! Suami kamu dimana Nari?" Tanya Azka penasaran, sedari tadi hanya diam saja. Mata juga mengitari sekitar ruangan tapi tak menemukan orang yang dikenalnya sebagai suami Nari.
"Mas Argi ada urusan penting ke luar kota, jadi gak bisa jemput aku," jawab Nari dengan tersenyum menyamarkan kesedihan dan kebohongan.
Bunda Aisyah merasa kasihan dengan Nari. Ia tak menyangka suami wanit hamil itu lebih memetingkan pekerjaan dari pada istrinya.
"Keluarganya apa bisa datang menjemputmu nak?" Nari menggeleng.
__ADS_1
"Mertua ku sedang dalam perjalanan bisnis buu.. Kalau adik iparku lagi sekolah," ujarnya mengatakan kebohongan lagi dan beberapa kali sudah ia mengatakan kebohongan untuk sekian kalinya tidak terhitung.
Azka tahu wanita berada di samping bundanya berbohong dan ia memang sengaja datang pagi-pagi ke rumah sakit. Pria itu sudah memprediksi bahwa suami dari wanita hamil itu tidak akan datang menjemput.
"Gimana kamu biar saya dan bunda antarkan pulang ke rumah mu," tawar Azka.
"Jangan menolak nak, ini demi kebaikan mu. Biar kamu bisa cepat istirahat di rumah," kata bunda Aisyah mendahului berbicara sebelum Nari menolak tawaran putranya.
"Eum, tapi aku sudah banyak merepotkan ibu dan tuan Azka," ungkap Nari merasa tidak enak terus-terusan merepotkan kedua orang yang berbaik hati menolongnya.
"Bunda dan Azka tak pernah merasa di repotkan.. Ayo bunda dan Azka akan mengantar mu." Bunda Aisyah merangkul Nari berjalan keluar kamar rawat.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“