
Nari melihat kearah pintu, saat mendengar pintu kamar rawatnya di buka olen seseorang yang berada diluar.
"Mas Argi-..."
Perkataan Nari terhenti ketika melihat wajah orang yang masuk kamar rawatnya bukanlah suaminya melainkan pria yang pernah melamarnya terlalu cepat tanpa mengenal maupun bertanya padanya. Pria itu adalah tuan Azka anak dari bunda Aisyah bossnya.
Wajah Nari awalnya bahagia karena mengira orang yang masuk adalah suaminya, berubah malu dan murung. Tetapi sebisa mungkin ia tutupi dengan bersikap biasa.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Maaf jika saya mengganggu mu, kedatangan saya kesini ingin menjemput bunda." Azka mengarahkan mata ke sekeliling ruangan mencari keberadaan bunda, tapi tak menemukannya juga.
"Eum tuan sebenarnya bunda Aisyah sudah pulang sore tadi," kata Nari memberitahukan pada Azka.
Azka hanya mangut-mangut, "Ouh ya apa kamu sudah makan malam." tanyanya menggaruk kepala yang tak gatal, entah mengapa tiba-tiba saja kepikiran menanyakannya.
Nari menggelengkan kepala...
"Mengapa belum makan? Ini sudah mau setengah 9," ujar Azka bertanya lembut.
__ADS_1
"Tidak papa, lagi gak selera makan saja tuan," sahut Nari.
"Saya paham, kamu pasti menginginkan sesuatu. Katakan kau sedang ingin makanan apa, biar saya belikan diluar," tukas Azka menawari dan meminta wanita hamil yang tengah bersandar di tempat tidur rumah sakit menyebutkan makanan yang diinginkan.
"Terimakasih tuan atas tawaran anda, tapi benaran saya lagi tidak menginginkan makanan apapun," tolak Nari.
Nari terpaksa berbohong, karena tidak mau merepotkan Azka kembali. Padahal saat ini ia benaran sangat menginginkan bakso.
"Nari walaupun kamu tidak berselera makan, tetapi setidaknya pikirkan anak dalam kandungan mu butuh nutrisi yang cukup. Jadi katakan makanan yang ingin kamu makan." Azka sedikit memaksanya.
'Yang dikatakan tuan Azka benar, anak dalam kandungan ku butuh asupan. Aku tidak boleh egois hanya memikirkan keinginan yang mungkin tak akan pernah bisa terwujud.' batinnya.
"Nari..." Seru Azka menunggu jawaban wanita hamil tersebut.
Azka tersenyum tipis mendengar makanan yang lagi diinginkan wanita tersebut. "Saya pergi keluar dulu membelikan makanan yang kamu inginkan." pamitnya melangkah keluar dari kamar rawat.
Andaikan saja ia mengenal tuan Azka sebelum menikah dengan mas Argian. Ia pasti ingin mengenal lebih jauh lagi pria tersebut. Sayang sekali takdir tidak mempertemukan mereka duluan. Ia juga harus menerima menjadi pengantin pengganti untuk temannya yang memilih kabur saat acara pernikahan berlangsung. Tetapi biarpun awalnya ia merasa sakit hati ditipu oleh temannya sendiri dengan mengirimkam surat undangan. Bukan sebagai tamu undangan melainkan mempelai wanita.
Setengah jam kemudian Azka baru sampai dirumah sakit, membawa bakso dan buah-buahan.
"Ini makanlah baksonya.." Azka menyerahkan bakso yamg sudah dituang kedalam mangkuk pada Nari.
__ADS_1
"Terimakasih tuan! Maaf juga sudah merepotkan," kata Nari menerima bakso tersebut dengan perasaan senang. Ia juga tak perlu takut anaknya nanti akan ileran, karena mengidamnya terpenuhi sekarang.
"Saya tidak merasa direpotkan, jangan sungkan minta bantuan pada saya. Anggap saja sekarang saya teman mu," ucap Azka menatap Nari meminta persetujuan.
"Bolehkah kita berteman? Saya berjanji akan menjaga batasan dengan mu," ulang Azka bertanya.
"Boleh," jawab Nari, tidak mungkinkan ia mengatakan tidak. Apalagi pria itu sudah sangat baik padanya dan pria itu juga mengatakan akan menjaga batasannya.
Azka begitu senang mendengarnya. Lalu pria itu memperhatikan Nari yang sedang memakan bakso yang dibelikannya dengan lahap.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“