Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
31-PPT


__ADS_3

Setelah puas menangis dalam pelukan Nelly. Nari menghapus air matanya.


“Nar, kamu tahukan. Aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri. Jadi maukah kamu bercerita apa yang terjadi dengan kalian, memang ini bukan hak aku untuk ikut campur. Tapi aku merasa tuan Argian sangat keterlaluan sama kamu, seharusnya dia menghargai kamu sebagai istrinya. Jujur tadi aku juga sempat mendengar perkataan tuan Farhan saat di meja makan,” ungkap Nelly.


Nari bingung ingin bercerita, karena ini adalah rumah tangganya. Ia tidak ingin orang lain tahu apa yang terjadi sekarang dalam rumah tangganya. Biarlah dia mengatasinya sendiri untuk saat ini.


“Maaf Nell, aku belum bisa cerita,” ucap Nari.


“Ngga apa-apa Nar, aku tidak memaksa kamu untuk bercerita kok. Karna ini juga bukan ranah aku untuk mengetahui masalah kalian, aku hanya bisa mendoakan agar tuan Argian sadar bahwa yang dilakukannya itu tidak baik,” tutur Nelly tersenyum dan memberikan pelukan kembali untuk Nari.


“Makasih Nelly, kamu dan ibu mu selalu baik denganku.”


“Kamu sudah kami anggap seperti keluarga sendiri Nar. Jadi jika ada apa-apa ceritalah, aku selalu siapa untuk mendengarkannya.”


“Aku punya kabar bahagia,” ucap Nari tersenyum lebar.

__ADS_1


Nelly menatap Nari penasaran, “Kabar bahagia? Katakanlah Nar, kabar apa yang membuat menjadi kembali ceria seperti ini.”


Tatapan Nelly mengarah pada tangan Nari yang berada di perut. Nari memberi kode dengan mengelus perut ratanya.


“Jangan bilang kamu hamil,” tebaknya.


“Ya, kamu benar Nell... sebentar lagi aku bakalan jadi ibu,” katanya penuh kebahagiaan, “Rasanya aku udah ga sabar gendong bayi, tetapi aku belum periksa ke dokter untuk memastikannya. Aku hanya di beritahu mas Argi tadi pagi,” sambungnya.


“Kok bisa tuan tahu?” Tanya Nelly merasa janggal.


Nelly hanya mengangguk-angguk, “Jadi kapan kamu mau memeriksakannya ke dokter, untuk mengetahui kebenarannya.”


“Rencana besok aku mau ke dokter kandungan sama mas Argi,” bohong Nari, sebenarnya ia tidak ada mengatakannya.


“Baguslah, aku ikut senang dengernya. Semoga kamu benaran hamil dan dedeknya sehat di sini,” kata Nelly mendoakannya.

__ADS_1


‘Hoam’ Nari menguap, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Sungguh cepat sekali waktu berjalan, padahal ia belum mengisi perutnya sama sekali. Tetapi matanya sudah mengatuk saja.


“Kamu istirahat ya, kalau butuh apa-apa hubungi aku,” ujar Nelly, di bales anggukan oleh Nari.


Setelah Nelly menghilang dari balik pintu kamarnya. Nari merebahkan dirinya dan memejamkan matanya.


.


Disisi lain, Argian yang berada di ruang kerja. Ia menyandarkan punggung di kursi kerjanya, sebenarnya dia tidak ada mengerjakan sesuatu. Hanya saja otak terus bekerja untuk mengingat kejadiannya, sayang otak tak bisa untuk mengingat sedikit saja memori tentang kejadiannya.


Dia hanya mengingat saat dimana Ginara mengajaknya ke sebuah club, disana Ginara juga menawarkan minuman padanya. Ia sempat menolaknya, tapi karna Ginara yang terus saja membujuknya. Membuatnya tidak bisa menolak dan akhirnya meminumnya. Sampai meminta lagi dan lagi, karna ketagihan.


“Aku sangat yakin sekarang, kalau wanita itu berbohong,” tampiknya tetap tak mempercayainya.


“Sebaiknya aku mencari tahu, siapa lelaki yang dekat dengannya. Setelah aku mendapatkan bukti-buktinya, aku akan segera menceraikannya. Dan menikahi Ginara, mau bagaimanapun wanita yang aku cintai hanya Ginara. Dia hanya wanita yang datang, lalu menjadi pengantin pengganti dan bukan wanita yang aku cintai.” Lalu Argian mulai memejamkan matanya, ia tertidur sambil duduk di kursi kerjanya. Hari yang sudah sangat larut malam, membuatnya mengantuk.

__ADS_1


****


__ADS_2