
Azka dan bunda Aisyah menunggu di depan ruang UGD. Sedangkan dokter di dalam masih melakukan pemeriksaan.
Tak berapa seorang perawat keluar dari ruang UGD. Azka yang sedari tadi tidak tenang dan mondar mandir depan ruang UGD lantas menghalangi salah satu suster.
"Sus gimana keadaannya?" Tanya Azka.
"Sebaiknya bapak menunggu dokter keluar, biar dokter saja yang menjelaskan." jawab suster dan melanjutkan langkah kakinya menuju kamar pasien lainnya.
"Ka sabar nak, bunda yakin Nari pasti baik-baik saja," ujar bunda Aisyah mengamit lengan putranya membawanya duduk di kursi yang tersedia depan ruang UGD.
Pintu UGD terbuka kembali, keluar lah seorang dokter yang memeriksa Nari di dalam. Dokter tersebut berdiri berhadapan dengan Azka dan bunda Aisyan yang berdiri ketika melihat dokter keluar dari dalam ruang UGD.
"Apa anda suami dari pasien di dalam?" Tanya dokter Riana. Dokter kandungan yang biasa memeriksa Nari.
"Ya dok,"
"Bukan dok,"
Dokter Riana menatap kedua orang di depan bergantian, ia bingung jawaban mana yanb benar dan salah.
"Eum begini bapak ikut keruangan saya sekarang biar saya menjelaskan kondisi Nari. Nari juga akan di pindahkan keruang rawat inap, besok baru bisa pulang," kata dokter Riana berjalan duluan menuju ruangannya.
"Bunda temani Nari di ruangannya, biar aku ke ruangan dokter tadi," ujar Azka meminta bundanya menunggu diruang inap Nari saja.
Bunda Aisyah mengangguk, "Bunda tunggu penjelasam tentang jawaban mu tadi."
__ADS_1
"Oke bunda nanti aku jelaskan," sahut Azka melangkah cepat menyusul dokter Riana.
Ruang dr. Riana
Ketika membuka pintu dokter Riana terkejut melihat suami duduk di kursi kebesarannya.
"Mas Dika bisakah menunggu diluar sebentar, aku mau menjelaskan sesuatu pada suami dari pasienku," ucap dokter Riana meminta agar suaminya yang merupakan seorang dokter dirumah sakit tempatnya bekerja.
"Hem, mas tunggu! baru setelah itu kita makan siang bersama," balas dokter Andika bicara tepat ditelinga istrinya dan mencium pipi istrinya di depan Azka yang memalingkan wajah pura-pura tak melihat kemesraan pasutri di hadapannya.
Dokter Riana hanya mengangguk dan diam saja saat suaminya mencium pipinya tidak tahu tempat.
"Mari pak silahkan duduk, saya akan mulai menjelaskam kondisi istri anda." Dokter Riana mempersilahkan suami dari pasiennya agar duduk di kursi yang langsung berhadapan dengannya dan hanya terhalang meja.
Azka lantas duduk dan menunggu penjelasan dokter dihadapannya.
"Baik dok, kalau begitu terimakasih." Ucap Azka.
Setelah itu Azka keluar dan menuju ruang inap Nari. Sebelumnya lelaki itu berjalan ke sebuah apotik yang ada di rumah sakit menebus vitamin yang telah diresepka dan sekalian membayar administrasi.
Sesampainya di ruang rawat Azka membuka pintu dengan pelan. Di sebuah sofa yang memang tersedia dalam ruang rawat terlihat bundanya tengah duduk menunggunya.
"Gimana ka? tadi dokter bilang apa tentang keadaan Nari," kata bunda Aisyah bertanya.
"dokter cuman bilang itu hal biasa yang dialami ibu hamil, bunda.." ucap Azka menjawabnya.
__ADS_1
"Kalau begitu lebih baik kita hubungan suami Nari atau mertuanya ka," usul bunda Aisyah.
"Biar aku saja yang memberitahukan bun, hari ini aku ada meeting dengan perusahaan Bramantio. Jadi untuk semantara bunda yang jagain Nari, tidak masalankan bun?" ujar Azka bertanya pada bundanya.
"Bisa nak, bunda juga mana tega ninggalin Nari sendirian disini tanpa ada orang yang nemani. Toko kue juga ada Maya sama Marsa yang menjaganya," ucap bunda Aisyah.
Azka sengaja ingin memberitahu langsung ke Argian selaku Ceo perusahaan Bramantio rekan bisnisnya. Azka ingin mengetahui reaksi Argian saat tahu Nari masuk rumah sakit. Azka begitu heran mengapa Argian memperbolehkan Nari bekerja sedangkan wanita itu tengah hamil. Salahkah jika dia mengurusi hubungan kedua pasutri tersebut? Dia hanya ingin membuktikam bahwa kecurigaannya salah dalam menilai perlakuan Argian pada Nari. Tetapi jika semuanya benar dia pastikan akan merebut Nari dari pria tidak bertanggung jawab seperti Argian.
"Syukurlah kalau bunda tak masalah," kata Azka tersenyum dan memberikan vitamin yang telah ditebusnya.
"Bun aku berangkat ke kantor, jika ada apa-apa hubungi saja aku.." pesan Azka mencium tangan bundanya dan pamit. Melangkan keluar setelah mengucapkan salam.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasihđź’“