Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
62. Kabar bahagia


__ADS_3

"Kakak cantik aku merindukan mu, mengapa kakak jarang ke panti? Apa suami kakak melarangnya?"


Fahira memang gadis yang manis dan pintar. Ia sangat mengerti tentang keadaan yang terjadi. Gadis itu akan bertanya tentang yang di mengertinya.


"Ssttt... Gadis manis, kakak juga sangat merindukam mu, untuk sekarang kakak belum bisa menjawabnya," ujar Nari menjelaskan pada Fahira.


"Mengapa tidak bisa kak?" Fahira bertanya lagi.


"Karena kita harus menyelesaikan pesta ulang tahun mu dulu, nanti barulah kau bertanya sepuasnya dan kakak pasti akan menjawab semua pertanyaan mu itu," tutur Nari.


"Yang di katakan kakak Nari benar sayang, ayo sekarang kita bernyanyi untuk meniup lilin dan memotong kue," sambung Denara ikut angkat bicara menjelaskan.


Fahira tersenyum dan mengangguk setuju. Semua orang pun mulai bernyanyi ceria, Nari tak menyadari jika sedari tadi Azka memandang kearahnya terus bahkan diam-diam Azka merekam video ultah saat ini.


"Sini kakak bantu memotong kue nya," ujar Nari.


"Bentar kak," ucap Fahira membuat semua orang melihatnya.


"Fahira kapan kamu akan memotong kuenya? aku sudah tak sabar memakam kue ulang tahun." Salah satu anak panti laki-laki mulai bertanya tidak sabaran menunggu.


"Sabarlah mbul," kata Fahira memanggil teman embul, karena anak laki-laki itu gendut.


"Om ganteng boleh minta tolong." Fahira berbicara pada Azka yang berada di samping bunda Aisyah dan berjarak beberapa meter saja dari Fahira.


"Boleh cantik," jawab Azka singkat.


"Om video aku potong kue ya," kata Fahira.


"Siap cantik, om akan merekamnya," ucap Azka.


Fahira memotong kue di bantu oleh Nari dan Azka merekamnya.Azka merekam sampai Fahira bergantian menyuapi satu dari mereka semua agar kebagian. Dan terakhir Fahira berjalan kearah Azka, gadis kecil itu menyodorkan sendok berisi kue ke mulut Azka.


"Terimakasih om baik telah membawa kakak cantik ku datang kesini, dan terimakasih juga telah mau memvideo ulang tahun ku," kata Fahira bahagia dengan hari spesialnya dan kehadiran kakak tersayangnya.


"Sama-sama cantik, ingat kamu harus selalu bahagia," ucap Azka memeluk gadis kecil di depannya.

__ADS_1




Setelah tiup lilin dan makan kue, para orang dewasa memilin mengobrol jauh dari anak-anak kecil yang masih menikmati momen pesta ulang tahun.


"Bu Aisyah, aku makasih banget sama Ibu udah izinin buat kue di dapur toko dan beliin banyak hadiah buat adik-adik aku. Makasih banget ya bu," ucap Nari tulus dalam hati.


"Sama sama nak, bunda juga senang kamu ajak kesini dan bertemu anak-anaj panti disini," balas bunda Aisyah.


Semantara Ibu Lida dan Denara hanya tersenyum melihat keakraban Nari dengan bossnya.


"Oh iya dek, suami kamu gak di ajak kesini juga?" tanya Denara tiba-tiba membuat raut wajah Nari berubah murung. Tapi sebentar dan yang melihat itu hanya Azka.


"Eum, mas Argi sibuk di kantor kak. Jadi belum bisa ikut kesini," ucap Nari berbohong, padahal ia sama sekali tidak ada mengajak suaminya. Karena ia telah tahu jawaban suaminya, pasti menolak ajakannya.


"Engga nak, kami mengerti suami mu pekerja keras orangnya," ucap Ibu Lida.


"Kakak tahu suami mu pekerja keras dek, lalu kenapa kamu masih saja bekerja. Seharusnya kamu dirumah saja mengurus keperluan suami mu dan menyiapkan makanannya," sanggah Denara mengucapkan yang tiba-tiba terlintas di otaknya.


"Aku masih ingin bekerja kak, maka dari itu aku meminta izin mas Argi agar membolehkan aku bekerja. Sebenarnya mas Argi sempat tidak menyetujui tapi aku terus saja memaksa, akhirnya mau tidak mau mas Argi menyetujui keinginan ku dengan syarat tidak boleh kecapekan. Kalau lelah maka aku harus istirahat saat itu juga," jelas Nari berbohong lagi.


"Ibu, kakak.. aku punya kabar gembira buat kalian, mungkin kabar ini agak terla,bat aku sampaikan tapi kalian juga berhak tahu kabar bahagia ini."


"Kabar apa nak, jangan membuat kami tegang menunggunya."


"Aku hamil," ucap Nari sambil mengelus perutnya yang baru berusia dua bulan.


"APA? ini benaran kan dek," tanya Denara tak percaya.


Nari tersenyum, "Aku benaran hamil kak, kandungan aku sudah jalan dua bulan lebih."


"Selamat sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi Ibu. Ibu selalu doain kamu sehat dan kandungan juga," ucap Ibu Lida memeluk Nari dan mengelua perut bumil.


"Kakak bahagia banget dengarnya, bentar lagi bakalan punya ponakan," ucap Denara.

__ADS_1


Semantara bunda Aisyah juga ikut merasakan kebahagian mereka, walaupun bunda Aisyah sudah tahu duluan kabar kehamilam Nari. Sedangkan Azka terlihat biasa saja dengan kabar ini, sebenar ia cukup senang melihat binar bahagia di wajah Nari. Itu sudah lebih dari cukup membuat hatinya bergetar.


Satu jam lamanya berada di panti asuhan, akhirnya mereka memutuskan berpamitan untuk pulang.


"Boleh kah nanti saya mampir kesini lagi," ujar bunda Aisyah.


Ibu Lida dan Denara tersenyum mengangguk, "Kapanpun anda mau kesini silahkan saja, datang kesini tidak ada larangan bagi siapapun dan pintu panti asuhan akan selalu terbuka untuk siapa saja," tutur Ibu Lida.


"Terima kasih, sungguh saya senang sekali bisa di terima dengan baik disini," ucap bunda Aisyah.


Azka maju ke depan Ibu Lida dan memberikan amplop, "Mohon di terima ya bu, ini sedikit rezeki untuk anak-anak disini."


"Terimakasih banyak nak Azka, Ibu Aisyah. Kalian sangat baik sekali, semoga allah membalas kebaikan kalian dengan melancarkan rezeki kalian, diberikan kesehatan selalu, aamiin..." Ibu Lida mendoakan keduanya


"Sama sama Ibu," balas Azka.


"Ibu, kakak, aku pamit pulang. Aku juga akan sering datang ke panti," ujar Nari.


"Iya nak, kalian hati-hati dijalan," pesan Lida.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Azka dan bunda Aisyah berserta Nari masuk dalam mobil dan pulang bersama.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2