
Dalam kamar mandi Ginara memang membersihkan diri. Sedangkan Argian menunggu diluar lebih tepat duduk ditepian ranjang.
Ginara keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya bisa menutupi setengah pahanya. Sepasang mata Argian seolah tak ingin berkedip melihat kekasihnya yang barusan saja keluar dari kamar mandi.
"Gian apa kamu punya baju yang bisa ku pakai?"
Pertanyaan Ginara tidak di gubris oleh Argian. Karena lelaki itu masih memandangi Ginara. Mereka memamg sering berciuman, tetapi sedikitpun Argian tidak pernah melewati batasannya untuk tak menyentuh Ginara lebih dari berciuman sebelum mereka benar-benar halal nantinya.
"Cantik dan sangat menggairahkan." Gumam Argian dengan jakun turun naik menelan salivanya.
Mendengar gumaman Argian membuat pipi Ginara seketika memerah. Tapi dengan cepat wanita itu sadar bahwa dengan hanya berhandukan membuat tubuhnya terasa dingin akibat AC ruangan.
"GIAN!!!"
"Astagfirullah." Argian berucap istigfar karena kaget.
Ginara tersenyum mendapati wajah kaget Argian yang lucu, "Kamu sih aku tanya ga di jawab, eh malah ngelamun ngeliatin aku gitu..."
"Memangnya kamu menanyakan apa?"
Ginara berjalan mendekati Argian dengan gaya seksinya, wanita itu memegang bahu kekasihnya menggunaka satu tangan, karena satu tangan lagi menahan handuk di dadanya agar tidak terlepas. Wanita itu menunduk mensejajarkam wajahnya dengan Argian, lalu kepala menoleh ke sebelah kanan dan membisikan sesuatu yang membuat wajah Argian menegang mendengarkan.
"Kalau kamu mau menyentuh diriku lebih dari sekedar berciuman, aku siap. Aku juga menginginkan sentuhan mu," bisik Ginara membuat bulu kuduk Argian merinding.
__ADS_1
Bukan merinding takut, tetapi lebih tepatnya insting kelelakian menegang. Dia pria dewasa yang normal, otaknya seketika menyadarkan dirinya.
Argian lantas berdiri dari duduknya, "Tidak Gina, aku tidak akan menyentuh mu sebelum kita menikah."
"Kapan kamu mau menikahi ku?"
"Setelah aku bercerai dengan Nari, secepar aku akan menikahi mu..."
"Tapi kapan Gian, kamu mau menceraikannya," desak Ginara.
"Tunggu sampai ia melahirkan, aku sudah mengurus segala sesuatunya. Jadi kamu harus bersabar sayang, kita pasti akan menikah," kata Argian bicara sangat lembut pada kekasihnya.
Ginara mengangguk percaya..
"Kan tadi aku udah nanya sama kamu... Ada pakaian yang bisa aku pakai enggak? Akukan gak bawa baju kesini," ujar Ginara menjelaskannya.
"Pakai kaos aku aja mau?"
"Boleh deh, daripada enggak pakai baju sama sekali. Nanti malah kamu jadi pengen," ucap Ginara sedikit bercanda menggoda Argian.
Argian tidak menjawab dan lantas masuk ke dala, walk-in closet miliknya, mengambilkan kaos untuk di pakai Ginara.
"Ini pakailah," ucap Argian.
__ADS_1
Ginara segera masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai kaos yang diberikan Argian padanya. Setelah keluar bergantian Argian yang masuk dan membersihkan diri.
Selama Argian masih di kamar mandi, Ginara memilih keluar dan menuruni tangga pergi kebawah menuju meja makan. Disana terlihat Nari yang menyiapkan makan malam untuk suaminya.
"Tidak usah repot-repot seperti ini, biar saya saja yang menyiapkam makanan untuk Gian." Ginara berkata sinis pada Nari.
Nari yang mendengar suara seseorang, lantas melihat siapa orang yang bicara. Ia tampak kaget melihat kaos yang di pakai wanita didepannya, ia memperhatikan penampilan wanita di depannya, dimana kaos tersebut adalah punya suaminya. Bukan hanya itu tetapi kaos yang dipakai oleh wanita di depannya ini hanya mampu menutupi setengah paha saja.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu, apa ada yang salah dengan pakaian yang saya kenakan ini?"
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasihđź’“