Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
34-PPT


__ADS_3

Ruangan dr. Riana


"'Silahkan duduk dulu, mba Nari," dokter Riana mempersilahkan Nari untuk duduk terlebih dulu.


"Terimakasih dokter," bales Nari.


Dokter Riana pun tersenyum, lalu berkata...


"Selamat mba Nari anda memang sedang mengandung," katanya heboh, entah mengapa melihat wajah Nari yang friendly membuatnya sangat senang dengan perempuan tersebut.


"Beneran dok? Dokter tidak berbohongkan," ujar Nari bertanya, saking senangnya tanpa sadar ia meremas tangan dokter Riana.


Dokter Riana hanya mangut-mangut, "Ehem, mba Nari bisakah anda melepas tangan saya," pintanya sambil menahan sedikit sakit, karena tangan diremas cukup kuat.


"Ehh, yaampun...


Maaf dok, saya benar-benar tidak sadar sudah meremas tangan dokter," kata Nari meminta maaf, karna memang dirinya benar-benar tidak sengaja, berita ini sungguh membuatnya bahagia. Saking bahagia sampai ia tak sadar sudah membuat dokter Riana kesakitan akibat dirinya yang meremas tangan sang dokter.


"Tidak papa mba Nari, saya paham anda terlalu bahagia dengan kabar ini," ucap dokter Riana. Nari hanya mengangguk saja.


"Kalau dilihat umur anda masih sangat muda, saya perkirakan sepertinya anda masih berumur 20 tahun, apa benar?"


"Tidak dok, saya sudah 22 tahun," jawabnya.


"Berarti lebih muda dari saya, ya perbedaannya hanya tiga tahunlah," kata dokter Riana, Nari membalas hanya tersenyum saja.


"Oh ya, saya lupa menanyakan ini. Dimana suami anda? Mengapa anda hanya datang sendirian kesini," pertanyaan dari dokter Riana, seketika membuat raut wajah Nari murung mendengarnya.

__ADS_1


Bagaimana tidak, padahal Argian sendiri yang mengatakan akan mengantar Nari ke rumah sakit. Tetapi nyatanya Nari malah datang sendiri, bahkan Argian tak membalas pesannya sama sekali.


Dokter Riana menyadari raut wajah wanita dihadapannya. Langsung saja berkata, "Maaf pertanyaan saya membuat anda sedih."


Nari menggeleng, "Saya tak apa dok, suami saya sedang sibuk dikantornya. Makanya dia tidak bisa menemani saya kesini," jelasnya.


"Sekali lagi saya ucapkan selamat ya. Ini saya berikan resep vitamin yang harus diminum, nanti silahkan di tebus di apotik," dokter Riana menyerahkan kertas yang yang sudah ia tuliskan resep vitamin.


"Terima kasih dokter," ucap Nari sambil mengulurkan tangan untuk berjabat dengan dokter didepannya.


"Nanti datanglah sebulan lagi kesini untuk memeriksa kandungan," kata dokter Riana.


Nari membalas dengan anggukan, lalu berdiri dari kursinya. Keluar dari ruangan dokter Riana. Karena hari yang sudah sangat sore, ia menyetopkan angkutan umum untuk mengantarkannya ke rumah. Ia harus sampai dirumah tepat waktu, agar bisa memasakan makam malam untuk suaminya dan keluarga.


Melihat perempuan yang diawasinya telah pergi dengan angkutan umum. Pria tersebut segera mengikuti dengan mobilnya, tapi dia harus berhati-hati agar gerak-geriknya tidak membuat perempuan yang diawasinya curiga.


***


Melihat kedatangan Nari, Nelly menghampiri dan ingin menanyakan sesuatu.


"Nari, gimana? Kamu beneran hamil kan," ujar Nelly bertanya dengan nada antusiasnya untuk mengetahui.


Nari mengangguk, menjawab pertanyaan dari Nelly. Ia juga tersenyum...


"Aku senang banget dengernya, dedeknya sehat kan di dalam sini," kata Nelly membawa tangan ke perut Nari untuk merasakannya.


"Alhamdulillah dia sehat nell."

__ADS_1


"Siapa yang sehat," imbuh Bi Sri mendekati kedua perempuan tersebut.


"Ibuk ngageti aja sih.. Ini loh buk Nari lagi hamil," ucap Nelly memberitahu ibunya.


"Beneran nak, kamu hamil?" tanya Bi Sri, Nari kembali memberikan anggukan. "Ibu senang dengernya, semoga sehat dedeknya ya nak."


"Makasih ya buk."


"Oh iya nak, apa tuan Argian, tuan Farhan, nyonya Felly tahu kehamilan kamu nak?" tanya Bi Sri lagi.


Seketika pertanyaan Bi Sri, membuat Nari menggeleng, "Mereka tidak tahu buk, yang tahu hanya mas Argi."


"Kabar bahagia ini harus di beritahukan nak, mungkin dengan kehadiran cucu mereka di rahim kamu. Mereka bisa merubah sikap terhadap mu," tutur Bi Sri.


"Iya buk, akupun berharap begitu," ucapnya.


Setelah asik mengobrol, mereka pun dengan cepat melanjutkan memasak. Karna sebentar lagi orang rumah akan pulang dan semua masakah harus sudah siap.


****


Follow ig|| @antiloversn


Bersambung....


Jangan lupa like, comennt, rate 5, vote+gifts nya.


Terimakasih💕

__ADS_1


__ADS_2