Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
41. Pindah rumah


__ADS_3

Pagi harinya...


Nari sudah bangun sedari tadi, sudah membersihkan dirinya. Sebelum keluar dari kama ia menyiapkan pakaian kantor Argian. Entah dipakai atau tidak yang penting sudah disiapkannya.


Kini Nari sedang sibuk di dapur membuat sarapan pagi. Walaupun dengan menahan rasa nyeri dibagian bawahnya saat digunakan untuk berjalan, sebisa mungkin tidak membuat orang curiga padanya saat melihat cara berjalannya


“Nari kamu ngapain didapur? udah sana kamu mending duduk aja sekarang biar aku sama ibuk lanjutin masak,” ujar Nelly bertanya dan menyuruh Nari untuk menyudah memasak, biar dilanjutkan ia dan ibunya.


“Gak usah Nell, bentar lagi masakan aku matang kok,” kata Nari tetap melanjutkan masakannya.


“Nak yang dikatan Nelly benar, kamu duduk aja. Biar masakannya ibu sama Nelly yang lanjutin. Kamu lagi hamil nak, gak boleh sampai kecapekan...”


Nari mengangguk dan menurut setelah Bi Sri yang bicara. Nelly membawa Nari duduk di meja makan.


“Sekarang kamu disini aja! Aku tinggal ke dapur bantuin ibuk dulu,” pamit Nelly kembali ke dapur melanjutkan masakan Nari.


Nari merasa tak nyaman duduk di meja makan duluan sedang yang lainnya belum ada yang bangun. Perempuan itu memutuskan pergi ke lantai atas untuk mengecek apa suamin sudah bangun atau belum. Walaupun sebenarnya terbesit rasa takut saat mengingat kekasaran Argian tadi malam.


Sesampai di kamar perlahan Nari membuka pintu pelan. Di ranjang terlihat kosong tidak ada orang, lalu terdengar suara gemericik air dalam kamar mandi, berarti suaminya tengah mandi. Nari merapikan tempat tidur yang berantakan.


“Hari ini kita bakal pindah ke rumah yang sudah saya beli, jadi berkemaslah,” suara bariton Argian mengagetkan Nari yang tengah membereskan tempat tidur.

__ADS_1


Nari membalik badan dan menunduk masih belum berani besitatap dengan Argian. Nari membalas dengan mengangguk dan pergi masuk ke walk-in closet mengambil koper, segera mengemas pakaian tidak seberapa miliknya. Melanjutkan mengemas pakaian Argian didalam koper yang berbeda.


Keluar dari walk-in closet ternyata kamar sudah kosong. Argian turun ke bawah tanpa menunggu Nari atau mengajaknya bersama-sama. Tetapi Nari malah bersyukur karna merasa lebih tenang.


“Semoga kepindahan kami ke rumah baru yang dibeli mas Argi adalah awal baru untukku dan mas Argi memulai kehidupan kami.” Harapan Nari begitu besar mendengar suaminya mengatakan membeli rumah dan hari mereka akan pindah.


...****************...


Semua orang telah mengambil duduk di meja makan dengan sarapan yang sudah dihidangkan. Nari duduk di samping Argian.


“Mas mau sarapan apa, biar aku ambilkan?” Tanya Nari bersikap biasa seperti tidak ada masalah diantara mereka.


“Hemm, saya mau roti saja,” jawab Argian.


Nari begitu cekatan mengambilkan roti tawar yang diberi selai coklat kesukaan Argian. Nari sedikit tahu apa yang disukai dan tidak disukai, itu semua Oma Ayu yang sering memberitahunya.


“Pah, mah, Gea... Setelah makan jangan pergi dulu, ada yang mau aku sampaikan,” ujar Argian.


Farhan biasa saja karena sudah tahu apa yang akan putranya sampaikan pada mereka, hanya istri dan putrinya saja yang belum mengetahuinya.


“Memang apa yang mau kamu sampaikan Gian,” kata Felly sangat penasaran.

__ADS_1


“Nanti saja mah, setelah kita selesai sarapan baru aku beritahu,” sahut Argian.


Felly akhirnya pasrah dan harus menunggu sampai mereka menyelesaikan sarapan pagi.


Mereka menikmati sarapan pagi tanpa obrolan. Felly dan Gea hanya menatap sinis pada Nari yang terlihat sok ingin menjadi istri yang baik.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2