
Kehamilan Nari menginjak usia dua bulan atau delapan minggu. Tapi semenjak memasuki usia dua bulan, setiap pagi bumil merasa tidak enak badan dan muntah-muntah menyebabkan badannya lemas. Rasanya semua perkerjaan rumah tidak pernah selesai karena keadaan bumil yang tidak baik.
Pagi ini saja bumil sudah berada dekat closet muntah-muntah.
“Nari, sarapan buat saya mana kok belum ada di meja makan,” teriak Argian baru saja menuruni tangga dengan setelan kantor.
“Sebentar mas... uwek uwek!” Nari kembali muntah-muntah, tangan memegangi kepalanya terasa pusing.
Nari berkumur-kumur, lalu membersihkan sekitaran mulutnya dan mengelap menggunakan tisu. Bumil berjalan dengan berpegangan pada dinding kamar. Ia keluar membuka pintu kamar, pergi kearah dapur menahan rasa sakit badannya dan kepala yang semakin pening.
“Mana sarapan saya, ini sudah jam berapa? Mengapa kau belum memasak juga hah?” Tanya Argian dengan nada tinggi.
“Maaf mas badan aku sakit sekali, bisakah mas membawa ku ke dokter kandungan,” ujar Nari meminta bantuan suaminya.
“Tidak bisa, hari saya ada meeting penting. Kalau mau pergi ke dokter pergilah sendiri jangan merepotkan saya.” Argian berdir dari duduknya.
“Mas mau kemana? Aku mau buatin sarapan dulu ya,” sergah Nari bertanya.
“Saya jadi enggak selera mau sarapan. Buat saja sarapan untuk kau sendiri.” Pungkas Argian melangkah keluar rumah memasuki mobil dan mengemudikan menuju kantor.
“Mas...” seruan Nari tak dihiraukan Argian sama sekali.
Nari menutup mulutnya, perutnya terasa mual. Bumil pun berjalan cepat menuju kamarnya dan masuk ke kamar mandi, muntah kembali. Tetapi hanya cairan saja yang keluar.
Nari memilih berbaring di ranjang mengistirahatkan badannya. Nari mencoba menggapai ponselnya yang berada agak jauh darinya. Ia mengirimkan pesan pada kak Maya.
Kak Maya
__ADS_1
[Assalamu’alaikum kak. Aku mau izin datang telat hari ini, sekitaran jam 9 aku berangkat ke toko kue.]
^^^[Oke, sayang... nanti kakak kasih tau bu Aisyah]^^^
[Makasih kak]
Setelah mengirimkan pesan terakhir Nari menaruh handphone di atas nakas yang dekat dengannya. Bumil pun mencoba memejamkan mata, sambil telapak tangan mengelus perutnya.
...****************...
Sekarang Nari telah berada dalam angkutan umum yang akan mengantar ke toko kue. Sepuluh menit kemudian angkutan umum berhenti depan toko kue milik bunda Aisyah.
Nari turun dan membayar ongkos, lantas segera masuk ke dalam toko.
“Kak sa, kak may. Maafin aku ya akhir-akhir ini suka minta izin telat,” ujar Nari mengucapkan maaf kepada dua teman kerja yang sudah dianggapnya kakak sendiri.
“Jadi kamu jangan takut kalau kami bakalan marah sama kamu. Itu ga akan terjadi sayang, karena kamu pun tau yang disini pasti rewel,” kata Marsa mengelus perut Nari.
Nari tersenyum pada kedua orang didepannya.
“Eum kak, apa bu Aisyah ada diruangannya?” Tanya Nari.
“Bu Aisyah belum datang ke toko dek, kayaknya entar siang baru kesini,” jawab Marsa.
Tiba-tiba handphone Maya berbunyi menandakan ada sebuah pesan whatsapp masuk.
“Daru bu Aisyah,” kata Maya memberitahu, lalu membuka pesan tersebut.
__ADS_1
Bunda Aisyah
[May, seperti bunda ke toko kue agak siangan]
^^^[Baik bu..]^^^
“Apa kata bu Aisyah?” Tanya Marsa.
“Bu Aisyah bilang agak siangan kesininya,” jawab Maya.
“Kak sa, kak may. Aku ke dapur dulu mau buat kue,” kata Nari segera melangkah ke dapur mengerjakan yang menjadi pekerjaan. Walaupun sebenarnya badannya masih terasa tidak enak.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1