Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
37. Mengatakan kehamilan


__ADS_3

Argian merebahkan tubuhnya diatas sofa di ruang kerjanya. Dia menghela nafas panjang, bayangan Nari benar-benar hamil membuat sedikit stres memikirkan wanita yang terpaksa dinikahinya.


Pesan whatsapp dari wanita itupun diabaikan. Padahal dia sudah mengatakan akan menjemput di tempat kerja wanita itu, tetapi entahlah dia enggan untuk menemani ke dokter kandungan memastikannya.


“Semoga saja wanita itu tidak benaran hamil. Karena jika di terbukti hamil akan ada masalah besar dikeluarganya.”


“Aku sendiri merasa tidak pernah menyentuh tiga minggu yang lalu. Aku baru menyentuhnya saat kami berada di Jerman.”


‘Kreek’ suara pintu yang dibuka dari luar mengagetkan Argian yang tengah berperang dengan hati dan pikirannya. Pria itu bangun dari rebahan dan duduk tegak saat mengetahui siapa orang yang masuk ke dalam ruangannya.


“Hei sayang!” Panggil Ginara yang datang langsung duduk kepangkuan kekasihnya. Tanpa merasa risih sedikitpun.


Argian tersenyum dan memeluk pinggang kekasihnya agar tak jatuh dari pangkuannya.


“Sayang kamu sakit ya? Wajah kamu kok berkeringat gini,” ujar Ginara bertanya meminta Argian mengambilkan tisu. Lalu Ginara mengelap keringat yang menetes di wajah Argian.


Argian menggeleng, “Tidak sayang aku hanya sedikit pusing memikirkan masalah kantor akhir-akhir ini banyak sekali kerja sama yang harus aku tangani..” Bohongnya, padahal ia tengah memikirkan Nari dan berharap bahwa wanita itu tidak hamil, agar ia bisa segera menceraikannya dan menikahi Ginara secepatnya.


“Kamu tuh jangan terlalu banyak forsir kerjanya nanti malah sakit. Asissten atau sekretaris kamu kan ada bisa bantuin nangani urusan kantor. Apa gunanya asissten sama sekretaris di kantor kamu, kalau yang kerja banyakan kamu..” Ginara bersungut-sungut memarahi kekasihnya agar jangan terlalu gila dalam bekerja.


“Hemm, iya sayang,” jawab Argian tak ingin membantah perkataan kekasihnya.


“Sayang kita ke mall yuk! Aku pengen beli tas, bolehkan?” Ujar Ginara bertanya mengedipkan mata manjanya.


“Oke, tapi bentar aku beresin kerjaan dulu. Kamu tunggu disini saja...” Argian memindahkan Ginara agar duduk di sofa. Semantara dia membereskan perkerjaan hanya dalam kurung waktu sepuluh menit pekerjaannya selesai.


“Kerjaan kamu udah beres?” Tanya Ginara memastikannya.

__ADS_1


“Udah kok... Ayo!” Ajak Argian.


Kedua pasangan kekasih itu tanpa tahu malu keluar dari kantor bersama. Wajar saja kedua pasangan tersebut berani berjalan bersama karena karyawan kantor hanya mengetahui bahwa Ginara adalah rekan kerja CEO yang menangani proyek perluasan bangunan kantor Bramantio.


Argian menjalankan mobil menuju mall, seperti keinginan kekasihnya.


...****************...


Nari menatap jam dinding telah menunjukkan pukul 19.00. Tetapi Argian belum pulang juga ke mansion. Wanita itu mencemaskan suaminya, apalagi tadi siang pesan whatsapp juga tidak mendapatkan balasan.


Kedua mertua dan adik iparnya sudah berada di meja makan menunggu kedatangan suaminya untuk makan malam bersama.


“Dimana Argian?” Farhan bertanya menatap menantunya.


“Itu pah, mas Argi masih dikantor. Aku udah coba telpon tapi handphonenya gak aktif,” jawab Nari gugup jika ditanya keberadaan suaminya. Karena dia sendiri pun tak mengetahui dimana suaminya. Seharian tak mengabarinya...


Nari hanya diam tak menanggapi cibiran adik iparnya.


“Eum, mah pah.. ada yang mau aku sampaikan ke kalian,” ucap Nari ragu, tapi demi harapan agar kedua mertuanya bisa menerima dirinya. Ia harus berani memberitahukan berita kehamilannya.


“Ada apa, sampaikan saja.. tak usah terlalu berbasa basi,” cetus Felly muak melihat wajah menantu sok polosnya itu.


Sedangakn Farhan memilih diam saja menunggu menantu itu mengatakan yang ingin disampaikan.


“Begini mah pah, sebenarnya aku hamil-“


“Hamil!?Anak siapa yang kamu kandung,” sergah Felly menyela perkataan menantunya, mendengar kata hamil membuat Felly sedikit emosi.

__ADS_1


“Tunggu mah, kita dengarkan dulu yang ingin Nari sampaikan,” ucap Farhan meminta istrinya agar sabar.


“Lanjutkan yang kau sampaikan,” pinta Farhan.


Nari mengangguk, “Aku hamil anak mas Argi, pah mah.. tadi pagi aku kerumah sakit memeriksa kandunganku,” ujarnya. Tapi lebih tepatnya ia memastikan bahwa dirinya benaran hamil atau tidak.


“Jangan mengada-ngada kamu, saya yakin itu pasti anak selingkuhan kamu. Saya tahu Argian tidak pernah menyentuh mu...” Felly menuduh dan tidak mempercayainya sama sekali.


“Tapi mah, ini benaran anak mas Argi. Demi allah aku tidak pernah berhubungan dengan pria lain. Jika itu yang mama pikirkan,” kata Nari membantah tuduhan mama mertuanya yang kelewat batas.


“Cukup! Jangan bahas ini di meja makan. Kita bahas ini nanti setelah Argian pulang. Sebaiknya kita makan malam sekarang,” tegas Farhan menghentikan percakapan mereka.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2