Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
57. Kesempatan


__ADS_3

Ting tong.


Bunyi bel pintu terdengar. Nari yang sudah selesai menyiapkan sarapan di atas meja lantas meninggalkan kegiatannya itu dan berjalan menuju depan.


"Siapa yang bertamu pagi-pagi seperti in," gumamnya.


Saat pintu terbuka, Nari tampak terkejut melihat kehadiran mama mertuanya yang tumben sekali berkunjung ke rumah mereka. Mama mertuanya tak sendirian melainkam bersama dengan adik iparnya.


"Lama sekali buka pintunya," dumel Argea menatap kesal Nari.


"Masuk mah, Gea," ucap Nari mempersilahkan kedua orang tersebut masuk, tidak enak jika bicara di tengah pintu dan di lihat orang yang berlalu lalang sekita rumah mereka.


Mama Felly celingak celinguk tidak mendapati keberadaan putranya yang biasanya pagi sudah bersiap.


"Dimana Gian?" tanya mama Felly.


"Eung, itu mah. M-mas Argi masih tidur sepertinya," jawab Nari gugup, pasalnya di dalam rumah ada perempuan lain yang Nari pun masih belum memgetahui nama perempuan tersebut.


Ketika mama Felly dan Argea ingin menaiki tangga, Nari mencoba menghalanginya.


"Minggir!" seru Argea membentak Nari.


"Eem, begini mah Gea.. Biar aku saja yang membangunkan mas Argi," ujar Nari berkata cepat.


"Tidak perlu..." ujar mama Felly dan mendorong Nari ke samping agar mereka bisa menaiki tangga menuju lantai atas.


Nari sangat beruntung tidak terjatuh terduduk, karena masih bisa menjaga keseimbangannya.


"Rasain, makanya jangan coba menghalangi.. tau sendiri akibatnya," cibir Argea, lalu mengikuti mama Felly dari belakang.


Nari hanya bisa mengelus dada atas perlakuan mama mertua dan adik iparnya. Nari memilih untuk tidak mengikuti mereka ke lantai atas, ia masih belum diperbolehkan naik turun tangga. Daripada mengambil resiko akan terjadi apa-apa dengan kandungannya, lebih baik dirinya menunggu dibawah saja.


Semantara di lantai atas mama Felly dan Argea berjalan ke salah satu ruangan yang di yakini adalah kamar Argian. Tentu saja mereka tidak mengetahui yang mana kamar Argian, mereka saja baru pertama kali berkunjung ke rumah ini. Di lantai atas hanya ada dua pintu ruangan, pastinya salah satu adalah ruang kerja.


Mama Felly membuka knop pintu tanpa mengetuknya lagi. Saat pintu telah terbuka lebar. Mata mama Felly membulat melihat dua orang berbeda jenis kelamin tengah berpelukan di atas ranjang.

__ADS_1


"GIAN! Apa yang kalian lakukan?" teriak mama Felly membuat tidur keduanya terganggu dan membuka mata mereka.


Argian mengucek matanya untuk melihat orang yang berteriak di kamarnya pagi-pagi seperti ini. Sangat menganggu tidur nyenyaknya..


Mama Felly membuka selimut untuk memastikanya, setelah melihat keduanya masih berpakaian lengkap ia mengelus dadanya. Mama Felly berkacak pinggang menatap tajam perempuan yang ternyata adalah mantan putranya.


"Ini kak Gina ya?" tanya Argea memastikan perempuan yang disamping kakaknya.


Ginara masih mengumpulkan nyawanya, jadi wanita itu hanya bisa menganggukkan kepalanya. Argea lantas memeluk Ginara senang melihat perempuan yang dicintai sang kakak kembali.


"Kakak Gea kangen, kakak kemana saja? Gea kangen belanja bareng sama kak Gina," kata Argea sambil mengingat masa-masa mereka dulu, dimana Argian sering mengajak Argea ketika ingin bertemu Ginara yang menjadikan keduanya sangat akrab, bahkan sampai sekarang ini.


Berbanding terbalik dengan mama Felly yang malah menatap Ginara penuh kebencian.


"Iya kakak juga kangen kamu adik cantik," bales Ginara tersenyum mengatakannya.


Pandangan Ginara beralih menatap perempuam yang diketahuinya adalah mama dari kekasihnya. Ginara tersenyum menatap lalu mencoba menyapanya.


"Halo tante apa kabar? Gina senang bisa bertemu tante yang makin cantik," sapa Ginara dan memuji kecantikan mama dari kekasihnya.


"Tidak usah sok akrab sama saya, ngapain kamu berada di rumah putra saya? Apalagi sampai tidur seranjang, apa urat malu sudah putus hah!" Hardik mama Felly bicara keras dengan pandangan menjijikan menatap Ginara.


"Lalu mengapa perempuan gatel ini berada di rumah mu, apa kamu tidak malu jika warga disini melihat kamu membawa perempuan lain kesini, disaat status masih seorang suami. Jawab mama Gian?" tegas mama Felly.


Argian bangun dari tempat tidurnya, merangkul bahu mamanya dan membawa untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya. Sedangkan Argea yang tak tau permasalahan hanya terdiam saja.


"Mama kenapa ya kak? Padahalkan seharusnya mama senang kak Gina kembali lagi, biar bisa bersama kak Gian. Aku mau kak Gina yang jadi kakak iparku bukan wanita itu," ucap Argea.


Ginara mengusap punggung Argea lalu memberikan senyuman manisnya. Ginara tampak senang mendengar perkataan Argea yang menginginkan dirinya menjadi kakak iparnya.


"Kamu tenang saja, sebentar lagi kakak akan menjadi kakak iparmu," ujar Ginara.


"Wah benaran kak, aku senang banget," ucap Argea memeluk kembali Ginara karena terlalu bahagia.


"Mama lihat Gea begitu senang saat bersama Gina. Bahkan Gea sangat menginginkan Gina menjadi kakak iparnya. Apa mama masih membenci Gina karena meninggalkan aku dan membuatku pernah terpuruk?" tutur Argian bertanya pada mamanya.

__ADS_1


Mama Felly mengangguk, "Mama sangat membencinya, dia wanita jahat yang meninggalkan anak mama sampai terpuruk. Mama masih belum terima dia karena perbuatannya." katanya jujur.


"Apa yang membuat mama belum bisa memaafkan Gina? Aku saja yang tersakiti bisa memaafkannya mah, aku mohon mama merestui aku kembali bersama Gina. Karena dia perempuan yang aku cintai, hanya bersama Gina membuatku bahagia mah," ungkap Argian.


Mama Felly tak tega melihat putranya sampai tersakiti kembali oleh wanita yang sama untuk kedua kalia. Mama Felly begitu takut kejadian dulu terulang kembali, dimana putranya hampir mau bunuh diri akibat ditinggalkam perempuan tersebut.


"Mah aku mohon, berilah kesempatan kedua untuk Gina. Maafkan dia mah," ucap Argian.


"Tante!" Tiba-tiba Ginara menghadap pada mama Felly dengan menunduk.


"Tante maafkan Gina yang telah membuat Gian terpuruk saat itu. Gina terpaksa harus pergi ke luar negeri untuk malanjutkan kuliah disana agar bisa menjadi wanita yang berpendidikan dan bisa bersanding dengan Gian. Tanpa harus minder, Gina benar-benar minta maaf telah menyakiti Gian. Gina kembali agar bisa bersama Gian tante."


Ginara menceritakan tentang kepergian sambil berlutut dan memegang tangan mama Felly. Ia juga menangis menceritakannya.


Mama Felly masih belum mempercayai Ginara. Tapi saat melihat kesungguhan wanita yang berlutut ini, membuat hatinya seketika tergetar mendengarnya.


"Saya beri kamu kesempatan, tapi jika kamu kembali menyakiti putra saya. Lihat saja pembalasan apa yang akan kamu terima nanti," kata mama Felly.


"Makasih tante, Gina janji tidak akan meninggalkan Gian dan menyakitinya," ucap Ginara tersenyum menatap Argian dan Argea bergantian.


"Satu lagi, kalian jangan terlalu memperlihatkan hubungan kalian diluaran sana. Saya tak mau sampai nama Argian menjadi jelek jika orang diluaran sana mengetahui status kalian," pesan mama Felly.


"Baik ma." "Baik tan." sahut keduanya serempak.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“


__ADS_2