Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
61. Happy Birthday Fahira


__ADS_3

"Azka!" seru Bunda Aisyah.


Sentuhan tangan seseorang di bahu kanan mengejutkannya, membuat Azka menoleh ke belakang mendapati wajah bunda seketika Azka salah tingkah. Azka takut ketahuan bundanya jika sedang memandangi Nari.


"Ehh, bunda," ucap Azka.


"Kamu ngapain ke toko kue bunda, tumben sekali.. Bunda gaada bilang loh mau minta jemput, barusan sekali bunda chat kamu bilang pulang agak telat."


"Bunda sibuk ya?"


"Engga, bunda gak sibuk. Cuma bunda mau ikut Nari ke panti asuhan, ada yang ulang tahun hari ini."


"Biar aku antar ya bun, aku juga udah gaada kerjaan lagi di kantor." Azka menawarkan ingin mengantar.


"Boleh, tapi nanti kita di jalan kita berhenti sebentar di toko mainan. Bunda udah pesan beberapa main dan kado buat yang lagi berulang tahun," kata Bunda Aisyah.


"Siap bun, aku mau istirahat di ruangan bunda bolehkan?"


"Istirahat aja sana, bunda mau melihat Nari."


Bunda Aisyah segera menghampiri Nari yang masih berkutat di dapur. Nari sedang menghias kue ulang tahun. Di dalam ruangan bunda Aisyah, Azka mengelus dadanya beruntung karena bundanya tidak bertanya dan menyadari bahwa ia tengah memperhatikan Nari.


...****************...


Selama perjalanan menuju panti, Nari lebih banyak diam dan melihat keluar jendela memandangi jalanan. Nari memikirkan nasib anak di kandungannya saat ini, tidak diakui suaminya yang malah menuduh dia berselingkuh. Nari tidak masalah jika Argian tak bisa mencintainya asalkan anaknya kelak dapat pengakuan dan disayangi sertai dicintai oleh Argian dan keluarga. Terkadang Nari berpikir bagaimana caranya bisa membuat suami dan kedua mertua serta adik iparnya menerima kehadirannya. Mereka seperti enggan berdekatan dengannya, bahkan sangat membencinya.


Apa sebenarnya salah dia terhadap mereka? Itulah pertanyaan yang selalu bersemayam di benaknya. Pernahkah mereka berpikir bahwa di pernikahan ini, dialah yang menjadi korban pengantin pengganti agar orang tua sahabatnya tidak malu. Awalnya datang sebagai tamu undangan, berakhir terpaksa menjadi mempelai wanita.

__ADS_1


Sungguh dunia ini tidak adil padanya!


'Apa dia sedang banyak masalah, mengapa sedari tadi ku perhatikan wajah lebih banyak murung dan diam. Bahkan matanya terlihat berair, apa dia menangis?'


Semua perkataan itu hanya bisa diucapkan Azka dalam hatinya saja, tak mungkin pria itu berani menanyakannya yang ada membuat bundanya curiga dengan dirinya yang masih mencintai Nari dan sampai sekarang belum bisa melupakan wanita itu.


Mobil Azka berhenti di parkiran sebuah toko mainan, seperti dikatakan bunda akan membeli mainan serta memberikan kado untuk yang berulang tahun.


"Kalian tunggu di mobil saja, bunda tidak lama kok hanya sebentar. Setelah membayar mainan langsung kembali ke mobil."


Nari dan Azka mengangguk. Bunda Aisyah lantas turun dari mobil, melangkah cepat memasuki toko kue. Azka geleng-geleng kepala melihat bundanya berjalan seperti orang yang tengah di kejar.


Azka membuka bagasi mobil, membantu menaruh mainan yang begitu banyak dibeli bundanya.


Beberapa menit saja menempuh perjalanan kembali, akhirnya mereka sampai di sebuah panti asuhan. Nari turun duluan dari mobil dan memeluk Denara yang memang menunggu depan rumah.


"Aku kangen banget sama kakak dan ibu serta adik-adik," ungkap Nari.


"Assalamu'alaikum," salam bunda Aisyah menyadarkan Nari bahwa ia tak datang sendirian melainkan bersama bossnya yang baik hati.


"Waalaikumsalam." Jawab Denara.


"Hampir saja aku melupakan ibu," kata Nari menepuk dahi, terlihat lucu bagi Azka.


"Oh iya kak, kenalin ini bossnya aku di toko kue namanya Ibu Aisyah. Kalau disebelahnya tuan Azka anak ibu Aisyah." Nari memperkenalkan bunda Aisyah dan Azka.


Denara tersenyum dan bersalaman dengan kedua orang yang baru dilihatnya.

__ADS_1


"Ayo silahkan masuk." Denara mempersilahkan mereka masuk.


"Sebentar kak, apa semua adik-adik sudah bersiap di dalam?" tanya Nari.


"Mereka tengah menunggu mu, kakak sudah memberitahu mereka tentang kamu yang akan datang," ujar Denara.


Nari membuka kotak kue dan mengambil korek dalam tasnya. Lalu memghidupkan lilin kecil yang sudah di tancapkan di kue spesial. Setelah itu barulah mereka masuk dengan bernyanyi.


*Happy birthday to yo**u*!


*Happy birthday to yo**u*!


Happy birthday Fahira!


Fahira nampak terlihat bahagia dengan kedatangan Nari. Apalagi melihat kue ulang tahun yang ada di tangan Nari.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasihđź’“


__ADS_2