
Nari lantas menghampiri mama mertua dan adiknya yang menuruni tangga untuk melihat reaksi keduanya saat mengetahui Argian membawa selingkuhan ke rumah ini.
"Mah, apa mamah sudah melihat wanita di dalam kamar mas Argi?" tanya Nari saat sudah berada dekat mama mertuanya.
"Memang kenapa dengan wanita itu? Asal kamu tau ya wanita itu adalah kekasih kak Argian, mereka sudah lama berpacaran. Ingat wanita itu punya nama, namanya kak Gina, cuma kak Gina yang aku restuin menjadi kakak iparku..."
Bukan mama Felly yang bicara melainkan Argea, gadis itu menatap Nari sini. Seperti biasa menunjukkan ketidaksukaannya.
'Ternyata mereka mengenal wanita itu... Dan namanya Mba Gina, wanita yang diharapkan adik iparku untuk menjadi kakak iparnya," batin Nari, perlahan merubah wajah menjadi tampak biasa saja mendengarnya.
"Tante, mengapa masih berdiri disini," ujar Gina yang baru menuruni tangga dan melihat mama Felly dan Argea.
"Tanya aja sama wanita ini." Telunjuk mama Felly menunjuk pada Nari yang menghalangi mereka.
"Kamu gak sopan banget sih, membiarkan tante Felly dan Gea berdiri disini. Minggir dong! Kita mau lewat," ujar Ginara mendorong bahu Nari ke samping.
"Ayo tan, Gea... kita sarapan bersama," ajak Ginara tak tahu malu.
"Sepertinya tante dan Gea tak bisa ikut sarapan bersama, papanya Argian bakalan berangkat ke luar kota hari ini. Tadi tante cuman mau ngeliat keadaan Gian dan melihat rumah barunya ini," jelas mama Felly.
"Loh mah memang gak bisa sebentar saja sarapan bersama kami disini," sambung Argian dibelakang mereka.
Mama Felly membalikan badannya, "Mama buru-buru sayang, lain kali mama bakalan sarapan disini. Yaudah mama sama Gea pulang dulu ya." Pamitnya.
Sebelum berjalan ke depan pintu mama Felly memeluk Argian bergantian memeluk Ginara. Argea juga melakukan hal sama seperti mamanya. Nari menatap mama mertua dan adik iparnya yang tidak menghiraukannya sama sekali.
Setelah mengantar mama Felly dan Argea sampai ke depan pintu, menunggu sampai keduanya masuk ke dalam mobil dan mobilnya keluar dari pagar rumah. Barulah Argian dan Ginara masuk ke dalam rumah menuju meja makan.
"Mas mau sarapan dengan apa? Biar aku ambilkan." Nari bertanya seolah-olah tidak mengingat perlakuan Argian padanya, bahkan seperti sudah melupakan kesalahan suaminya.
__ADS_1
"Kamu itu tidak dianggap masih saja sok berlaku baik," kekeh Ginara tertawa mengejek.
"Biar aku saja yang mengurus Gian, sebaiknya kamu melakukam perkerjaan lain saja sana," usir Ginara dengan tidak tahu malunya.
Nari memilih mengacuhkan saja dan tetap duduk ikut sarapan, tidak memperdulikan Gianara yang mengusirnya. Nari hanya malas berdebat saat di meja makan, ia tak ingin mengulanginya kejadian seperti tadi malam.
"Enek banget sih saya lihat wajah kamu. Mengapa kamu tidak sarapan di dapur saja sih," decak Ginara kesal melihat Nari duduk di meja makan bersama mereka, padahal ia ingin menikmati sarapan pagi hanya berdua dengan Argian, seperti makan malam.
"Mba ada masalah apa sih sama saya? Saya juga mau sarapam bersama suami saya apa itu salah, seharusnya bukan say-"
"Sudah sudah cukup jangan berdebat di meja makan. Sebaiknya kita sarapan bersama dengan tenang," tukas Argian menghentikam perdebatan kedua wanita tersebut.
"Sayang kamu mau sarapan apa? Aku ambilkan." Ginara bertanya lembut, menenangkan emosi kekasihnya.
"Ambilkan aku nasi goreng saja sayang," kata Argian.
"Mas aku mau berangkat ke toko kue dulu... Assalamu'alaikum..." kata Nari mengucapkan salam.
"Tunggu!" sergah Argian menghentikan langkah Nari.
Terpaksa Nari berhenti melangkah dan menunggu suaminya melanjutkan omongannya.
"Dalam beberapa hari ke depan saya tidak akan pulang. Saya akan keluar kota, ada urusan penting disana," tukas Argian memberitahu Nari.
Nari mengangguk, "Baik mas, apa adalagi yang mau mas beritahu padaku?"
"Itu saja..." singkatnya..
"Kalau begitu aku pamit ke toko kue... Assalamu'alaikum..." ulang Nari berpamitan dan mengucapkan salam.
__ADS_1
"Waalaikumsalam," jawab Argian dengan enggan.
Setelah Nari pergi, Ginara menatap kekasih tidak suka. Argian menyadari tatapan kekasih lalu bertanya.
"Ada apa sayang? mengapa kamu menatapku seperti itu, apa ada yang salah denganku," ujar Argian bertanya.
"Tanya sendiri sama dirimu... Kok aku ngeliat kamu seperti ingin berubah menjadi suami yang baik," dengus Ginara menggeser kursinya. Melangkah pergi meninggalkan Argian sendirian di meja makam.
"Sayang!" panggil Argian, tetapi tidak dihiraukan oleh Ginara yang tetapi melangkah menaiki tangga.
"Kesalahan apa lagi yang ku perbuat, padahal aku hanya memberitahu Nari bahwa aku mau ke luar kota. Salahnya dimana coba..."
Argian mengusap rambutnya kasar, ia segera bangkit menyusul kekasihnya yang sedang marah.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“
__ADS_1