
Nari keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Argian sedang tidur. Nari yang tidak ingin mengganggu, jadi ia langsung meninggalkan suaminya untuk menyiapkan makan malam untuk mereka, sekalian ia ingin membicarakan tentang keinginan mereka yang akan pulang ke Indonesia besok.
Kini Nari sudah berada di dapur, ia bersama Bi Fitri tengah memasak makan malam. Berhubung ini malam terakhir berada di negara Jerman. Nari ingin memasakan sesuatu yang spesial untuk Oma Ayu, sungguh sangat nyaman jika berada didekat Oma Ayu.
Dari kejauhan Oma Ayu melihat cucu menantunya berada di dapur. Oma Ayu bergegas untuk menghampirinya dan berdiri di dekat Nari.
"Hum, harum sekali. Kamu masak apa Nari," ujar Oma Ayu yang malah membuat Nari kaget dengan suaranya.
"Oma! Aku kira tadi siapa, oma ih suka betul ngagetin," kata Nari sambil tertawa.
"Loh emang kamu ga dengar suara langkah oma?" tanya Oma Ayu, membuat Nari menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu sedang melamunkan sesuatu sayang? Sampai tidak mendengar suara langkah kaki oma," ucap Oma Ayu bertanya.
"Ngga ada oma, aku lagi fokus banget masaknya. Makanya ga dengar suara langkah kaki," jawab Nari.
"Kamu masak apa sih, bau-baunya seperti makanan kesukaan oma..."
"Iya oma, ini aku lagi masakin sup ayam kesukaan oma, apalagi ini lagi musim salju, jadi sangat tepat untuk menikmati makanan yang berkuah..."
"Benar sekali sayang," timpal seseorang yang baru datang dan memeluk Nari dari belakang mengecup pipinya.
"Mas Argi, ada oma loh disini," ucap Nari yang sudah mengetahui orang yang memeluknya.
__ADS_1
"Kenapa memangnya kalau ada oma sayang?" tanya Argian pura-pura tak mengerti.
"Malu mas," cicit Nari.
Oma Ayu tersenyum, "Ngapain malu Nari, oma malah senang melihat kemesraan kalian. Oma cuman minta kalau ini bukanlah kepura-puraan kalian yang bermesraan di depan oma, hanya untuk agar oma terlihat bahagia melihatnya."
Mendengar perkataan Oma Ayu, seketika membuat Argian terdiam sebentar saja untuk menormalkan raut wajahnya agar tak kelihatan bohongnya.
"Ya ngga dong oma, kita memang begini kan sayang? Hubungan kita juga baik-baik aja," jelas Argian.
"Eum, benar yang di katakan mas Argi oma," imbuh Nari ikut membenarkan ucapan suaminya. Karena disini mereka harus menjaga kesehatan Oma Ayu.
"Oma percaya sama kalian, lebih baik kita makan malam. Sup nya sudah matang kan Nari?" tanya Oma Ayu.
"Sudah oma," jawab Nari, "Mas lepasin dulu pelukannya aku mau ngambil wadah buat menaruh sup," ujarnya.
Sebelum melepaskan pelukannya, Argian mencium pipi Nari. Setelah itu hanya tinggal Nari yang berada di dapur.
"Mas Argi, selalu membuat jantung ku berdebar. Akting benar-benar bagus di hadapan oma, padahal aku selalu berdoa kepada Allah swt, kalau kemesraan yang selalu mas Argi tunjukkan di depan oma, bukanlah kebohongan," gumannya.
Ia pun dengan segera menghidangkan sup di atas meja makan. Nari mengambilkan sup untuk suaminya dan Oma Ayu. Setelah itu barulah ia duduk dan ikut makan bersama-sama. Selesai makan Nari membuka suaranya.
"Oma," panggil Nari
__ADS_1
"Ada apa Nari," ujar Oma Ayu.
"Oma, kami meminta ijin pulang ke Indonesia besok pagi," kata Nari, Argian hanya diam mendengarkannya saja.
"Kenapa ingin cepat pulang? Perkerjaan Argi juga sudah di alihkan," ucap Oma Ayu menatap Nari dan Argian bergantian.
Argian hanya mengangguk...
"Nari, kangen sama adik-adik di panti oma," Nati memberikan alasannya, memang benar sih dia kangen dengan adik-adik pantinya. Tetapi alasan sesungguhnya bukanlah itu.
"Yasudah kalau karna itu oma ngga bisa menahan kalian tetap berada disini, jadi besok kalian oma ijinkan pulang ke indonesia," Oma Ayu memberikan ijinnya.
"Terima kasih oma," senyum Nari. Argian yang mendengar mereka mendapatkan ijin, benar-benar merasakan bahagia.
"Gampang banget ya oma memberikan ijin, kalau Nari yang memintanya. Tidak salah aku menyuruhnya tadi," batinnya.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓