
Ketiga orang telah duduk di meja makan untuk mengawali sarapan pagi. Nampak wajah Felly berseri-seri, karena putranya sudah tiga hari menginap di kediaman Bramantio.
"Mah apa Gian masih menginap disini?" tanya papa Farhan.
"Iya pah... Mamah senang banget Gian berada disini, kalau bisa selama juga enggak papa. Biarin aja wanita itu sendirian dirumah," kata Felly sambil menyiapkan roti yang sudah di olesi dengan selai dan menaruh roti tersebut ke piring suami dan anaknya.
Farhan menggeleng-gelengkan kepala mendengar perktaan istrinya. "Mah walaupun Gian terpaksa menikahi Nari. Tetapi Nari tetaplah istri Gian, sebelum mereka bercerai. Kita juga harus membuktikan bahwa anak dalam kandungan Nari bukanlah cucu kita. Jika terbukti benar anak dalam kandungan Nari adalah cucu kita, maka papa tidak setuju mereka bercerai dan akan menerima Nari sebagai menantu papa." tuturnya bijak.
"Mamah yakin, anak itu bukan cucu kita." pungkas Felly tegas.
Argea hanya mendengarkan perdebatan orangtuanya tanpa mau menyanggah. Gadis itu masih takut, membuat papanya marah seperti waktu itu. Dalam hati gadis itu juga sebenarnya marah mendengar nama wanita itulah penyebabnya.
'Lihat saja nanti, gue bakalan ngelakuin sesuatu yang buat lo wanita gak tau diri dimarahin habis-habisan sama kakak dan papa gue.' batin Argea tersenyum jahat memikirkan rencana busuknya.
"Mah, kak Gian kok tumben jam segini belum bangun dan sarapan," imbuh Argea baru mengingat kakak belum turun sarapan bersama mereka.
"Biar mamah ke atas dulu, ngeliat keadaan kakak mu. Mamah takut kakak mu sakit, soalnya tadi pagi mamah tanya sama bibi. Katanya kakak mu pulang dini hari," ujar Felly menggeser kursinya dan bangkit melangkah menaiki anak tangga satu persatu.
__ADS_1
Semalam memang Argian tak pulang. Pria itu diajak kekasihnya Ginara pergi ke sebuah club malam, menikmati suasana bising disana dan meminum-minumam keras yang diberikan Ginara padanya terus menerus. Ia beruntung saat pulang dibukakan pintu pelayan yang bekerka dikediaman Bramantio.
Saat Felly membuka pintu kamar putranya, terlihat Argiam baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Argian sedikit kaget melihat mama berada di ambang pintu kamarnya.
"Mamah kenapa berdiri disitu, masuk mah..." Argian menyuruh mamanya masuk.
Felly duduk di tepian ranjang Argian. Menatap putranya tengan menyugar rambut.
"Ouh ya Gian, kamu masih nginap disinikan sayang?" ujar mama Felly bertanya.
"Belum tau mah, tapi kayaknya aku bakalan pulang ke rumah..." jawab Argian.
Argian duduk di samping mamanya, merangkul bahu sang mama dan tersenyum lembut pada perempuan yang telah melahirkannya.
"Mamah jangan khawatir, jika aku merasa tak nyaman aku akan datang dan menginap disini..." Perkataan Argian membuat sebuah senyuman terbit dibibir mama Felly.
"Papa tidak setuju, jika kau terus-terusan menginap disini dan membiarkan istrimu yang tengah hamil sendirian di rumah kalian," ucap papa Farhan lantang, yang tiba-tiba muncul diambang pintu. Lalu masuk mendekati istri dan putranya.
__ADS_1
"Ingat Gian selama belum terbukti Nari selingkuh dan belum ada bukti yang kuat bahwa anak dalam kandungannya bukan anak mu. Berlaku baik kepada istrimu, setidaknya beri dia perhatian agar tidak stress selama masa kehamilan. Papa takut suatu hari nanti kamu menyesal karna sudah menyia-nyiakan istrimu," Lanjut papa Farhan menasehati putranya agar lebih dewasa menyikapi segala hal.
"Papa cukup!"
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasihđź’“