
Ginara berdiri di balkon kamar, memanyunkan bibirnya dia tidak senang melihat Argian yang menurutnya sedikit perhatian pada Nari.
"Sayang, kamu kenapa? Katakan apa aku ada salah sama kamu," ujar Argian memeluk kekasihnya.
"Kamu mau tahu salah kamu apa! Salah kamu udah menunjukkan perhatian pada istri mu itu, aku gak suka ya liat kamu begitu..."
Sekarang Argian tahu akar permasalahannya, sampai membuat Ginara marah padanya. Ternyata masalahnya adalah ia yang tadi memberitahu Nari soal keberangkatannya ke luar kota.
"Aku minta maaf soal tadi, aku cuma ingin dia tahu kalau aku gak bisa di mintain bantuan saat dia butuh aku nantinya. Itu saja sayang." Argian menjelaskannya, kemudia dia memutar tubuh kekasihnya agar menghadapnya.
Argian menangkup wajah Ginara dan mendaratan ciuman di bibirnya.
"Mending sekarang kita bersiap buat ke berangkat ke luar kota," ujar Argian memgusap lembut kepala Ginara.
"Tapi kamu jangan begitu lagi sama dia, aku gak suka liatnya. Kalau perlu nanti kamu jarang-jarang nginap dirumah ini, biar dia ngerti kalau kamu itu gak perduli sama dia," pinta Ginara.
"Karena ini permintaan orang yang aku cintai, jadi aku akan menurutinya," balas Argian tersenyum.
Gianara memeluk Argian dengan manja mengalungkan lengannya.
"Gendong sampe ke mobil, kita ke apartemen aku dulu ngambil pakaian. Masa aku pakai baju kaos kamu aja, engga mungkinkan..."
"Mana mungkin aku membiarkan kamu hanya memakai kaos dan membuat para lelaki diluaran sana menikmati pemandangan indah. Oh tidak bisa, kamu hanya miliku."
Membayangkannya saja membuat Argian marah, apalagi sampai terjadi. Tidak akan dibiarkannya. Ia membawa kekasihnya menuruni tangga, sampai di depan mobilnya ia menurunkan kekasihnya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar ya, aku mau mengambil koper ku dikamar." Ginara mengangguk, Argian segera masuk lagi ke dalam rumah mengambilnya.
Setelah itu Argian lantas menjalankan mobilnya menuju apartemen Ginara untuk mengganti pakaian kekasihnya dan mengemas beberapa baju yang akan dibawa. Sengaja ia menyentir sendiri karena Dino asissten tak diberitahunya bahwa ia telah pindah rumah. Bahkan seluruh orang kantor tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya telah menikah. Memang pernikahannya di sembunyikan, tetapi ada beberapa rekan bisnis dari papanya yang mengetahui pernikahannya.
...****************...
Di dapur Nari sedang membuat adonan kue pesanan pelanggan yang biasa membeli di toko kue ibu Aisyah. Saat tengah menaruh kue dalam open, handphone Nari yang berada di atas meja panty berdering. Muncul nama si penelpon yaitu 'Kak Denara', tentu saat melihat nama itu Nari dengan segera mengangkat telpon.
"Assalam'alaikum" ucap Denara di seberang sana mengucap salam.
"Waalaikumsalam" jawab Nari balik.
"Dek kamu sibuk gak hari ini?" tanya Denara.
"Lumayan kak, banyak pesanan kue hari ini. Tapi ini sudah mau selesai kok kak, memang ada apa kak?" ujar Nari dan bertanya balik.
Nari sempat terdiam beberapa menit, lama tidak berkunjung ke panti membuatnya melupakan ulang tahun Fahira adik panti yang sangat akrab dengannya dan menurut ketika ia yang berbicara. Ia merasa bersalah sekali rasanya, beruntunglah kak Dena menelponnya. Jika tidak, maka ia tidak akan tahu ulang tahun adik panti kesayangannya.
"Halo dek, kamu masih disanakan?"
"Bisa kak, aku akan membuatkan kue spesial buat Fahira biar nanti aku saja yang mengantarnya langsung. Aku juga sudah kangen sama kalian, maafin aku ya kak dua bulan gak pernah ke panti.."
"Tidak papa dek, kakak paham sekarang kamu sudah memiliki keluarga sendiri. Gimana apa kabar kamu dek apa kamu bahagia dek dan apa suami mu berlaku baik sama kamu?" cecar Denara bertanya.
"Alhamdulillah aku baik kak, aku juga bahagia. Keluarga suamiku sangat baik memperlakukan ku kak, nanti aku juga akan memberitahu sesuatu sama kalian. Pasti kalian akan terkejut," ucap Nari, keluarga di panti belum mengetahui bahwa saat ini ia tengah hamil dan kandungannya jalan tiga bulan.
__ADS_1
"Syukurlah kalau mereka baik sama kamu dek, kakak senang dengernya. Kakak selalu berdoa untuk kebahagiaan mu.. kakak jadi penasaran dengan apa yang mau kamu beritahu."
"Oh iya kak jam berapa acara ulang tahunnya?"
"Jam 3 sore dek."
"Baik kak aku akan datang lebih cepat."
"Yaudah dek, kamu lanjut kerja. Maaf kakak ganggu kamu kerja ya dek."
"Tidak papa kak."
Sambungan telpon di putus. Nari secepatnya menyelesaikan kue pesanan pelanggan, selesai perkerjaan ini ia mau meminta ijin pada Ibu Aisyah untuk menggunakan dapur membuat kue dan akan membayarnya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA dan ISTRI SIMPANAN”
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasihđź’“