Pengantin Pengganti Tersakiti

Pengantin Pengganti Tersakiti
36- Alasan Lamaran Azka Ditolak


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan sholat di salah satu masjid. Azka langsung melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


Sesampainya di halaman rumah Azka keluar dari mobilnya dan memberikan kunci pada salah satu penjaga rumahnya untuk di masukan ke dalam garasi. Lalu pria itu masuk ke rumah mewah yang di tinggalin bersama bundanya saja. Azka tak mengentuk pintu, bahkan pria itu masuk tanpa mengucapkan salam seperti biasanya.


Bukannya masuk ke kamar, Azka malah mendudukan pantatnya di sofa, merenung memikirkan informasi yang di sampaikan oleh Reyhan padanya.


“Apa mungkin Nari menolak lamaran ku, karna dia sudah memiliki suami,” ucapnya bicara sendiri.


Bunda Aisyah yang keluar dari dapur, karna sudah menyelesaikan masakan dan tinggal di hidangkan saja di meja makan. Bunda Aisyah melihat putranya di sofa ruang tamu, segera menghampirinya.


“Azka,” panggilnya. Belum ada sahutan dari sang anak yang tengah melamun.


“Azka. kamu pulang kok ngga kedengaran salamnya,” ujar Bunda Aisyah yang mengambil tempat duduk dekat dengan putra, ia juga menyentuh bahu putranya.


Azka terperanjat kaget saat merasakan sentuhan di bahu kanannya. Matanya seketika menatap orang disampingnya yang ternyata adalah bundanya sendiri.

__ADS_1


“Bunda ngangetin aja,” ucapnya.


Bunda Aisyah menatap Azka aneh dan sadar bahwa sedari tadi putranya tak mendengar ketika di panggil ternyata tengah melamun.


“Jadi kamu melamun tadi, makanya bunda panggil ngga denger,” tukas bunda Aisyah.


“Eh engga bun,” elak Azka.


“Jangan bohong!


“Begini bun, sebenarnya beberapa hari yang lalu aku melihat Nari di bandara, jadi aku meminta sopir kita untuk mengantarnya pulang. Hari ini aku meminta Reyhan mengikuti Nari, Rey melihat Nari masuk ke salah satu rumah sakit dan mendatangi ruang dokter kandungan-“


“Cukup Azka, jadi beberapa hari kamu sering menguntit Nari begitu?” Tanya bunda Aisyah menyelanya.


Azka mengangguk, “Iya bun, aku hanya ingin mengetahui. Kenapa Nari menolak lamaran ku,” katanya.

__ADS_1


“Baiklah bunda sendiri yang akan menjelaskannya secara singkat saja ke kamu. Perlu kamu ketahui bunda juga baru mengetahuinya hari ini, sebenarnya Nari sudah menikah nak." Beritahu bunda Aisyah pada sang putra. Alasan lamaran Azka ditolak.


Azka menggeleng tak percaya dengan apa yang di dengar sekarang ini dari sang ibu.


“Azka maafin bunda nak, ini salah bunda yang sudah mengenalkan kamu dengan Nari. Bunda awalnya berpikir jika Nari akan menjadi menantu bunda nantinya, tapi takdir berkata lain. Nari bukanlah jodohmu nak,” ungkap bunda Aisyah sendu, tangan menggenggam tangan putranya.


“Tidak bun, ini bukan salah bunda. Jadi aku mohon bunda jangan merasa bersalah, mungkin benar apa yang dikatakan bunda, Nari memang bukan jodohku,” ujar Azka, lalu memeluk bundanya.


“Bunda minta kamu jangan menguntit Nari lagi ya nak. Karna sekarang kamu sudah tahukan Nari sudah menjadi milik orang lain, bunda ngga mau kamu mencintai wanita yang sudah memiliki suami. Jadi bunda mohon hilangkan rasa cinta mu untuk Nari,” kata bunda Aisyah meminta Azka untuk menghilangkan rasa cintanya kepada Nari.


Azka hanya mengangguk, “maafkan aku bun, untuk sekarang rasa cinta ini masih ada. Tetapi aku akan mencoba melupakan perlahan-lahan hingga hilang,” batinnya.


Pembicaraan keduanya selesai, Azka melangkah pergi menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Sebelum makan malam, pria itu membersihkan dirinya terlebih dulu, agar lebih segar. Sedangkan bunda Aisyah menunggunya di meja makan.


****

__ADS_1


__ADS_2