Pengasuh Ibuku

Pengasuh Ibuku
Bab 18


__ADS_3

"Kamu ingin mencari Mama kamu sekarang?" tanya Mila pada Ardi.


Ardi menggeleng. Pria itu perlu mencari petunjuk terlebih dahulu sebelum terjun ke jalanan untuk mencari sang ibu.


"Aku ingin ke kamar sebentar. Tunggu dulu di sini, ya?" sahut Ardi.


Mila mengangguk dan bersantai sejenak di ruang tamu. Wanita itu nampak puas, rencananya berjalan dengan mulus tanpa ketahuan.


"Sejauh ini masih lancar. Ardi pasti percaya dengan perkataanku mengenai Tante Dewi," cetus Mila dengan senyum licik.


Tapi sepertinya, hanya Mila saja yang menganggap kalau dirinya berhasil mempengaruhi Ardi. Nyatanya, Ardi sama sekali tidak terbujuk dengan perkataan Mila. Bahkan Ardi menyempatkan diri untuk memeriksa rekaman CCTV demi menelusuri jejak sang ibu.


"Apa-apaan ini?" Ardi menggebrak meja kamarnya dengan keras begitu ia melihat rekaman Mila yang tengah membawa Bu Dewi keluar dari rumah.


Ardi benar-benar tak menyangka jika kekasihnya itu hanya berpura-pura di depannya. "Mila benar-benar keterlaluan!" geram Ardi tak dapat lagi mentolerir kelakuan Mila yang sudah kelewatan.


Dengan berbekal rekaman CCTV itu, Ardi pun menodong Mila dan meminta penjelasan dari sang kekasih. "Mila!" panggil Ardi dengan amarah memuncak.


"Berani sekali kamu mengusik mamaku! Ke mana kamu membawa mamaku pergi?" pekik Ardi pada Mila.


Mila yang tengah bersantai, langsung bangkit dari bangku dengan gelagapan begitu Ardi meneriaki dirinya. "A-apa maksud kamu? Kenapa kamu tiba-tiba marah begini padaku?" tanya Mila masih berpura-pura tidak tahu apa pun di depan Ardi.


"Berhentilah berpura-pura, Mila! Aku sudah muak!" sungut Ardi.


Ardi mencengkeram erat bahu Mila. "Katakan padaku sekarang, di mana mamaku?"


Disaat seperti itu pun, Mila masih sempat berkilah dan membela diri di depan Ardi. "Apa maksud kamu? Bagaimana aku bisa tahu di mana Tante Dewi?"


Karena Mila terus saja mengelak, Ardi pun menunjukkan langsung bukti rekaman yang ia lihat mengenai kelakuan Mila. Beruntungnya Mila tak tahu jika Ardi memasang kamera pengintai di rumahnya. Wanita itu benar-benar tak menyangka jika ulahnya selama ini terekam oleh kamera tersembunyi.


'Sial! Kenapa bisa ada rekaman seperti ini?' batin Mila.

__ADS_1


Wanita itu hanya bisa diam. Mila tak berani lagi mendongakkan kepala.


"Apa salah mamaku padamu? Tega sekali kamu melakukan hal itu pada mamaku! Kalau kamu marah padaku, lampiaskan saja padaku! Kenapa kamu sampai tega berbuat seperti ini pada ibuku yang sedang sakit?" Ardi meninggikan suara di depan Mila hingga membuat wanita itu ketakutan.


"Cepat beritahu aku di mana mamaku sekarang! Atau aku akan menyeretmu ke kantor polisi sekarang juga!" ancam Ardi.


Pupus sudah harapan Mila untuk mendapatkan Ardi sebagai suami. Hubungannya sudah resmi hancur. Setelah kejadian ini, tentu saja Ardi sudah tak mau lagi berurusan dengan pacarnya yang licik itu.


"JAWAB, MILA! KATAKAN KE MANA KAMU MEMBAWA MAMAKU PERGI!" sungut Ardi mulai kehilangan kesabaran.


Tubuh Mila gemetaran dan wanita itu pun menangis ketakutan di depan Ardi. "T-tolong jangan bawa aku ke kantor polisi!" pinta Mila dengan wajah memelas.


Ardi segera menyeret Mila keluar dari rumah. "Sekarang tunjukkan tempat di mana kamu membawa mamaku pergi!" sentak Ardi.


Ardi yang lembut dan bersikap manis di depan Mila kini sudah benar-benar menghilang. Yang ada di pikiran Ardi saat ini hanyalah amarah tak terbendung pada Mila yang sudah tega membuang ibunya.


"A-aku akan tunjukkan tempatnya, tapi tolong jangan laporkan aku ke polisi!" ujar Mila.


Kalau saja Mila bukan wanita, mungkin Mila sudah dibuat babak belur oleh Ardi. Pria itu hanya bisa membentak dan meneriaki Mila untuk meluapkan kemarahannya pada wanita yang pernah menjalin kisah asmara dengannya itu.


'Ardi tidak mungkin menjebloskanku ke penjara, kan? Kenapa semuanya jadi berantakan begini?' gerutu Mila dalam hati.


Dengan sangat terpaksa, Mila pun akhirnya membawa Ardi menuju ke hutan di tempat di mana ia meninggalkan Bu Dewi. Begitu mereka sampai, Ardi langsung berlarian di sekitar hutan itu untuk mencari keberadaan ibunya.


"kamu membawanya kesini? tempat seperti ini? bagaimana kamu bisa Setega itu Mila? mama bahkan tak bisa berjalan dengan baik!" tukas Ardi menghardik Mila.


Ardi melihat sekeliling memindai setiap sudut hutan.


"Kamu yakin di sini tempatnya?" tanya Ardi. "Kenapa mamaku tidak ada?"


"Aku yakin. Aku meninggalkan Tante Dewi di sini," ungkap Mila dengan wajah tertunduk dan ketakutan.

__ADS_1


Ardi mengepalkan tangan kuat-kuat. "Apa kamu sudah gila? Kamu sudah tidak punya otak, ya? Mamaku bahkan tidak bisa bergerak normal, tapi kamu meninggal mamaku di hutan seperti ini?" pekik Ardi.


"Kamu berniat membunuh mamaku, ya?" sentak Ardi dengan sorot mata tajam.


"A-aku tidak bermaksud begitu. Maafkan aku," ucap Mila takut-takut.


"Sial!" Ardi menendangi kerikil yang berada di kakinya dengan geram.


Melampiaskan amarahnya pada Mila tidak akan membuatnya menemukan Bu Dewi. Lebih baik Ardi kembali mencari Bu Dewi daripada ia mengomeli Mila.


"Mama! Mama di sini?" pekik Ardi mulai menelusuri area hutan tersebut demi mencari sang ibu.


Mila masih berdiri di dekat mobil dengan tubuh gemetaran. Saat Ardi menemukan Bu Dewi nanti, Mila pasti akan dijebloskan ke penjara. Sebelum hal itu terjadi, wanita itu pun mulai bersiap untuk melarikan diri tanpa diketahui oleh Ardi.


"Lebih baik aku segera pergi dari ini! Aku tidak mau masuk penjara!" gumam Mila.


"Mama? Ini Ardi, Ma! Mama di mana?" teriak Ardi mulai putus asa mencari sang ibu di area hutan tersebut.


Ardi masuk semakin dalam ke tengah-tengah pepohonan yang rindang. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh Mila untuk bergegas melarikan diri sebelum Ardi kembali.


"Aku tidak mau masuk penjara!" oceh Mila sembari berlari meninggalkan Ardi yang masih sibuk mencari Bu Dewi.


Ardi berlarian di sekitar jurang dan terus memanggil-manggil mamanya tanpa henti. "Ma! Ardi datang untuk menjemput Mama! Mama ada di sini, kan?"


Tanpa sadar, air mata pun mulai menetes membasahi pipi Ardi. Di dalam hutan itu, Ardi berteriak seorang diri, berharap ia dapat berjumpa dengan ibunya di sana.


"Ma! Mama di mana? Tolong jawab Ardi, Ma!" pekik Ardi frustrasi.


"Maafkan Ardi, Ma! Ardi menyesal sudah mengenal Mila. Ini semua salah Ardi. Tolong kembali ke Ardi, Ma!"


****

__ADS_1


__ADS_2