Pengasuh Ibuku

Pengasuh Ibuku
bab 26


__ADS_3

Mila tertawa senang saat melihat Bu Dewi yang berusaha keras menjauh darinya. Sekuat apa pun Bu Dewi berjalan, tetap saja Mila bisa menangkapnya dengan mudah.


"Tante mau ke mana?" cibir Mila pada Bu Dewi.


"Coba saja berlari menjauh dariku dengan kaki Tante," ledek Mila lagi.


"Pergi kamu dari sini! Tolong! Tolong!" Bu Dewi hanya bisa melangkahkan kakinya perlahan dan tentu saja ia tak mungkin bisa berlari jauh dari Mila.


Karena masih tak bisa bergerak bebas,j Mila pun dapat menangkap Bu Dewi dengan mudah. "Apa Tante tahu hal apa saja yang sudah aku alami selama ini karena Tante? Kenapa Tante tidak mati saja? Kenapa Tante harus kembali? Seharusnya akulah yang mendapatkan Ardi!" geram Mila pada Bu Dewi.


"Menjauh dariku!"


Mila langsung mendorong Bu Dewi hingga tubuh wanita paruh baya itu pun terhubung dan mengarah pada tanaman berduri yang ada di halaman tersebut. Mantan kekasih Ardi itu nampak puas usai ia mendorong tubuh Bu Dewi ke arah tanaman berduri. Wanita itu tertawa dengan kencang begitu melihat tubuh Bu Dewi yang mulai mendekat ke arah duri-duri tanaman.


"Rasakan kamu wanita lumpuh!" geram Mila.


Namun, sayangnya tidak semudah itu Mila bisa menyakiti Bu Dewi. Diah tiba-tiba muncul dan membantu ibu mertuanya yang hampir saja tertusuk duri tanaman. Diah menahan tubuh Bu Dewi dengan tubuhnya agar wanita paruh baya itu tidak tertusuk duri. Sebagai gantinya, tubuh Diah yang harus menahan kesakitan karena duri-duri yang sudah menempel di tubuhnya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" sungut Mila dibuat jengkel dengan kehadiran Diah secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Mama tidak apa-apa, kan?" tanya Diah pada Bu Dewi.


Bu Dewi masih terkejut saat Mila mendorong dirinya dan hampir saja melukai dirinya dengan tanaman berduri. Bu Dewi sendiri tidak menyangka jika Diah akan segera datang dan menggantikan dirinya terkena tanaman berduri.


"Apa yang kamu lakukan, Diah? Seharusnya Mama yang bertanya begitu padamu!" sahut Bu Dewi merasa bersalah telah membuat menantunya kesakitan karena dirinya.


"Pergi dari sini dan jangan ikut campur urusanku!" pekik Mila pada Diah.


"Kamu sudah gila, ya? Belum cukup juga kamu membuat ulah seperti ini?" omel Diah.


Gadis itu masih berusaha untuk bangkit dari tanah dan menunggu Bu Dewi yang masih terlentang di atas tubuhnya. Namun, sepertinya Mila tidak berhenti begitu saja untuk mencoba melukai ibu Dewi.


"Belum cukup! Aku tidak akan puas sebelum melihat kalian menderita!"


Wanita itu mengulas senyum licik, kemudian mengambil tongkat tersebut untuk dipukulkan kepada Bu Dewi. "Aku tidak akan berhenti sampai aku melihat darah dari wanita ini!" ujar Mila sembari mengayunkan tongkat panjang tersebut mengarah ke kepala Bu Dewi.


"Kamu benar-benar sudah tidak waras!" sahut Mila berhasil menahan ayunan tongkat Mila sebelum mengenai wajah renta Bu Dewi.


Mila pun semakin dibuat geram dengan tingkah Diah yang sejak tadi berhasil melindungi Bu Dewi. "Jangan coba-coba sok menjadi pahlawan kesiangan! Lepaskan tongkatnya sekarang!" omel Mila pada Diah.

__ADS_1


"Kamu benar-benar sudah gila! Kamu ingin memukulku dengan tongkat ini?" geram Bu Dewi sembari menutupi wajahnya yang hampir saja terkena pukulan tongkat yang diayunkan oleh Mila.


Beruntungnya Diah masih sanggup menahan tongkat tersebut dan mencengkeram erat benda itu agar Mila tidak lagi mengayunkannya ke arah Bu Dewi. "Di mana hati nurani kamu? Kamu ingin menyiksa orang tua yang lemah dan tidak bisa melawan kamu?"


Mila tertawa kencang. Wanita jahat itu sudah tidak lagi memiliki hati nurani. Yang dimiliki oleh Mila saat ini hanyalah dendam dan juga kecemburuan.


"Tidak perlu sok menceramahiku! Kamu hanya gadis kampung! Berani sekali kamu merebut Ardi diriku!" hardik Mila.


"Aku tidak merebut siapa pun. Kamu sendiri yang membuat Mas Ardi meninggalkan kamu!" timpal Diah.


"Seharusnya kamu tahu diri dan introspeksi diri!" tambah Bu Dewi.


Amarah Mila pun makin meluap-luap. Wanita itu pun kembali mengayunkan tongkat dan mengarahkannya pada Bu Dewi. "Hentikan omong kosong kalian! Kalian membuatku muak!"


Diah dan Bu Dewi menutup mata dan bersiap untuk menerima pukulan dari tongkat Mila. Namun, setelah beberapa detik berlalu, tongkat Mila pun tidak juga menyambar tubuh mereka.


Mila sendiri juga cukup terkejut saat tongkat yang ia ayunkan lagi-lagi ditahan oleh seseorang. Bu Dewi dan Diah membuka mata perlahan, diikuti dengan Mila yang juga menoleh ke arah tongkat yang ditahan oleh seseorang.


Mereka benar-benar terkejut saat melihat seseorang yang menahan ayunan tongkat Mila. Tubuh wanita itu mulai gemetaran saat dia melihat lengan kekar yang mencengkeram erat tongkat yang hendak ia pukulkan pada wanita lemah yang saat ini masih tersungkur di tanah.

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu menginjakkan kaki di rumah ini lagi?"


*****


__ADS_2