
Tiba tiba saat Mira ingin pergi dari sana dan mau menuju balkon Deo malah menghentikannya
“tuan putri mau berdansa satu lagu dengan saya?”tanya Deo dengan wajah polosnya.
“baiklah pangeran” jawab Mira sambil tersenyum manis.
Kemudian Deo menuntun Mira kelantai dansa dan mereka pun berdansa bersama saat mereka sedang berdansaorang orang yang hadir pun mulai bergosip.
“mereka serasi sekali ya” ucap salha satu tamu undangan.
“iya mereka serasi sekali” jawa tamu undangan lainnya.
“ceo Mira lebih cocok dengan tuan muda Florensis ketimbang dengan mantan suami dulu” ucap salah satu tamu undangan lagi.
“ya anda benar mantan suami juga sangat tidak tahu diri dan malah berselingkuh dengan sahabatnya” lanjut salah satu tamu undangan lagi.
Velix yang mendengar hal itu sangat kesal “cih orang orang rendahan padahal dulu kalian menjilatku sekarang kalian menghinaku” guman Velix dalam hati.
Dan saat acara pertama dimulai dari masuknya Mira dan didampingi oleh Deo saja sudah membuat Velix kesal dan cemburu ditambah sesi tiup lilin dan pemotongan kue yang seakan Deo itu adalah suaminya Mira.
“seharusnya aku yang ada disamping Mira dan berdansa dengannya” guman Velix dalam hati sambil memperhatikan Mira yang sedang berdansa dengan Deo.
“DEO FLORENSIS AKAN KU INGAT KAU” guman Velix.
Setelah satu lagu selesai Mira dan Deo pun menepi Deo menyuruh Mira untuk duduk dan beristirahat
“nih minum dulu jus alpukat kesukaanmu” ucap Deo sambil menyodorkan jus tersebut kepada Mira.
“makasih pangeran ganteng” ucap Mira sambil tersenyum polos dan mengambil jusnya.
Saat melihat Mira tersenyum padanya seperti itu Deo memalingkan wajahnya san menutup wajahnya dangan tangannya
“elu kenapa kok wajah mu merah?” tanya Mira khawatir.
“elu sakit?” tanya Mira lagi.
“ aaappaaa tidak” jawab Deo gugup.
“hais putriku ini tidak peka sekali” ucap ayah Mira yang tiba tiba datang bersama ayahnya Deo Gito Florensis.
__ADS_1
“itu biasa veer anakmu adalah seorang ceo jadi dia lebih bermain dengan logikanya” kata ayahnya Deo sambil memgang bahu ayahnya Mira.
“nak selamat ulang tahun” ucap ayahnya Deo sambil mengelus kepalanya Mira.
“paman, paman sudah pulang” Mira langsung berdiri dan memeluk ayahnya Deo.
“hahaha iya selamat ulang tahun ya kamu sudah besar sekarang” jawab ayahnya Deo sambil mengelus kepala Mira dengan lembut.
“terima kasih paman, paman ayo menginap dirumahku ya” ucap Mira sambil memelas.
“ini ahh…….” ayahnya Deo tidak tau mau menjawab apa.
“paman”panggil Mira lagi dengan wajah polosnya.
“hais baiklah benar benar tidak bisa melawanmu” kata ayahnya Deo.
“hihihi karena aku kesayangan paman” sambung Mira.
Saat kedatangan ayahnya Deo itu Mira selalu menempel pada ayahnya Deo seperti seorang putri yang sudah sangat merindukan ayahnya jika orang tidak tau semua orang pasti akan Mengira Mira adalah putri dari ayahnya Deo yaitu Gito Florensis.
Ayah Mira yang melihat bahwa putrinya yang lebih suka dan menyayangi ayah orang lain ia sedikit sedih karena selama ini Mira tidak menunjukan sisi polos,sedih,gembira,manja dan ketergantungan terhadapnya sebagi seorang putri ia selalu menunjukan sisi seorang ceo yang berdarah dingin dan gila kerja bahkan ketika ia maish kecil ia hanya menunjukkan sisi kejamnya dan sikap dingin Mira hanya menunjukan sisinya sebagai seorang pewaris yang sempurna.
Tidak terasa acaranya pun sudah berakhir dan pada saat malam hari Mira datang menemui ayahnya Deo yang sedang duduk mengobrol bersama ayahnya.
“paman” panggil Mira sambil megintip dari balik tembok seperti anak kecil.
“emm ada apa Mira kemarilah” ucap ayahnnya Deo.
Mira pu berjalan mendekat kearah ayahnya Deo sambil bertingkah manja
“paman aku tidak bisa tidur bisa ceritakan salahsatu kisahmu?”tanya Mira dengan wajah polos Tidak terasa acaranya pun sudah berakhir dan pada saat malam hari Mira datang menemui ayahnya Deo yang sedang duduk mengobrol bersama ayahnya.
“paman” panggil Mira sambil megintip dari balik tembok seperti anak kecil.
“emm ada apa Mira kemarilah” ucap ayahnnya Deo.
Mira pu berjalan mendekat kearah ayahnya Deo sambil bertingkah manja
“paman aku tidak bisa tidur bisa ceritakan salah satu kisahmu?”tanya Mira dengan wajah polos tak berdosa.
__ADS_1
“hahahahahhaha Mira kamu ini memang masih taun putri kecil paman ya”ucap ayahnya Deo sambil tertawa.
“paman” ucap Mira sambil terlihat ngambek seperti anak kecil.
“baiklah ayo akan paman ceritakan” kata ayahnya Deo sambil bangkit dari kursinya.
“AKU JUGA MAU” ucap Deo yang tiba tiba muncul dengan bantal gulingnya.
“baiklah ayo, veer aku permisi dulu ya”ucap ayahnya Deo kepada ayahnya Mira.tak berdosa.
“hahahahahhaha Mira kamu ini memang masih taun putri kecil paman ya”ucap ayahnya Deo sambil tertawa.
“paman” ucap Mira sambil terlihat ngambek seperti anak kecil.
“baiklah ayo akan paman ceritakan” kata ayahnya Deo sambil bangkit dari kursinya.
“AKU JUGA MAU” ucap Deo yang tiba tiba muncul dengan bantal gulingnya.
“baiklah ayo, veer aku permisi dulu ya”ucap ayahnya Deo kepada ayahnya Mira.
Lalu mereka bertiga pergi begitu saja meninggalkan ayahnya Mira dan naik kelantai atas menuju kamar Mira sesampainya dikamar Mira.Mira langsung duduk seperti anak kecil yang sudah sangat igin mendengar cerita dogeng dari ayahnya. ayahnya Deo kemudian mulai bercerita dan Mira pun langsung berbaring dipangkuan ayahnya Deo sedangkan Deo tidur dikasur mereka pun mendengarkan cerita Gito Florensis dengan sangat serius hingga lima belas menit kemudian mereka berdua pun tertidur lelap.
Ayahnya Deo kemudian menidurkan Mira dikasur dan menyelimutinya bersama dengan Deo lalu berjalan keluar kamar mengendap endap dan menutup pintunya pelan pelan. Ayahnya Deo berjalan turun dan mencari ayahnya Mira diruang tamu.
“Veer kenpa kamu belum tidur?”tanya ayah Deo kepada ayahnya Mira.
“Gito aku sangat menyesal dengan perbuatanku kepada Mira dan ibunya dimasa lampau” kata ayah Mira dengan nada sendu dan raut wajah yang penuh penyesalan.
“hais kamu menyesal juga sudah terlambat sebenarnya karena Missella sudah tiada” ucap ayah Deo sambil menghela nafas dan menepuk pundak ayahnya Mira.
Ayah Mira tak kuasa menahan air matanya didepan ayahnya Deo melihat ayahnya Mira yang seorang pria keras kepala dan sombong menangis membuat ayahnya Deo cukup terkejut. Lalu ayahnya memeluk ayahnya Mira dan menenangkannya.
“sudahlah Veer mungkin jika kamu memperlakukan Mira dengan baik sekarang belum terlambat Veer” kata ayah Deo.
“benerkah tapi apakah mungkin setelah dia melihat dengan mata kepalanya sendiri seperti apa diriku dulu padanya dan ibunya” balas ayah Mira sambil menagis.
“pasti bisa Veer percayalah” jawab ayahnya Deo.
__ADS_1
“baiklah aku akan mengantarmu kekamarmu” lanjut ayahnya Deo.