Penghianatan

Penghianatan
Episode 23


__ADS_3

Semua orang pun bertepuk tangan untuk Mira “SILAKAN MENIKMATI ACARA INI TERIMA KASIH” ucap Mira lalu turun dari panggung dan berjalan kearah kakeknya dan memluknya erat. “terima kasih kakek” ucap Mira sambil memeluk kakeknya.


“hahahaha sama sama nak” balas kakeknya senang


“kau mau berdansa nak?” tanya kakeknya


“ tentu saja tapi aku hanya ingin berdansa dengan kakek” ucap Mira seperti anak kecil.


“baiklah ayo kita berdansa” ucap kakeknya Mira sambil menuntun cucunya kelantai dansa.


Lalu Mira pun berdansa dengan kakeknya dua lagu Mira sangat bahagia malam inin ia seperti membuang sedikit beban nya selama ini yang telah ia pikul Deo yang dari samping lantai dansa sangat tersenyum bahagia karena melihat Mira yang bahagia.


Ia sangat bersyukur Mira akhirnya bisa melepaskan sedikit bebannya ia pun menjadi lebih tenang melihat Mira yang tersenyum bahagia


saat selesai berdansa dengan kakek nya Mira berjalan mendekat kearah Deo.


"maukan anda berdansa satu lagi dengan saya prince?" tanya Mira sambil tersenyum.


"tentukan saja Princess dengan senang hati" jawab Deo tersenyum cerah.


lalu mereka pun menuju lantai dansa dan berdansa dengan indahnya semua mengatakan mereka sangat serasi. " mereka sangat serasi" iya iya mereka pasangan yang sangat serasi" "aku dengar dengar mereka sudah bersahabat sejak kecil" " iya iya bisa dibilang mereka kekasih masa kecil" gosip para tamu undangan.


"mereka berisik sekali ya Ra" bisik Deo yang sedang berdansa bersama Mira.


"biarkan saja mereka" bisik Mira balik.


lalu satu lagu pun selesai "terima kasih sudah mau berdansa bersama sama prince" " tentu saja sebuah kehormatan bagi saya".


setelah dansa selesai Mira mengundang semua staf karyawan untuk makan bersama setelah acaranya selesai disebuah warteg yang sering ia kunjungi dan Velix juga ikut didalamnya.


tidak terasa acaranya sudah selesai Mira pun ganti baju sebelum pergi ia juga izin dulu kepada kakeknya dan kakeknya memberikan izin saat Mira keluar semua karyawan nya memuji kecantikan nya.



"anda sangat cantik presiden" puji salah satu karyawan Mira.


"tentu saja wanitaku selalu cantik" kata Deo dengan bangga.


"AAAPPAA wanitaku?" semua orang kaget.


"iya apa ada yang salah kami sudah resmi berpacaran" ucap Deo sambil menggandeng tangan Mira.

__ADS_1


"AAAPPPA UDAH PACARAN" Velix terkejut.


"iya apa ada masalah?" tanya Deo sambil mengejek Velix.


"baiklah jangan ribut lagi ayo kita pergi makan sekarang" ajak Mira.


"baiklah ayo ayo semua" kata Deo.


kemudian mereka pergi kewarteg itu menggunakan mobil Mira. setelah setengah jam mereka pun sampai diwarteg itu "mau pesen apa pesen aja aku traktir" ucap Mira. "YEAY HIDUP PRESIDEN" ucap semua karyawan Mira senang.


lalu mereka pun mulai memesan dan setelah menunggu beberapa menit makanan mereka pun tiba semua orang makan dengan lahap begitu pula Mira saat Mira sedang makan ia tidak memperhatikan kalau Velix terus menatapnya.


tapi Deo menyadarkan nya "ada apa makanannya tidak enak?" tanya Deo.


"tidak makanan ini sangat enak" jawab Velix menahan rasa cemburunya.


"kalau begitu makanlah" kata Deo sambil tersenyum licik.


Deo kemudian sengaja memanas manasin Velix dengan menyuapi Mira mengelap sudut bibirnya dan memakan makanan yang hendak Mira makan.


dan yang benar saja Velix pun panas sehingga ia permisi ketoilet sebentar "emm itu kalian makan dulu aku mau ketoilet sebentar" ucap Velix lalu pergi. Deo pun mengikuti Velix.


"ra aku kamar mandi dulu ya" ucap Deo


lalu Deo menyusul Velix keluar ia melihat Velix yang sedang merokok.


"kenapa kau merokok disini?" tanya Deo.


"tidak apa apa" jawab Velix dingin.


"aku peringatkan Mira adalah wanitaku jangan coba coba mencari masalah dengan ku" ancam Deo.


"Heng kau pikir kau sangat hebat karena memiliki Mira" ejek Velix.


"tentu saja" jawab Deo dengan sombong.


"kau lihat saja nanti kau juga akan dicuekin oleh Mira karena Mira gila berkerja " ucap Velix.


"nantinya ia pasti akan mengabaikan mu" lanjut Velix.


"hahahaha lucu banget lo "

__ADS_1


"lu merasa kek gitu karena elo gak bisa ngerasain perasaan Mira" ucap Deo.


"gimana gue bisa ngerti kalo dia gak pernah cerita apa apa ke gue malah sibuk kerja Mulu" balas Velix.


"lo emang gak cocok sama Mira jadi gak usahp kejar kejar Mira lagi" kata Deo lalu berjalan kembali.


saat Deo kembali tidak lama kemudian Velix kembali saat mereka kembali acara makannya sudah selesai semua orang sudah selesai makan.


"gimana kalo kita main true or dare" ajak salah satu orang.


"boleh tuh" jawab salah satunya lagi


"presiden ikut kan?" tanya salah satu karyawan.


"emm tentu saja" jawab Mira.


kemudian permainan botol berputar terus dan tidak ada yang kena Mira Deo maupun Velix hingga putaran kedua puluh kena kepada Velixdan Velix memilih tantangan. lalu mereka pun menyuruhnya untuk mencium pipi salah satu wanita yang satu kantor dengan yang ada disini "aku ingin mencium Mira tapi..." guman Velix dalam sedang bimbang.


Deo pun menatap tajam kearah Velix dan mengancamnya dengan tatapan tapi melihat ancaman Deo Velix semakin kesal ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan mencium pipi mira seketika semua orang syok berat termasuk Mira.


Deo yang disamping pun menjadi sangat emosi "berani berani nya kau bajingan" guman Deo. "maaf pak Florensis kalau aku mencium pipi presiden ini kan cuman dare aku melakukannya karena presiden berada didepan saya saja" ucap Velix sambil menunjuk raut wajah yang mengejek.


"maafkan saya juga presiden" ucap Velix sambil menundukkan kepalanya.


"emm lain kali jangan pernah berani menyentuh saya" ucap Mira.


"karena saya sudah punya pacar jadi mohon jaga sikap anda dan menghargai pasangan saya yang ada disini" lanjut Mira.


mendengarkan pernyataan Mira membuat Deo sedikit sebanyak sedangkan Velix kesal karena pernyataan Mira.


Untung nya ada orang yang mencairkan suasana dan permainan dimulai lagi dan botol berputar kearah Velix lagi " wah pak botolny berputar kearah anda lagi" "iya true or dare?" tanya salah satu orang yang ada disana.


"true" jawab Velix.


"emm baiklah apakah ada wanita yang anda sukai disini?" "ada" jawab Velix singkat "siapa?" " maaf ini saya tidak bisa memberitahu nya untuk kenyamanan semua orang" jawab Velix.


kemudian botol berputar lagi dan berputar kearah Mira "wah presiden yang kena" "true or dare?" "true" jawab Mira. "apakah anda sering pergi berlibur bersama mantan suami anda?"


mendengarkan pertanyaan ini Mira terdiam sejenak "kenapa kau mengungkit masa lalu presiden " "apa maaf aku tidak sengaja".


"tidak apa apa" ucap Mira.

__ADS_1


"jawaban dari pertanyaan kalian adalah tidak karena aku menghabiskan waktuku untuk bekerja" "dan setelah dipikir pikir lagi aku sangat cepet move on dari mantan suamiku" ucap Mira.


mendengar pernyataan dari Mira membuat Velix sakit hati tapi ia hanya terdiam setelah itu mereka melanjutkan permainannya kembali.


__ADS_2