Penghianatan

Penghianatan
Episode 71


__ADS_3

Mira pun merasa hal ini tidak masuk akal ia merasa ada yang janggal Mira tidak bisa percaya begitu saja jadi Mira berencana menyelidiki langsung mengenai hal ini Mira pun menelpon Deo dan memberitahunya apa yang terjadi “halo de lu tau gak sih gue ketemu wanita paruh baya yang mirip mama gue yang udah meningal dunia” ucap Mira “HAH APA beneran?” tanya Deo kaget mendengar perkataan Mira “iya gue suruh orang selidiki “terus hasil gimana?” tanya Deo penasaran “dari hasilnya sih dia mama gue” jawab Mira “HAH gimana bisa anjir gak mungkin” ucap Deo kaget “makanya gue merasa ini gak masuk akal jadi gue rencanannya mau menyelidiki sendiri” ucap Mira “iya sih menurut gue lu harus selidiki sendiri” ucap Deo ikut setuju dengan pendapat Mira “tapi gimana sama kakek dan ayah mertua ?” tanya Deo kebingungan “kita kasih tau kakek rencananya sedangakan ayah gue lu aja yang ngasih ta” jawab Mira “ok perintah anda diterima nyonya” ucap Deo “apaan sih” ucap Mira malu “udah serius nih gue jelaskan rencananya ya” lanjut Mira.


Lalu Mira pun menjelaskan rencananya kepada Deo setelah menjelaskan semua rencana kepada Deo Mira menutup panggilannya lalu kembali menghubungi kakeknya untuk membeeitahunya tentanng sosok wanita yang mirip dengan ibunya dan menjelaskan kepada kakeknya kalau ia akan menyelidiki siapa wanita itu apakah ibunya memang belum meninggal dunia atau ini hanya rencana jahat dari musuh musuh Mira jadi kakeknya pun setuju untuk bekerja sama dengan Mira dan saat Mira tiba dirumah ia juga memanggil kepala pelayan secara pribadi untuk memberitahunya masalah ini secara pribadi karena kepala pelyan sudh Mira anggap seperti keluarganya sendiri jadi Mira menjelaskan apa yang terjadi dan memberitahukan rencana ini kepada kepala pelayan Mira juga mengingakan kepala pelayan untuk tidak terbawa perasaan pribadi dan menganggap wanita itu adlah ibunya Mira karena wajahnya yang mirip dengan ibunya Mira sehingga membuat kepala pelayan menjaddi terbawa perasaan dan mengatakan semua rencana yang telah Mira buat.

__ADS_1


“ingat paman jangan terbawa perasaan terhadap wanita itu hanya karena wajahnya Mirip dengan ibu” ucap Mira mencoba memperingati kepala pelayan agar tidak terbawa perasaan “saya mengerti nona” ucap kepala pelayan itu dengan ekspresi yang serius lalu kepala pelayan keluar dari ruangan Mira sementara Mira yang masih diruang kerjanya bertanya tanya sebenarnya siapa wanita yang memiliki wajah mirip dengan ibunnya karena jelas jelas ibunya sudah meninggalkan tepat didepan matanya sendiri “bagaimana mungkin hal ini terjadi?” guman Mira bertanya tanya lalu ia melanjutkan pekerjaanya sedangakan disisi lain simpanan kedua ayahnya Mira sedang bersenandung senang sambil belajar memasak makanan kesukaan Mira dan membuat rasanya sama seperti yang dimasak oleh ibunya Mira “sebentar lagi aku akan megendalikan dua keluarga besar hanya dengan status ibunya Mira Sekar” guman simpanan kedua ayahnya Mira dengan senang.


Lalu setelah selesai memasak ia pun memakan dan mencicipinya “emm enak juga Mira pasti menyukainya” ucap simpanan kedua ayahnya Mira dengan senang keesokan harinya simpanan kedua ayahnya Mira pergi keperusahaan one grup untuk hendak mengantarkan makan siang untuk Mira tetapi simpanan kedua ayahnya Mira dihentikan oleh sekertaris Mira yang hendak masuk keruangan Mira “permisi nyonya anda sedang apa?” tanya sekertaris Mira menghentikan langkah simpanan kedua ayahnya Mira “oh saya hendak mengantar makanan untuk presiden Sekar” jawab simpanan kedua ayahnya Mira dengan sedikit gugup sekertaris Mira terkejut saat melihat wajah simpanan kedua ayahnya Mira ia sekertaris Mira langsung terdiam melihat hal itu dan terbegong sebentar cukup lama simpanan kedua ayahnya Mira pun berusaha memanggil sekertaris Mira tersebut “permisi tuan tuan” panggil simpanan kedua ayahnya Mira dan sekertarisnya Mira pun tersadar “hahiya nyonya” jawab sekertaris Mira yang tersadar.

__ADS_1


"ah iya terima kasih sudah membantu saya kemarin" lanjut simpanan kedua ayahnya Mira sambil menundukkan kepalanya lalu menyerahkan makanan yang ia bawa kepada Mira "ini makanan yang saya masak sendiri sebagai ucapan terima kasih" ucap simpanan kedua ayahnya Mira sambil memberikan kotak makanan itu kepada Mira lalu Mira pun menerima kotak makannya "terima kasih nyonya" ucap Mira dengan datar lalu ia kembali ke ruangannya dan berjalan menjauh meninggalkan simpanan kedua ayahnya Mira sekertaris Mira juga ikut masuk kedalam ruangan Mira karena hendak menyerahkan dokumen dokumen penting kepada Mira.


simpanan kedua ayahnya Mira yang melihat Mira menerima kotak makan pemberian nya dengan wajah datar pun merasa tidak puas "kenapa dia menerima dengan wajah datar?" guman simpanan kedua ayahnya Mira bertanya tanya dalam hati "bahkan saat melihat ku dia biasa saja" guman simpanan kedua ayahnya Mira lagi dengan gelisah karena melihat Mira yang tidak memberikan respon apa apa dan hanya menunjukkan wajah datar saja simpanan kedua ayahnya Mira pun pergi dengan rasa kesal dan tidak puas karena tidak ada respon yang menarik dari Mira.

__ADS_1


dan disisi lain didalam ruangan Mira sekertaris Mira ingin bertanya tentang pendapat Mira soal wanita paruh baya tadi tetapi melihat suasana hati Mira yang seperti sedang buruk sekertaris Mira pun mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Mira tetapi Mira yang sudah tau kalau sekertaris nya pasti penasaran dengan wanita yang keliatan mirip seperti ibunya dan pasti ingin bertanya tentang responnya "apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Mira dengan suara datar "tanya saja" lanjut Mira mendengar perkataan Mira sekertaris Mira mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya "itu presiden wanita paruh baya tadi...." ucap seketaris Mira dengan ragu ragu "iya kenapa?" tanya Mira dengan datar "wanita itu kelihatan seperti nyonya besar" jawab seketaris Mira dengan ragu ragu dan tegang "lalu kenapa?" tanya Mira dengan dingin "wajah saja bisa mirip tapi sifat dan hal lainnya berbeda dari ibuku" lanjut Mira "ahaha iya anda benar presiden" ucap sekretaris Mira dengan cepat "nyonya besar sangat cantik anggun baik hati dan lembut tidak semua orang bisa seperti nyonya besar" lanjut sekertaris Mira lagi dengan eskpresi mengenang masa lalu "huff kamu benar seandainya ibuku masih ada disini" ucap Mira dengan sendu "itu semua salahku seharusnya aku menjadi lebih kuat lebih cepat agar bisa melindungi ibuku" ucap Mira yang sedang menyalahkan dirinya sendiri.


__ADS_2