Penghianatan

Penghianatan
Episode 62


__ADS_3

saat Mira sedang memainkan kecapi tiba tiba ada seorang laki laki yang datang ketaman itu juga laki laki menatap Mira dengan kagum dan menikmati permainan kecapi Mira yang sangat indah dan menenangkannya "akhirnya aku menemukanmu" guman laki laki itu pelan sambil tersenyum dan saat laki laki itu dengan tenang dan menikmati permainan kecapi Mira yang indah.


tiba tiba ada seorang wanita yang memeluk laki laki itu dari belakang "Ryan aku sudah mencarimu cukup lama" ucap wanita itu sambil memeluk laki laki yang bernama Ryan itu tetapi raut wajah laki laki itu seketika berubah dan langsung melepaskan pelukan wanita tersebut "jangan pernah sembarangan menyentuh ku" ucap laki laki itu dengan kesal.


melihat sikap laki laki itu wanita itu kecewa dan patah hati "Ryan aku tunangan mu yang sudah ditentukan oleh ayah mu tidak bisakah kamu menerima ku sedikit saja" ucap wanita itu dengan raut wajah yang berharga "tidak bisa dan jangan membuat keributan disini kamu akan mengganggu nona yang sedang bermain kecapi itu" ucap laki laki itu lalu berbalik kembali menatap Mira yang sedang bermain kecapi dengan lembut.


melihat laki laki itu yang menatap Mira dengan lembut wanita itu merasa sangat cemburu ia berfikir bahwa Mira lah yang telah merebut tunangannya siapa wanita itu kenapa Ryan menatapnya dengan tatapan lembut" guman wanita itu dalam hati bertanya tanya karena laki laki itu tidak pernah menatap wanita manapun dengan tatapan lembut begitu.

__ADS_1


lalu tiba tiba Deo datang dan Deo melihat Mira yang sedang bermain kecapi dengan indahnya Mira terlihat sangat cantik elegan lembut dan anggun "cantik banget" guman Deo lalu Deo pun ikut menikmati permainan kecapi Mira yang indah setelah tidak beberapa lama Mira selesai memainkan kecapi ia melihat kearah Deo dan tersenyum manis lalu menghampiri nya.


laki laki itu berfikir Mira ingin menghampiri nya ia sangat kaget dan senang "mungkin dia masih mengingat diriku" guman laki laki itu dalam hati dengan penuh rasa senang dan berdebar tetapi berbeda dari dugaan nya ternyata Mira berjalan kearah Deo dan memeluk Deo yang tepat berada disamping laki laki itu "kamu udah datang de" ucap Mira sambil memeluk Deo "iya ini udah aku beli cemilannya" ucap Deo sambil menunjukkan cemilan yang ia beli.


"emm ya udah duduk disana yuk" ajak Mira "ok kamu pinter main kecapi ya ra" puji Deo kepada Mira mendengar pujian Deo telinga Mira sedikit merah "hah gak juga kok" ucap Mira malu saat mereka sedang mengobrol dan hendak berjalan menuju sebuah pondok bambu laki laki itu tiba tiba memuji permainan kecapi Mira "permainan kecapi anda sangat bagus nona" puji laki laki itu sambil tersenyum lembut "ah terima kasih" ucap Mira singkat lalu tiba tiba tunangan laki laki itu juga ikut memuji permainan kecapi Mira " tetapi permainan kecapi anda sungguh bagus nona" puji tunangannya laki laki tersebut.


"kapan kapan tolong ajarin saya" lanjut tunangannya laki laki tersebut sambil menggandeng tangan laki laki tersebut "oh kalau ada waktu pasti saya ajarin" ucap Mira datar dan tersenyum formal lalu lanjut memegang tangan Deo dan berjalan menuju pondok bambu dekat sungai "sayang ayo kesana pondok bambu yang dekat sungai itu" ajak Mira dengan semangat "baiklah sayang ayo kita kesana" ucap Deo sambil tersenyum manis melihat Mira yang begitu bersemangat.

__ADS_1


mendengar perkataan tunangannya itu laki laki itu bertambah kesal "bukan urusanmu jangan pernah mencampuri urusan ku" ucap laki laki itu dengan nada dingin dan membunuh lalu berjalan pergi meninggalkan tunangannya itu sendirian tanpa berbalik kebelakang melihat laki laki itu yang pergi begitu saja dan bersikap dingin terhadap nya wanita itu pun kesal "akulah tunangan mu dan calon istri mu kenapa kamu malah menatap wanita lain dengan tatapan lembut terlebih lagi wanita itu sudah memiliki kekasih" ucap tunangannya laki laki itu dengan kesal "sebenarnya siapa wanita itu dia bahkan tidak mengenal Ryan bagaimana bisa Ryan menatapnya dengan lembut?" tunangan laki laki itu pun bertanya tanya.


lalu melihat kearah Mira dan Deo yang sedang duduk dipondok bambu dan bermesraan disana ia melihat Mira yang sangat bahagia dan tersenyum lebar dan manis "kapan aku bisa diperlakukan seperti wanita itu oleh Ryan" ucap tunangan laki laki itu dengan sendu lalu berjalan pergi menjauh dari tempat Mira dan Deo.


Mira dan Deo sangat menikmati waktu yang mereka habiskan bersama sama Deo tiba tiba bertanya kepada Mira bagaimana kalau setelah satu hari pertunangan mereka langsung menikah saja "ra gimana kalo setelah pertunangan kita besok besok lagi kita langsung nikah?" tanya Deo dengan wajah tegang dan memelas melihat wajah tegang dan memelas Deo Mira tidak bisa menahan tertawa nya karena melihat dua ekspresi yang bercampur menjadi satu diwajah Deo.


"pufff hahahaha" Mira pun akhirnya tertawa karena tidak bisa menahan tawanya lagi Deo pun bertanya tanya kenapa Mira tertawa " kenapa tertawa ra?" tanya Deo kebingungan "karena ekspresi kamu lucu banget" jawab Mira sambil tertawa "apanya yang lucu orang lagi serius kok" ucap Deo sambil cemberut.

__ADS_1


"jangan marah dong bayi besar ku kalo aku setuju aja" ucap Mira sambil mencoba membujuk Deo "ra aku janji........" belum sempat selesai Deo berbicara sudah disela oleh Mira "gak usah kebanyakan ucap janji langsung buktikan pakek tindakan" ucap Mira dengan wajah serius "emm aku tau tenang aja" ucap Deo "aku kasih tau nanti sama keluarga kita ya" ucap Deo senang dan bersemangat.


sedangkan disisi lain pemandian laki laki yang bernama Ryan itu memikirkan Mira yang begitu lengket dengan Deo ditaman tadi ia berfikir Mira tersenyum manis dan berjalan kearahnya ternyata kearah Deo ia sangat kecewa dan patah hati "apakah ia sudah tidak ingat denganku lagi?" guman laki laki itu bertanya tanya "dia juga sudah memiliki kekasih ia juga terlihat sangat mencintai kekasihnya itu" guman laki laki itu pelan dengan dengan rasa sakit yang menusuk dadanya laki laki itu sangat sakit hati melihat Mira yang begitu lengket dengan Deo.


__ADS_2