
Setelah selesai menelpon dan melapor kepada tuan alfon secara lisan pria berbaju hitam itu pun mengemudi dan kembali keprusahaan one grup sedangkan wanita simpanan kedua Veer yang sedang dihajar dan dipukuli oleh wanita simpanan Veer yang pertama dan putrinya yang kesal atas perbuatan wanita simpanan Veer yang kedua bersama putranya itu yang meminjam uang kepada retenir dalam jumlah besar da atas nama mereka.
Yang membuat mereka harus membayar semua itu dengan penderitaan sedangkan mereka sepasang ibu dan putranya malah bersenang senang dengan uang itu diluar sana “dasar ja***lang kau dan putra brengsekmu itu beraninya meminjam uang atas nama kami” ucap wanita simpanan Veer yanga pertama sambil menjambak kuat rambutnya “iya itu mebuat aku harus menjual diriku kepada retenir itu gara gara utang kalian” ucap putri dari wanita simpanan Veer yang pertama dengan kesal dan penuh kebencian.
“itu bukankah lo udah ngejual diri dari dulu ya jadi kalo jual diri lagi gak apa apa lah” ucap wanita simpanan Veer tidak tau malu mendengar ucapan itu wanita simpanan Veer yang pertama dan putrinya sangat kesal dan marah wajah mereka langsung terlihat suram “ibu apa perlu aku carikan orang yang mencari pendonor organ?” tanya putrinya wanita simpanan pertama Veer dengan sinis “carilah nak kita akan menjual organ pelacur ini dan melunasi utang kita lalu pergi keluar negeri untuk memulai hidup baru” jawab wanita simpanan pertama Veer dengan tersenyum sinis kearah wanita simpanan kedua Veer yang sedang diikat dikursi.
Mendengar dan melihat tatapa mereka pun wanita simpanan Veer yang kedua ini pun ketakutan “apa yang mau kalian lakukan?” tanya wanita simpanan Veer yanng kedua dengan ketakutan “ada apa udah mulai ketakutan lo?” tanya wanita simpanan Veer yang pertama balik sambil tersenum sinis memegang pisau dapur melihat pisau yang dapur yang tajam itu pun wanita simpanan Veer yang kedua sangat ketakutan.
“apa yang kalian ingin lakukan putraku akan segera menjadi presiden one grup kalian jangan macam macam” wanita simpanan kedua Veer mencoba mengancam mereka mendegar ucapan itu ibu dan anak itu tertawa terbahak bahak “ngelawak lo ye” ucap putri dari wanita simpanan pertama Veer sambil tertawa “udah gila kali dia” ucap wanita simpanan Veer yang pertama sambil tertawa.
“jangan gila ya putramu yang tidak berguna itu mana mungkin bisa menjadi presiden one grup” ucap wanita simpanan Veer yang pertama sambil tersenyum mengejek “iya kalo jadi pun one grup pasti hancur dalam beberapa detik saja” lanjut putri wanita simpanan Veer yang pertama sambil tersnyum mengejek dan melihat dengan tatapan merendahkan.
Mendengar hinaan dan ejekan dari sepasang ibu dan anak itu pun membuat waita simpanan Veer yang kedua sangat kesal dan marah karena mereka bukan hanya menghina dan mengejeknya saja tapi juga mengejek putra sematawayangnya “EMAMG KALIAN SEHEBAT APA HAH?” “BERANINYA KALIAN MERENDAHKAN PUTRAKU” teriak wanita simpanan Veer yang kedua dengan marah “heng jika putramu itu sangat berbakti dan menyayangimu kenapa dia tidak datang mencarimu?” tanya putri dari wanita simpanan pertama Veer “iya kau udah hilang semalaman dan paginya juga belum pulang kenapa dia tidak datang mencarimu?” tanya wanita simpanan Veer yang pertama lagi.
mendengar hal itu wanita simpanan Veer yang kedua merasa benar juga kenapa putranya tidak datang mencarinya padahal ibunya sudah hilang semalaman dan belum pulang juga hingga pagi.
__ADS_1
apa ia bahkan tidak lapor polisi itu membuat wanita simpanan Veer yang kedua kecewa kepada putranya "pasti ia sedang bermain wanita berjudi dan minum minuman keras lagi"guman wanita simpanan Veer yang kedua.
ia sangat kecewa kepada putranya hingga ia berharap Mira lah yang menjadi anaknya dan berharap menjadi ibunya Mira saja walaupun akan mati muda karena dibunuh oleh simpanan suaminya sendiri.
tetapi setidaknya ia mempunyai putri yang peduli akan hidup dan matinya bahkan menyanyanginya dan membalaskan dendam nya menjadi orang sukses memimpin sebuah perusahaan besar dan diakui oleh semua pihak.
ia merasa sangat kecewa kepada putranya ia sangat sedih sampai tidak tahan dan meneteskan air matanya "hiks hiks hiks" "kenapa aku mempunyai putra yang bahkan tidak menyayangi aku sebagai ibunya" guman wanita simpanan Veer yang kedua sambil menangis.
melihat wanita itu menangis ibu dan anak pun menjadi bigung kemudian mereka meninggalkan wanita simpanan Veer yang kedua sendiri disana dan mereka pergi kepantai untuk mencari remis untuk dimasak dan dimakan saat makan siang.
dan setelah dua jam perjalanan karena jalanan agak macet jadi Mira tidak bisa ngebut ia pun sampai dirumah ayahnya dipedesaan saat setelah dijalan pedesaan ia melihat Marcus yang sedang dari warung ibunya Nina dan hendak mengangkat sebuah karung yang besar.
ia pun memanggilnya dan bertanya dia akan pergi kemana "Marcus kamu mau pergi kemana?" tanya Mira Marcus pun berbalik dan bengong sebentar karena ini pertama kalinya Mira mengajak nya berbicara.
"aa aku mau kerumah paman Sekar" jawab Marcus tersadar "ya udah naik aja aku juga mau pulang" ucap Mira Marcus merasa tidak enak karena tubuhnya kotor dan barang yang ia bawa juga kotor ia takut mobil Mira menjadi kotor dan bau.
__ADS_1
jadi ia pun menolak " gak usah nona barang bawaan saya kotor" ucap pemuda itu sambil tersenyum "tidak apa apa naiklah " ucap Mira dan karena Mira terus menyuruhnya naik ia pun naik dan meletakkan barangnya kebagasi mobil.
lalu ia naik kemobil Mira didalam mobil pemuda itu sangat tegang karena duduk disampingnya Mira ini pertama kalinya ia sangat dekat dengan Mira dan duduk disampingnya.
ia pun gugup ia memperhatikan Mira yang sedang mengemudi"cantik banget " guman pemuda itu dalam hati setelah beberapa menit mereka sampai juga pemuda itu pun segera turun.
ia membuka bagasi dan mengangkat turun karung besar yang ia bawa tadi lalu Mira pun memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil Deo yang mendengar suara mobil Mira pun keluar untuk menyambut Mira.
"RA" panggil Deo kuat Mira pun langsung melihat kearah Deo sambil tersenyum
Deo langsung berlari kearah Mira dan memeluk nya dengan erat seolah olah mereka sudah bertahun tahun tidak bertemu dan baru ini ketemu kembali.
kakeknya Mira juga keluar dan menyambut Mira "cucuku sudah pulang" ucap Kakek Mira dengan semangat dan mengangkat Deo pergi menjauh lalu ia pun memeluk Mira.
__ADS_1