Penghianatan

Penghianatan
Episode 11


__ADS_3

Lalu ayahnya Deo memapah ayahnya Mira kekamanya setelah mengantar ayahnya Mira kekamar ia pun keluar dan menutup pintu kamarnya “seandainya kamu masih hidup Misella” guman ayahnya Deo pelan. Lalu berjalan kemabali kekamarnya.


Keesokan paginya semua orang sudah duduk dimeja makan untuk makan bersama dan menunggu Mira yang belum bangun. Setelah menunggu lumayan lama Mira pun turun ia berjalan menuju ayahnya Deo.


“selamat pagi paman” sapa Mira sambil memeluk ayah Deo.


“emm selamat pagi tuan putri kecil”balas ayahnya Deo sambil membalas pelukan Mira.


“baiklah ayo duduk dan makan” ajak ayahnya Deo.


“baiklah” jawab Mira sambil menarik kursi yang ada disamping ayahnya Deo.


“kenapa kamu tidak duduk disamping ayahmu saja?” tanya ayahnya Deo.


“apa aku tidak boleh duduk disamping paman” ucap Mira sambil memelas.


“baiklah duduklah sesuka hatimu” jawab ayahnya Deo tak berdaya.


“elu manja bet sih ra” ucap Deo yang sedang makan.


“apaan siih sok akrab banget sih” balas Mira.


“ udah makan dulu” ucap ayahnya Mira mencoba menghentikan perdebatan mereka.


Lalu mereka pun berhenti berdebat dan makan dengan tenang setelah makan Mira bersiap siap untuk pergi kebekerja sedangkan Deo juga sudah disuruh ayahnya untuk mengurus perusahaan mereka walaupun Deo sedikit enggan tapi ia tetap melakukannya berkat dorongan Mira.


Saat Mira tiba dikantor dan baru memasuki ruangannya tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


“TOK TOK TOK”


“ boleh saya masuk ceo?” terdengar suara dari luar.


“masuklah” jawab Mira.


Kemudian seketaris Mirapun masuk dengan membawa banyak dokumen yang cukup banyak.


“emm sepertinya kamu selalu membawa dokumen yang banyak setiap datang keruangan saya” sambil tersenyum.


“ karena jika saya tidak memberikannya ini akan menumpuk dimeja saya” kata seketaris itu dengan wajah serius.


“emmm maaf aku akan memberimu libur selama satu bulan tapi carikan aku penggantimu” kata Mira sambil memeriksa dokumen yang dibawa oleh seketarisnya tadi.


“ benerkah terima kasih ceo” uucap seketaris tersebut dengan gembira.


“ tentu saja” kata Mira sambil tersenyum.


“emm baiklah ceo, oh ya ceo ada yang ingin saya sampaikan grup rensis menyerahkan prooyek besar kepada kita yang bernilai triliunan” ucap seketaris Mira sambil menyerahkan proposal proyek tersebut.


“apa benarkah?” tanya Mira terkejut.

__ADS_1


“benar ceo” jawab seketaris Mira tersebut.


“baiklah letakkan proposal itu dimeja” ucap Mira.


“baik ceo” jawab seketaris Mira.


“saya permisi dulu ceo” ucap seketaris Mira.


“baiklah” jawab Mira.


Kemudian seketaris Mira pun keluar sedangkan Mira sedang melihat proposal yang diberikan seketarisnya tersebut “gila proyek ini memiliki keuntungan triliunan kenapa paman memberikannya padaku” guman Mira pelan. Lalu Mira pun ingin menelpon ayahnya Deo untuk berteeima kasih karena sudah memberikan proyek sebesar ini kepadanya.


“BERDERING”


“halo Mira ada apa?” tanya ayah Deo.


“paman apakah paman yang memberikan proyek besar padaku?” tanya Mira balik.


“oh iya itu paman berikan sebagai hadiah ulang tahunmu” jawab ayahnya Deo sambil tertawa kecil.


“paman beneran memberikan proyek yang menghasilkan triliunan itu padaku?” tanya Mira tak percaya.


“ya tentu saja” jawab ayahnya Deo.


“apa ada masalah?” tanya ayah Deo penasaran.


“tidak paman” jawab Mira.


“ aku sayang paman” lanjut Mira.


“sama sama sayang, paman juga menyayangimu” jawab ayahnya Deo.


“baiklah aku bekerja duluu ya paman” ucap Mira.


“baiklah semangat bekerjanya” ucap ayahnya Deo.


“baiklah paman bye bye” jawab Mira.


“bye bye tuan putri kecil paman” balas ayahnya Deo.


Lalu Mira menutup panggilan telpon dengan ayahnya Deo dengan gembira ia pun segera bekerja dengan giat ia mencoba memahami proposalnya dan menyelesaikan proyek besar lain ia juga meeting dan mengadakan pertemuan dengan pihak pihak yang bersangkutan.


Dan Mira benar benar seorang wanita yang gila kerja ia berkerja tanpa istirahat dan terus bekerja den mengabaikan keberadaan orang orang yang ada disekitarnya bahkan saat Velix mengantarkan makanan untuknya tidak ia hiraukan dan masih tetap sibuk bekerja.


Melihat sikap Mira yang acuh tak acuh padanya dan hanya sibuk dengan pekerjaannya dan juga dengan dokumennya membuat Velix kesal karena dari dulu Mira selalu sibuk dengan pekerjaannya dan tidak pernah benar benar memperhatikannya.


Velix kemudian mengingat saat mereka bersama dulu juga Mira sibuk bekerja tidak dikantor mapun dirumah Mira hanya sibuk bekerja dan memperhatikan dokumennya bahkan ia sibuk pergi dinas keluar negeri dan sangat jarang memiliki waktu untuk dirinya dan hanya mementingkan pekerjaannya saja.


Karena sikap Mira yang acuh tak acuh padanya Velix pun keluar dari kan ruangan Mira dan melanjutkan pekerjaanya. Hingga malampun tiba tapi Mira masih belum menyadari bahwa malam sudah tiba dan ini sudah tepat jam sepuluh malam.

__ADS_1


Deo yang mendengar kabar dari bawahannya bahwa Mira masih ada dikantor dan bekerja bahkan melewatkan makan siangnya dan makan malamnya ia langsung berangkat menuju perusahaan one grup sesampainya disana ia langsung masuk masuk keruangan Mira tanpa mengetuk pintu bahkan saat Deo masuk Mira masih belum menyadari keberadaannya..


Deo yang kesal meliaht sikap Mira pun memukul meja “ BRRRRRAAAAKKKKKKK” .



“ Mira Sekar apa kau tau ini sudah malam” ucap Deo dengan nada kesal.


“hah?” Mira terlihat kebingungan.


Deo semakin kesal meliat ekspresi Mira yang kebingungan kemudian Deo pun mengendong Mir untuk pulang Mira pu kaget melihat Deo yang menggendongnya tiba tiba.


“lu ngapain turunin gue” ucap Mira.


“gak kita pulang sekarang” ucap Deo dengan kesal.


“iya tapi gue bereskan dulu dokumen gue” ucap Mira mencoba bujuk Deo untuk menurunkannya.


“ emm ya udah cepet” jawab Deo.


Kemudian Mira pun memebereskan baranngnya dengan cepat dan keluar dari ruangannya kemudian menguncinya Deo yang tidak sabaranpun langsung menggendong Mira keluar dari perusahaan dan mereka sudah sampai dipintu perusahaan mereka bertemu dengan Velix yang baru akan pulang karena lembur.


Deo yang sudah kesal pun tidak meghiraukan keberadaan Velixdan menggendong Mira masuk kedalam mobil dan memangkunya dan memeluknya Mira dalam pelukannya Velix yang melihat hal itu sangat lah cemburu.


Rasa cemeburu terus membakar hatinya “ DEO FLORENSIS” guman Velix penuh rasa kecemburuan dan kebencian. Saat mobil Deo sudah jauh Velix pun berjalan keparkiran dan pulang keapartemennya sedangkan disisi lain Mira yang terlihat sedikit gelisah karena melihat Deo yang marah padanya.


“Deo elu masih marah?” tanya Mira pelan.


“o”


“o”


“o”


Panggil Mira terus Deo yang kesal pun langsung mencium Mira agar dia biasa diam Mira yang kagetkarena Deo tiba tiba menciumnya pun langsung mendoroang Deo menjauh.


“lu ngapain?” tanya Mira kesal.


“kamu nanya?” goda Deo sambil tersenyum.


Supir yang sedang mengemudi pun telinganya menjadi merah melihat Deo yang mencium Mira.


Sedangkan Mira yang kesal karena digoda oleh Deo ketika Mira kesal maka terjadilah kehingan yang sangat tidak diinginkan karena kelelahan Mira pun tertidur dipelukan Deo.


Mira tertidur sangat nyenyak dipelukan Deo saat Mira tertidur Deo terus menatapnya dengan dalam dan tersenyum manis melihat Mira yang tidur dipelukanya dan tertidur dengan lelap.


“kok manis banget sih pas lagi tidur” guman Deo pelan.


Setelah satu jam perjalanan mereka pu sampai dikediaman Sekar supir membunyikan klason untuk mengirim sinyal kepada petugas keamanan.

__ADS_1


“ TIN TIN TIN “


Mendengar suara klason obil petugas keamanan langsung membukakan gerbang setelah mengecek mobil yang akan masuk dari cctv.


__ADS_2