Penghianatan

Penghianatan
Episode 12


__ADS_3

Lalu Deopun mengendong Mira turun dari mobil saat Deo baru masuk ayahnya Deo bertanya kenapa mereka baru pullang sekarang dan ada apa dengann Mira.


“Deo kenapa kalian baru pulang?” tanya ayah Deo dengan penasaran.


“tanyakan saja pada tuan putri kesayanganmu ini setelah dia bangun” jawab Deo terlihat kesal.


“emangnya ada apa?” tanya ayah Deo lagi.


“dia pasti bekerja tanpa beristirahat kamu mungkin tidak tau karena kamu baru pulang Gito tapi Mira itu sangat gila kerja” jawab ayahnya Mira sebelum dijawab oleh Deo.


“apaaaa jadi ia tidak beristirahat sedikitpun?” tanya ayahnya Deo terkejut.


“iya ayah dia melewatkan makan siang dan makan malamnya” jawab Deo.


“dasar anak ini aku akan memarahinya saat dai bangun nanti” ucap ayah Deo.


“baiklah ayah aku bawa Mira kekamarnya dulu” kata Deo sambil berjalan menggendong Mira keatas.


“baiklah” jawab ayahnya Deo.


Setelah Deo mengendong Mira keatas ayahnya Deo pun bertanya kepada sahabatnya itu kenapa putrinya bisa menjadi gila kerja.


“Veer bagaimana Mira bisa menjadi gila kerja?” tanya ayahnya Deo sedikit kecewa.


“mungkin karena aku” jawab ayahnya Mira sendu.


“apa?” kata ayahnya Deo bigung.


“ya karena diriku Mira jijik saat melihatkku dia juga merasa sesak berada didekatku” lanjut ayahnya Mira.


“mungkin itu hanya perasaanmu Veer” ucap ayahnya Deo mencoba menghibur sahabatnya itu.


“tidak aku pernah dengar Mira mengatakan itu kepada seketarisnnya” kata ayah Mira kepada sahabatnya itu.


“bahkan Mira ingin segera keluar dari rumah ini dan ingin tinggal sendiri karena tidak tahan berada didekatku” lanjut ayahnya Mira dengan raut wajah sedih.


“tidak mungkin Mira mengatakan itu hanya karena emosi sesat” ucap Gito mencoba menghibur dan menyangkal apa yang dikatakan sahabatnya itu.


“tidak itulah kenyataannya putriku sama sekali tidak menyukaiku dia membenciku karena akulah yang membunuh ibunya aku membawa selingkuhanku masuk kerumah ini” ucap ayahnya Mira penuh penyesalan sambil menangis.


Ayahnya Deo tidak tau harus melakukan apa selain memeluk sahabatnya itu yang menangis sejadi dan Deo yang menyasikan dan mendengar semua pembicaraan ayahnya dengan ayahnya Mira pun mengetahui kenapa Mira selalu bersikap dingin dengan ayahnya dan bahkan terlihat jijik dan risih saat berada dekat dengan ayahnya ternyata Mira tidak bisa melepaskan simpul dihatinya.


Mira tidak bisa melupakan apa yang dilakukan ayahnya kepada ibunya dimasa lalu Deo pun mengerti perasaan Mira selama ini dia berfikir mungkin jika dia yang menjadi Mira ia tidak akan sekuat itu dan dai juga pasti akan bersikap seperti kepada ayahnya Setelah mengetahui semuanya Deo segera kembali kekamarnya dan membersihkan tubuhnya lalu tidur.

__ADS_1


Keesokan paginya saat Mira sudah bangun dan bersiap siap ingin pergi kekantor



saat Mira turun kelantai bawah ayahnya Deo menghentiannya dan menyuruh Mira untuk makan sarapan bersama dulu baru berangkat kerja.


“Mira kemari sarapan dulu baru berangkat” perintah Gito.


“baiklah paman” jawab Mira.


Saat Mira mau menarik bangku yang ada disamping ayahnya Deo ,ayahnya Deo malah menahan kursinya.


“ada apa paman?” tanya Mira kebingungan.


“disini ada kursi kosong kamu bisa duduk dekat ayahmu dan paman bukan” jawab ayahnya Deo.


“oh emm paman aku sudah telat aku berangkat dulu nanti aku akan sarapan dikantor” kata Mira sambil ingin berjalan pergi.


Saat Mira ingin berjalan pergi langkahnya dihentikan oleh ayahnya Deo yang tiba tiba memegang tangannya.


“Mira kammu sudah harus bisa lepas dari bayang bayang asa lalu nak” ucap ayah Deo.


Mira yang mendengar perkatan ayahnya Deo seketika ekspresinya berubah dia seketika merasakan amarah yang bergejola dalam dirinya tapi dia mencoba menahannya.


“Mira ayahmu juga sudah sangat menyesali perbuatannya” lanjut ayahnya Deo.


“lalu?” tanya Mira dengan dingin.


“jadi lupakanlah masa lalu dan hidup dilembar yang baru” jawab ayahnya Deo.


“oh jadi jika dia menyesali perbuatannya ibuku bisa kembali tuan Florensisi” ucap Mira dengan dingin dan menatap ayahnya Deo dengan tajam.


“Gito biarkan Mira pergi kekantor dia sangat sibuk” ucap ayahnya Mira mencoba menyuruh sahabatnya itu untuk berhenti memaksa Mira.


“tidak ini harus diselesaikan sekarang Veer” ucap ayahnya Deo.


“dengakan saya tuan Florensis jika kamu ingin saya menyelesaikan simpul dihati saya maka kembalikan ibu saya yang sudah pergi” kata Mira sambil menatap ayahnya Deo dan ayahnya dengan tatapan membunuh yang kuat.


Setelah mengatakan itu Mira pun berjalan pergi sementara Gito masih duduk terdiam ia tak menyangka kebencian Mira terhadap sahabatnya sebesar itu ia tak menyangka gadis keci yang imut yang ia kenal dulu sudah tumbuh menjadi seorang wanita yang dingin dan kejam.


Melihat hal itu Deo pun menasehati ayahnya untuk tidak membela satu pihak saja hanya karena ayahnya Mira itu sahabatnya.


“ayah jika kamu menjadi Mira dan merasakan apa yang dia rasakan apa kamu jugua akan memaafkan tuan Sekar?” tanya Deo kepada ayahnya.

__ADS_1


“.…………………………………………” ayahnya Deo tidak bisa menjawab dan hanya terdiam.


“ayah tidak bisa menjawa bukan sebab itu jangan mencampuri urusan mereka” kata Deo sambil beranjak dari kursinya dan berjalan pergi.


Setelah kepergian Mira dan Deo dari meja makan heningan pun terjadi diantara dua sahabat itu dan para pelayan yang melihat keheningan itu menjadi gelisah untungnya kepala pelayan datang menyurh mereka untuk pergi dulu.


Kedua sahabat itu menjadi diam tak bersuara ayahnya Mira beranjak dari kursinya dan berjalan pergi menuju kamarnya dan ayahnya Deo berjalan menuju kamarnya sendiri juga . sedangkan Mira dikantor melampiaskan semua amarahnya dikantor dengan bekerja teryus menerus total hari ini Mira sudah menandatangani 10 kontrak yang memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang besar.


Setelah selesai dengan proyeknya Mira pun memanggil seketarisnya untuk datang keruangannya seketarisnya pun langsung datang.


“TOK TOK TOK”


“masuk” jawab Mira.


Seketaris Mira pun masuk


“ambil semua barang barang ku dan pindahkan kevilla dipengunungan yang baru aku beli” perintah Mira.


“baik ceo” jawab seketaris Mira menerima perintah.


“ingat jangan ada satupun barang yang tertinggal” ucap Mira dingin.


“baik ceo” jawab seketaris Mira dengan gugup karena ketakutan melihat suasana hati Mira yang sedang tidak baik.


Lalu seketaris Mira segera pergi kekediaman besar Sekar bersama beberapa orang saat seketaris Mira dan beberapa orang masuk kepala pelayan kebingungan dan bertanya kepada seketaris Mira.


“ada apa ini kenapa kalian membawa pergi semua barang nona?” tanya kepala pelayan dengan kebingungan.


“ini perintah dari ceo pak” jawab seketaris Mira.


Lalu lanjut memberikan intruksi kepada para pekerja itu untuk hati hati saat memindahkan barang Mira.


“ada apa ini?” tanya ayahnya Deo yang baru dari kamarnya.


“ceo meminta untuk memindahkan barang barangnya kevilla pribadinya” jawab seketaris Mira.


“AAAPPPAAAA” ayah Deo terkejut ia tak menyangka reaksi Mira terhadap kejadian tadi pagi begitu besar.


“hentikan aku akan berbicara kepada Mira sekarang” ucap ayahnya Deo mmencoba menghentikan mereka.


“maaf tuan Florensis ini perintah ceo tidak bisa dilanggar” ucap seketaris Mira dengan tegas.


Ayahnya Deo pun mencoba menghubungi Mira tapi Mira tidak juga menjawab panggilan tersebut padahal telponnya berdering.

__ADS_1


__ADS_2