Penghianatan

Penghianatan
Episode 18


__ADS_3

Disisi lain ayahnya Mira sudah mengetahui kalau yang menatap Mira dengan tatap membunuh direstoran adalah Vivi Losta seketika ayahnya Mira sangat murka bahkan saat ia tahu bahwa Vivi Losta itu adalah anak dari simpanannya dulu yag membunuh istrinya.


“AKKKHHHHHH SIALAN ternyata ada itu hanya pura pura mati saja sialan” Veer mengumpat.


“tenang tuan jika tuan mau saya bisa membereskannya” ucap kepala pelayan tersebut.


“aku ingin kau menangkapnya sekarang dan bawa dia kepenjara bawah tanah” perintah Veer.


“dan siapkan mobil aku akan perfi menemui pelacur itu” lanjut Veer.


“baik tuan” kepala pelayan menerima perintah.


Lalu kepala pelayan menyiapkan mobil lalu mengatur orang untuk mengkap Vivi Losta disisi lain Veer sedang menuju perjalanan menemui ibunya Vivi Losta setelah satu jam perjalanan Veer sampai juga lalu Veer langsung menemui ibunya Vivi Losta..Disisi lain ayahnya Mira sudah mengetahui kalau yang menatap Mira dengan tatap membunuh direstoran adalah Vivi Losta seketika ayahnya Mira sangat murka bahkan saat ia tahu bahwa Vivi Losta itu adalah anak dari simpanannya dulu yag membunuh istrinya.


“AKKKHHHHHH SIALAN ternyata ada itu hanya pura pura mati saja sialan” Veer mengumpat.


“tenang tuan jika tuan mau saya bisa membereskannya” ucap kepala pelayan tersebut.


“aku ingin kau menangkapnya sekarang dan bawa dia kepenjara bawah tanah” perintah Veer.


“dan siapkan mobil aku akan perfi menemui pelacur itu” lanjut Veer.


“baik tuan” kepala pelayan menerima perintah.


Lalu kepala pelayan menyiapkan mobil lalu mengatur orang untuk mengkap Vivi Losta disisi lain Veer sedang menuju perjalanan menemui ibunya Vivi Losta setelah satu jam perjalanan Veer sampai juga lalu Veer langsung menemui ibunya Vivi Losta.


“KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MEMBUAT PUTRIKU YANG MASIH MUDA MENJADI PELAYAN PUTRIMU DAN MELAYANINYA” lanjut wanita itu dengan suara yang lebih lantang.


“ PLAK “


“dasar wanita gila tidak salah aku memasukakan mu rumah sakit jiwa” ucap Veer dengan dingin.


“berani sekali kaumembuat drama seperti itu” lanjut Veer kesal.

__ADS_1


“HAHAHAHHAHAHAHAHHAHA KAU SUDAH TERLAMBAT MENGETAHUINYA SEKARANG PUTRIKU USDAH BEBAS DAN DIA AKAN MEMBALAS PERLAKUKAN YANG KAMI PERLAKUAN YANG BURUK YANG KAMI DAPATKANDARI KELUARGA SEKAR” ucap wanita itu dengan suara yang sangat lantang didepan Veer.


“jangan berbangga diri wanita ****** jika putrimu berani menyakiti putri semata wayang ku jangan harap dia bisa kabur” balas Veer dengan nada dingin.


“kau tidak tau kekuatan apa yang ada dibelakang putriku itu” lanjut Veer.


“heng memang kekuatan apa yang dia miliki selain keluarga Sekar” kata wanita itu sambil mengejek.


“kau memang wanita bodoh kau lupa kalau ibunya Mira adalah putri dari raja dunia bawah” ucap Veer mengejek balik.


“dengan menjentikan jarinya saja maka hidup putri mu akan berakhir” lanjut Veer.


“apppaa tidak mungkin jadi saat kematian Reina tidak terjadi apa” ucap wanita itu tak percaya.


“dasar bodoh saat istriku baru meninggal dibunuh olehmu apa kau tidak sadar ada mobil yang ingin menabrak mu dan putri bodoh mu bahkan perusahaan ku sudah bangkrut” kata Veer sambl memandang rendah wanita yang sudah terduduk dilantai.


“tapi karena Mira pergi berdiskusi dengan kakeknya maka perusahaanku tidak jadi bangkrut dan kau dan putrimu masih hidup”lanjut Veer.


“aaappppaa tidak mungkin bagaimana bisa tidak putriku tidak putriku TTTTIIIIDDDAKKKK”wanita itu terduduk lemas dan putus asa.


Saat Veer baru saja kembali kepala pelayan datang dan melapor kalo dia sudah menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.


“tuan aku sudah menangkap nona Losta” lapor kepala pelayan tersebut.


“baiklah ayo kesan sekarang” kata Veer sambil berjalan menujju ruang bawah tanah bersama kepala pelayan.


Mereka pun berjalan menuju bawah tanah dan Veer menatap Vivi dengan tatapan dingin Vivi yang melihat Veer sangat panik karena ia sudah ketauan.


“hallo kita bertemu lagi putriku” sapa Veer dengan suara yang dingin.


“atau bisa dibilang putri dari simpanan ku dulu” lanjut Veer.


Mendengar perkataan Veer Vivi sangat panik dan ketakutan karena mengetahui dirinya usdah ketauan “ bagaimana ini bagaimana dia bisa mengetahuinya” guman Vivi dalam hati.

__ADS_1


“kau tidak perlu panik begitu dong” ucap Veer dengan sinis.


“baiklah akuu ingin bertanya beberapa pertenyaan untuk mu” kata Veer sambil memegang cambuk.


“uang dari mana kau bisa operasi plastik dan mengubah identitasmu?” tanya Veer tidak sabaran.


“ ak…ku aku pergi ketepat ibuku saat aku masih kecil dulu” jawab Vivi dengan gemetar karena ketakutan.


“lalu saat kau sudah besar dari mana uang operasi plastikmu apakah kau menjadi pelacur ?” tanya Veer lagi.


“i…ya aku agar aku bisa hidup denga tenang hanya itu yang bisa kau lakukan” jawab Vivi gemetar ketakutan.


“ dan kau berani menyakiti putriku” ucap Veer kesal


“dan bahkan kau berani menatap putiku dengan tatapan membunuh setelah kau rebut prinya” lanjut Veer.


“aa…pp…aaa aku tidak” Vivi mencoba mengelak.


“bereskan dia layani nona muda ini dengan baik” kata Veer dengan dingin lalu berjalan pergi.


Mendengar hal itu Vivi sangat ketakukan sampai kencing dicelana dan Kepala pelayan menundukkan kepalanya tanda ia mengerti lalu ia menyuruh beberapa orang untuk melayani Vivi dengan baik tapi jangan sempat bocor lalu kepala pelayan itu berjalan pergi dan tidak menghiraukan jeritan minta tolong dari Vivi yang menjerit dengan histeris.


Setelah naik kembali keatas kepala pelayan dan menyiapkan makanan untuk Veer ia menghidangkan semua makanan diatas meja lalu Veer datang dan makan ia mengajak kepala pelayan uttuk makan bersamanya.


Lalu kepala pelayan pun duduk dimeja makan dan makan bersama Veer setelah selesai makan ayahnya Mira itu kembali kekamar nya untuk mandi lalu tidur disisi lain kepala pelayan mengecek Vivi yang dipenjara bawah tanah dikediaman Sekar.


Saat melihat orang orang suruhan nya sudah selesai melakukan pekerjaan mereka kepala pelayan menyuruh pelayan untuk meyajikan makanan enak untuk para penjaga ruang bawah tanah itu dan kepala pelayan juga memberikan sejumlah uang kepada mereka.


Lalu kepala pelayan berjalan mendekat kepada Vivi ia melihat Vivi dengan tatapan dingin ssedangkan Vivi yang terus meminta bantuan dengan suara lemas dan akhirnya pingsan karena tubuhnya tidak bisa menahannya lagi.


Kepala pelayan tidak memanggil dokter tetapi ia mengatkan kepada para penjaga itu untuk membangunkannya dengan air dingin jika ia tidak bangun juga setelah dua jam dan setelah ia bangun berikan makanan sisa yang ada dipiring yang diantar pelayan nanti.


Lalu kepala pelayan pun berjalan menjauh dan keluar dari ruang bawah tanah kemudian kepala pelayan itu menatap foto ibunya Reina dengan raut wajah sedih “nyonya saya pasti akan menjaga nona muda dengan baik” guman kepala pelayan pelan.

__ADS_1


“maaf tidak bisa melindungi anda dengan baik nyonya” guman kepala pelayan pelan lagi sambil meneteskan air mata ia mengingat mendiang ibunya Mira yang sangat baik padanya sehingga sekarang ia bisa hidup berkecukupan dan ia juga bisa membayar uang pengobatan ibunya jika tidak ada ibuny Mira ibunya psti usdah tiada.


Ia merasa sangat bersalah karena gagal melindungi penyelamat hidupnya dan bahkan anak dari penyelamat hidupnya yang kehilangan masa kecil yang seharusnya dirasakan anak seumurannya dan kehilangan kasih sayanng seorang ibu disuia yang masih sangat muda karena ia gagal melindungi penyelamat hidupnya.


__ADS_2