
semua keluarga menyambut Mira dengan hangat dan mengajaknya masuk untuk beristirahat dan makan malam bersama Veer juga mengajak pemuda itu untuk makan malam dan menginap disini semalam karena udah terlalu malam untuk pulang.
mereka pun makan bersama seperti keluarga setelah selesai makan Mira kembali kekamarnya untuk istirahat Deo pun hendak menyusul Mira tetapi Marcus tiba tiba memanggilnya.
"tuan muda" panggil pemuda itu Deo pun berbalik dan melihat pemuda itu dengan tatapan dingin karena tau perasaan pemuda itu kepada Mira tetapi Deo tetap mencoba tersenyum sedikit.
"ada apa?" tanya Deo datar "anu tuan muda jika anda ada waktu apakah anda bisa mengajari saya bermain Vidio game" jawab pemuda itu mendengar permintaan pemuda itu Deo diam sejenak baru menjawab lagi.
"emm itu lihat dulu apakah aku ada waktu soalnya belakangan ini aku cukup sibuk" ucap Deo "oh baiklah tidak masalah tuan muda" ucap pemuda itu lalu mengucapkan terima kasih.
setelah itu Deo pun langsung menyusul Mira kekamarnya lagi melihat Deo yang berjalan menuju kamar Mira ia hanya bisa mengepalkan tangannya dan tidak bisa berkutik.
lalu kembali keruang tamu dan duduk bersama Veer sedangkan kakeknya Mira sudah istirahat dikamarnya dan ayahnya Deo belum pulang dan masih mengurus masalah perusahaannya.
jadi pemuda itu duduk disampingnya Veer yang sedang duduk sambil menikmati teh manis panasnya Veer melihat wajah sedih dan suram pemuda itu ia mengerti perasaan pemuda itu.
tapi ia tidak bisa membantunya karena kini hati Mira dan matanya hanya tertuju kepada Deo seorang "ada apa nak?" tanya Veer dengan lembut kepada pemuda itu lalu pemuda itu pun melihat kearah Veer "paman" jawab pemuda itu dan meneteskan air mata karena tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
"paman kenapa ini terjadi padaku?" tanya pemuda itu sambil menangis Veer lalu menepuk dengan lembut bahu pemuda itu " terkadang tuhan hanya mempertemukan tapi tidak untuk memiliki" jawab Veer "kalau begitu tidak usah pertemukan" ucap pemuda itu dengan sendu.
"mungkin tuhan mengirim seseorang dihidupmu hanya untuk mengubah dirimu saja bukan untuk memberikannya kepada mu nak" Veer mencoba menjelaskan kepada pemuda itu
pemuda itu hanya tersenyum pahit mendengar ucapan Veer pemuda itu hanya tersenyum pahit "aku mengerti paman ini memang salah ku sendiri juga yang jatuh cinta karena sebuah foto" ucap pemuda itu sambil tersenyum pahit.
lalu ia kembali ia pergi tidur diruang tamu Veer pun mengambil selimut untuknya lalu Veer juga masuk kekamar nya dan beristirahat pemuda itu tidak bisa tidur karena memikirkan Mira.
ia terus terbayang sosok Mira ia juga terus berfikir seandainya ia menjadi Deo sehari saja lalu pemuda itu tertidur saat ia bangun ia melihat Mira yang sedang tidur nyenyak disampingnya sambil memeluk dirinya.
ia pun kaget dan langsung berdiri dan bangkit dari tempat tidur dan melihat kearah cermin ia melihat dirinya menjadi Deo "de lu kok cepet banget bangunnya?" tanya Mira heran pemuda itu pun dengan sigap menjawab "aa itu karena aku tiba tiba teringat sesuatu" jawab pemuda itu cepat.
lalu Mira pun menghampiri pemuda itu dan memeluknya " emm ok" ucap Mira melihat Mira yang memeluknya ia pun kaget dan senang ia langsung memeluk Mira balik dengan erat bahkan ia juga mencium kening Mira seperti biasa yang Deo lakukan.
ia pun mencoba menguji nya dengan menyuapi Mira didepan Deo yang sedang ada ditubuhnya ia menyuapi Mira dengan mesra dan Mira juga menyuapinya dan sesuai dugaannya Deo memasuki tubuhnya pemuda itu sangat senang tetapi juga cemas.
ia pun melihat Deo yang berkerja keras menjadi dirinya sedang dia hanya menikmati waktu bersama Mira dengan bahagia ia memeluk Mira dan menyuapinya makan Mira juga bersikap manja kepadanya.
pemuda itu juga mengajak Mira mendaki gunung bersamanya mereka pun pergi mendaki gunung bersama disana karena Mira kelelahan pemuda itu yang sedang ada ditubuh Deo pun menggendong Mira dan Mira pun langsung bersandar padanya saat ia menggendong Mira dipunggungnya.
__ADS_1
ia sangat senang bisa merasakan ini semua saking senangnya ia tidak ingin ini berakhir sehingga ia terus membujuk Mira secara perlahan untuk menerima ayahnya dan kembali kekota bersama Mira dan keluarganya.
pemuda itu ingin segera membawa Mira pergi kekota dan hidup bersama dengan bahagia disana tanpa ada gangguan dari Deo lagi pemuda itu takut Deo merebut Mira darinya lagi.
jadi ia mencoba membujuk Mira secara perlahan hingga akhirnya Mira pun setuju dan mereka kembali kekota dan melangsungkan pernikahan yang mewah kemudian mereka hidup bahagia.
mereka memiliki seorang anak laki laki dan seorang anak perempuan mereka hidup bahagia bersama keluarga mereka ia juga mengurus perusahaan yang seharusnya milik Deo.
dan mewarisi semua aset dan properti milik keluarga Florensis semua orang tidak tau kalau dia adalah Deo ia pun hidup dengan tenang dan bahagia bersama Mira.
hingga suatu saat ia melihat Deo yang berada dalam sosok dirinya datang kerumahnya dan berbicara dengan Mira dengan akrab Bahakan anak anaknya juga berbicara dengan Deo yang sedang berada di tubuhnya dengan akrab seperti ayah dan anak.
ia juga melihat senyuman Mira yang hanya diperlihatkan kepada dirinya seorang yang sedang berada dalam tubuh Deo ini ia pun menjadi cemas karena cemas dan emosi ia tidak bisa berfikir dengan benar.
ia langsung manarik Deo yang sedang ada ditubuhnya keluar dan memukul nya "KELUAR KAU BAJINGAN APA KAU BERUSAHA MENGGODA ISTRIKU" ucap pemuda itu marah dan terus memukul Deo yang sedang ada dalam tubuhnya.
Mira pun mencoba menghentikan pemuda yang sedang ada ditubuh Deo itu tetapi ia tidak mendengarkan hingga ia tidak sengaja mendorong Mira dengan kuar dan menyebabkan Mira terbentur sudut meja dan berdarah.
melihat darah yang mengalir banyak dari kepala Mira pemuda itu pun kaget dan langsung mengendong Mira dan naik kemobil ia langsung membawa Mira kerumah sakit dengan panik dan menangis.
__ADS_1
"Mira aku mohon bertahan lah" "aku minta maaf Mira" guman pemuda yang sedang berada di tubuhnya Deo terus menerus dengan perasaan bersalah.
pemuda itu sangat takut bila terjadi sesuatu kepada Mira sesampainya dirumah sakit ia langsung memanggil dokter seperti orang gila dan menyuruh dokter untuk segera mengobati Mira "dokter cepat obati istriku" ucap pemuda itu dengan panik.