
Setelah selesai makan mereka pun kembali kehotel karena liburan kapal pesiar mereka sudah berakhir jadi mereka terbang ke korea selatan dan tingal dihotel.
“ imo uli modu eolmana meog-eoss-eo? ” ucap Deo sambil mengambil uang dari dompet.
“ a da baeg-osib-won-iya ” jawab penjual itu.
“ baeg-osib-won imoibnida ” ucap Deo.
“ o algessseubnida gamsahabnida dol-agabnida ” ucap penjual itu kepada Deo.
“ al-***-eo imo ” jawab Deo.
Lalu Deo dan Mira berjalan pergi dan berdiri ditepi jalan untuk memanggil taksi Deo melambaikan tangannya dan akhirnya ada taksi yang berhenti kemudian Deo naik taksi itu bersama Mira Deo juga mengatakan tempat tujuannya setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai juga dihotel.
“ biyong-eun eolmaibnikka seonsaengnim? ” tanya Mira.
“ sasib-wonman geuliwo ” jawab supir tersebut.
“itu bukan salah Veer tuan besar Flores itu aku aku yang mengatakannya kepada Mira karena aku tak menyangka luka yang dia rasakan sangat besar” ucap ayahnya Deo dengan penuh penyesalan.
“KAU BENAR BENAR” kata kakeknya Mira semakin emosi.
Ayahnya Mira dan Deo hanya bisa terdiam lalu kakeknya Mira pergi menuju perusahaan Mira dan saat kakek Mira sampai perusahaan Mira ia menemui seketaris Mira dan bertanya dimana Mira berada saat saat seketaris sedang memimpin sebuah rapat.
“HEI KAU APA KAU SEKETARIS CUCU KU MIRA? ” tanya kakeknya Mira dengan nada ngegas.
“aa ii…yyyaa tuan ada apa?” tanya seketaris Mira sedikit takut.
“dimana cucu ku Mira?” tanya kakek nya Mira.
“oh ternyata anda tuan besar Flores ceo sedang liburan berdua bersama tuan muda Florensis” jawab seketaris Mira.
__ADS_1
“AAAAPPPPPA CUCU KU BERLIBUR BERDUA DENGAN ANAK LAKI LAKI” kakeknya Mira terkejut.
“tenangkan diri anda tuan” ucap salah satu anak buah kakeknya Mira.
“huhuhuhuhu cucu kesayanganku akan diambil huhuhu pantesan dia melupakan kakeknya dan tidak mengunjungiku huhuhuhu ” kakeknya sedih dan lupa menjaga citranya.
Velix yang baru mengetahui Mira punya seorang kakek terkejut karena ia sudah menikah dengan Mira dua tahun dan dia tidak tau Mira punya kakek yang hebat.
“ah anu tuan besar mau saya telpon ceo?” tanya seketaris Mira.
“ dia sedang liburan berdua dengan anak laki laki pasti dia tidak menjawab panggilan dari kakeknya yang menyedihkan ini” jawab kakek Mira sedih.
“huhuhuhu cucu akan direbut dasar anak sialan aku akan menghajarnya saat bertemu nanti” lanjjut kakeknya Mira.
“tuan nona Mira sekarang sedang ada dikorea selatan seddang liburan” lapor salah satu bawahna kakeknya Mira.
“AAAPPPAA BERNARKAH” ucap kakeknya Mira bersemangat.
“ya dan akan pulang dua hari lagi” lanjut salah satu anak buah kakeknya Mira.
“baiklah tuan Flores” jawab seketaris Mira pasrah.
Lalu setelah rapat selesai seketaris Mia mengantar kakeknya Mira menuju villa pribadi milik Miransetelah tia disana seketaris Mira memberikan intruksi agar para pelayan melayani kakek Mira dengan baik.
Setelah mengantar kakek Mira seketaris Mira pun pulang kerumahnya dan tidur dengan nyenyak sangking lelahnya disisi lain Velix yang kecewa ternyata selama ini Mira tidak menganggap keberadaannya penting bahkan Mira tidak pernah menceritakan tentang kakeknya.
Tidak pernah meluangkan waktu untuknya dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya dan sibuk pergi dinas keluar kota sikapnya juga acuh tak acuh dan juga dingin bahkan sejak mereka pacaran hingga menikah bahkan saat mereka bulan madu hanya selama seminggu dan itu pun Mira lebih banyak menghabiskan waktunya mengerjakan pekerjaanya dan mengabaikannya.
Velix yang sedang kecewa,frutasi dan larut dalam kesedihan dan penyesalan pun minum minum terus dirumahnya ia terus berguman menyebut nama Mira dan bertanya apakah dia pernah ada dihati Mira apakah Mira pernah mencintainya kenapa sikap Mira berbeda terhadapnya.
“Mira kenapa apakah aku pernah ada dihatimu” guman Velix dalam pemgaruh akohol Yang frustasi terus minum akohol. disisi lain ayahnya Mira juga terlarut dalam kesedihanya penyesalanya dan rasa bersalahnya ayahnya Mira terus minum akohol sendirian didalm kamarnya sambil menatap langit malam dari balkon kamarnya.
__ADS_1
“reina aku bersalah padamu dan anak kita” guman ayahnya Mira dalam keadaan maabuk dan rasa menyesal yang teramat dalam. “bagaimana aku bisa terus hidup anak kita bahkan tidak nyaman hanya dengan tinggal diatap yang sama dengan ku” guman ayahnya Mira lagi dengan kesedihan yang mendalam.
Ayahnya Mira terus terlarut dalam kesedihannya dan terus minum minuman berakohol sambil berguman dalam rasa penyesalan,bersalah dan kesedihan yang teramat dalam.
Dan ayahnya Deo yang berdiri diluar kamar mengetahui kesedihan dan penyesalan yang teramat dalam dihati sahabatnya itu dan penyesalan dan kesedihan dari sahabatnya itu hanya akan berakhir saat putrinya Mira melepaskan simpul hatinya.
Dan membuka lembaran baru dan memulai lembaran baru dan cerita baru tapi luka yang diterima Mira sulit baginya untuk melepaskan simpul dihatinya dan membuka lembaran baru dan memulai kisah baru daklam kehidupannya.
Ayahnya Deo yang mengkhawatirkan sahabatnya itu pun menasehatinya dari luar pintu agar dia menjaga kesehatannya dan berusaha membuat putrinya untuk menyelesaikan simpul dihatinya.
“Veer jangan terlalu banyak minum” ucap ayahnya Deo dari luar kamar.
“jagalah kesahatanmu bantulah Mira menyelesaikan simpul dihatinya” lanjut ayahnya Deo.
“bahkan saat kau tiada sekalipun jika hsimpul hati Mira belum diselesaikan dia tidak akan bisa bahagia” ucap ayahnya Deo lagi dari luar kamar.
“ tidak Gito simpul hati Mira akan selesai dengan kematianku Gito karena Mira pasti mengingankan diriku menghilang saja karena aku lah penyebab dia kehilangan ibuny masa kecilnya” kata ayahnya Mira sendu.
“tidak Veer itu tidak benar dengarkan aku Veer hanya kau yang bisa menyelesaikan simpul dihati Mira tetapi bukan dengan kematianmu” ucap ayahnya Deo sedikit panik takut sahabtnya itu mengakhiri hidupnya.
“tenang lah Gito aku tidak akan bunuh diri aku mengerti” kata ayahnya Mira tiba tiba dari dalam kamar seolah sudah bisa menebak pikiran dari sahabatnya itu.
“aku akan berhenti minum sekarang dan akan tidur kau juga pergi tidur lah aku sudah akan tidur” ucap ayahnya Mira mencoba meyakinkan ayhanya Deo.
“udara malam hari sangat dingin jadi pergi tidurlah Gito” lanjut ayahnya Mira lagi.
“emm baiklah selamat malam” kata ayahnya Deo lalu berjalan pergi.
Kediaman Sekar melewati malam dengan penuh duka rasa bersalah penyesalan dan kesedihan yang mendalam.
dan kakeknya Mira juga sedang mengenang mendiang putrinya "Reina kenapa kamu pergi begitu cepat" guman kakeknya Mira.
__ADS_1
"saat kamu pergi keadaan mulai kacau cucu ku juga tenggelam dalam kesedihan nya kepergian dirimu menjadi simpul dihatinya" guman kakeknya Mira lagi.
semua orang melewati malam dengan dipenuhi perasaan yang sedih akan kepergian ibunya Mira.