Penghianatan

Penghianatan
Episode 37


__ADS_3

Dan saat itu Deo memperhatikan pemuda itu ia melihat pemuda itu mencangkul tanah itu dengan kuat sambil menatapnya Deo pun sedikit bingung ia tidak mengenal pemuda itu tapi kenapa sepertinya pemuda itu begitu memusuhinya ia pun kebingungan dan pada saat Mira memanggil pemuda itu makan bersama Deo baru mengerti pemuda itu menatap ia dengan tajam dan mencangkul tanah dengan kuat sambil menatapnya karena pemuda itu menyukai Mira.


Saat Mira memangilnya peemuda itu langsung bersemangat dan meletakakan cangkulnya dan bergegas menuju kearah Mira “iya apa nona?” tanya pemuda itu terlihat bersemangat “kamu sudah dari tadi bekerja bukan makanlah bersama kami ini kekasihmu memberikan sangat banyak” jawab Mira mendengar Mira menyebut gadis itu kekasihnya wajahnya langsung berubah “ah nona nina itu……” belum sempat pemuda itu selesai berbicara sudah disela oleH Deo.


“ah tidak usah malu kekasihmu cantik kok walaupun Mira ku lebih cantik dimataku”sela Deo sambil nyengir “ih apaan sih” ucap Mira pemuda itu hanya terdiam dan kemudian pemuda itu mengatakn bahwa gadis itu bukan kekasihnya “anu sepertinya kalian salah paham nina bukan kekasih saya”ucap pemuda itu sambil mencoba tersenyum “benarkah tapi kalian sangat serasi jadi aku berfikir kalian sepasang kekasih” ucap Deo mendengar ucapan Deo pemuda itu tau Deo sudah menyadari perasaannya untuk Mira jadi ia pun membalas Deo.


“oh tentu tidak tuan muda aku sudah ada gadis yang aku suka” ucap pemuda itu sambil tersenyum ramah kepada Deo “oh siapa gadis itu?” tanya Mira penasaran pemuda itu pun menjawab dengan mendeskripsikan Mira “dia gadis kota keluarganya adalah keluarga konglomerat aku sama sekali tidak pantas untuk dia” “dia gadis yang sangat manis dan cantik” ucap pemuda itu terlihat sedih pemuda itu berharap Mira sadar dan mengetahuinya bahwa ia menyukai Mira dengan perkataannya ini.


Tapi sayangnya Mira adalah wanita yanng tidaka peka jadi ia tidak mengerti dan hanya memberi semangat dan menghibur pemuda itu “oh kalau begitu semangat jika kalian berjodoh pasti akan kembali kepada mu” Mira mencoba menghibur pemuda itu tetepi wajah emuda itu malah kelihatan lebih suram lagi karena Mira yang tidak peka malah memberikan menghiburnya dan Deo yang disamping pun tertawa terbahak bahak.


“hahahhhaaHHAHAHAHA” Deo terus tertawa disamping Mira dan Mira pun kebingungan apa yang sedang ditertawakan oleh Deo Mira berfikir Deo menertawakan kisah cinta pemuda itu jadi Mira menyurh Deo untuk tidak menertawakan pemuda itu lalu berjalan masuk kedalam setelah Mira pergi Deo melanjutkan tertawanya karena melihat wajah pemuda itu yang suram.


“HAHAHAHHA” Deo tertawa dengan keras “lo pikir segampang itu dapatin Mira dulu gue ngejar dia aja perlu usaha yang keras karena Mira gak peka ditambah ia gak percaya sama cinta dan ada trauma” ucap Deo sambil tersenyum mengejek pemuda itu melihat senyuman mengejek Deo pemuda itu hanya diam dan tidak membalas “udahlah mending lu sama gadis yang namanya siapalah tuh sama dia aja udah serasi banget” ucap Deo lalu berjalan masuk.

__ADS_1


Pemuda itu tersenyum pahit “sebernarnya kamu memang gak ngerti atau menolakku secara halus?” guman pemuda itu pelan lalu ia kembali berkerja dan saat ia sudah selesai dengan pekerjaanya ia pun.


Hendak pamit kepada Veer tetapi Veer sedang pergi bersama ayahnya Deo dan kakeknya Mira dan hanya tersisa Deo dan Mira saat ia berjalan kedapur untuk mencari Veer ia melihat Mira dan Deo yang sedang bucin ia melihat Mira yang memeluk Deo yang sedang memasak dari belakang.


“masak apaan tuh?” tanya Mira sambil memeluk Deo “masak makan siang buat istriku yang paling manis” ucap Deo sambil berbalik dan mencium kening Mira dengan lembut “emm itu bubur ayam?” tanya Mira saat mencium aroma bubur yang sudah naik “iya lu kan suka makan bubur ayam” jawab Deo “baik banget sih suamiku” ucap Mira sambil mencubit lembut pipi Deo mendengar Mira memanggilnya suamiku telinga Deo langsung naik seperti kucing.


“panggil sekali lagi” ucap Deo senang “gak mau gak ada siaran ulang” ucap Mira tersipu Deo punn terus memohon agar Mira mengucapkan sekali lagi saja “ra aku mohon” ucap Deo sambil memelas Mira pun tidak tahan dan akhirnya luluh “suamiku” ucap Mira dengan suara kecil dan tersipu Deo sangat senang mendengar Mira memanggilnya suamiku sampai telinga Deo memerah.


Ia pun langsung pergi dengan dada yang seperti tertusuk ribuan jarum dan saat ia sedang dalam perjalanan pulang juga turun hujan deras tetapi ia menerobos hujan tersebut ia menangis ditengah hujan yang sangata deras ia menangis dalam diam ia pergi kearah hutan dan ia berteriak keras “AAAAAAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHH” “KENAPA KENAPA TUHAN JIKA DIA BUKAN UNTUKKU KENAPA AKU HARUS JATUH CINTA PADANYA” “KENAPA AKU MENYUKAINYA KENAPA ENGKAU MEMBUATKU MERASAKAN SAKIT YANG LUAR BIASA YANG BELUM PERNAH KURASAKAN” teriak pemuda itu dengan keras.


“KENAPA HARUS MEMPERMAINKAN AKU?” tanya pemuda itu sambil menatap kearah langit ia pun menangis dalam hujan yang deras itu ia merasakan sakit yang luar biasa didadanya ia merasa sesak saat ia mengingat saat ia melihat Mira yang bermesraan dengan Deo “kenapa kenapa aku kek merasa diselingkuhi?” “kenapa aku marah kenapa aku kesal?” guman pemuda itu “aku bukan siapa siapanya kenapa aku mesti merasakan sakit ini padahal ia baru datang semalam” guman pemuda itu ditengah hujan yang deras.


Ia memlampiaskan semua kemarahannya didalam hutan itu lalu ia pulang kerumahnya ia membeli bir dalam jumlah banyak saat perjalanan pulang kerumahnya ia membeli bir diwarung ibu gadis itu ibu gadis itu pun heran kenapa pemuda ini biasa jarang minum kok sekarang beli bir sebanyak ini “hei marcus untuk apa bir sebanyak ini?” tanya ibu gadis itu penasaran “untuk obat bibi”jawab pemuda itu sambil tersenyum emang bisa?” tanya ibu gadis itu lagi “tentu saja” jawab pemuda itu singkat lalu pergi dari sana dengan cepat.

__ADS_1


Sesampainya diruamah ia minum dengann sangat banyak tetapi pemuda itu adalah peminum yang buruk jadi baru minum beberapa tekuk saja sudah mabuk dan langsung tertidur sedangkan disisi lain Mira sedang makan bubur ayam masakan Deo mereka makan bersama selesai makan Deo pun mencuci piring dan Mira membereskan meja setelah semua selesai Mira -masuk kekamarnya dan membaca buku Deo juga ikut Mira duduk dipangkuan Deo dan membaca buku.


Mira membaca buku dan Deo memperhatikan Mira dengan tatapan lembut hingga akhirnya Deo ketiduran dan Mira yang baru selesai membaca buku menatap Deo dari dekat “gantang juga ya cowoku” guman Mira pelan lalu tiba tiba Deo menarik Mira kepelukannya “gantenglah” “udah puas liatnya?” tanya Deo sambil menatap dalam wajah Mira.


“hah apa?” Mira pura pura kebingungan Deo pun tersenyum melihat Mira yang pura pura kebingungan ia pun menggendong Mira dan bangkit dari duduknya ia membaringkan Mira ditempat tidur dan ia juga ikut berbaring ia memeluk Mira “kamu sudah membangunkanku sekarang kamu harus bertanggung jawab “bisik Deo “jadi sekarang tidurlah” bisik Deo lagi.


Lalu Mira pun menurut dan membiarkan Deo memeluknya lalu Deo pun tertidur Mira juga ikut tertidur mereka tertidur dengan sangat nyenyak dan saat kakeknya Mira dan ayahnya Mira pulang mereka melihat Deo yang memeluk Mira mereka pun seketika emosi dan ingin memukul Deo.


Tapi untung ayahnya Deo datang tepat waktu dan menghentikan mereka “aduh Veer tuan besar jangan ganggu mereka tidur” ucap ayahnya Deo mencoba menenangkan ayahnya Mira dan kakeknya “apa yang tenang bocah itu berani memeluk cucuku” ucap kakeknya Mira kesal “iya bagaimanpun mereka belum menikah” lanjut ayahnya Mira “aa iya aku mengerti tapi jika Mira terbangun dari tidurnya ia akan sangat marah” ucap ayahny Deo “kalian juga tau kan gimana Mira saat tidurnya diganggu” ayahnya Deo mencoba menakut nakuti kakeknya Mira dan ayahnya.


Kakeknya Mira pun mengingat kejadian masa lalu saat ia membuat Mira terbangun dari tidurnya saat ia Mira masih berumur lima belas tahun Mira sangat kesal padanya hingga tidak menemuinya ataupun berbicara dengannya seddangkan ayahnya Mira malah mengingat saat Mira masih bayi dan ia menggangu Mira tertidru karena gemas melihata Mira yang sedang tertidur.


Keduanya pun jadi takut dan tidak jadi menghajar Deo karena takut Mira terbangun mereka pun pergi dengan mencari alasan karena malu kakeknya Mira pergi membersihkan diri ayahnya Mira memasak untuk mereka melihat itu ayahnya Deo tersenyum ‘huff untung kali ini kamu selamat anakku” guman ayahnya Deo pelan lalu pergi membantu ayahnya Mira memasak.

__ADS_1


__ADS_2