Penghianatan

Penghianatan
Episode 67


__ADS_3

Simpanan ayahnya Mira yang kedua bertanya kepada dokter itu dokumen dokumen apa itu dengan penasaran “dokumen tentang apa ini semua?” tanya simpanan ayahnya Mira yang kedua “kenapa banyak sekali?” tanya simpanan ayahnya Mira yang kedua lagi “ini data tentang ibunya presiden Sekar jika anda mau menjadi ibunya anda harus mempelajari semua dokemen ini dan anda juga harus membuang putra anda” jawab dokter bedah itu “apa aku tidak boleh membantu putraku sedikit?” tanya simpanan ayahnya Mira yang kedua dengan ragu ragu “tidak bisa karena saat anda sudah memutuskan menajadi ibunya priseden Sekar maka hanya akan menjadi ibunya seorang karena presiden one grup adalah anak tunggal dan pewaris tunggal”jawab dokter bedah itu dengan tegas “dan apa anda tidak ingat bagaimana putra anda memperlakukan anda” lanjut dokter bedah itu “iya aku tau tetapi ia tetap anakku” ucap simpanan ayahnya Mira yang kedua dengan bimbang “biar saya konfirmasi anak anda yang sekarang bukanlah putra anda” ucap dokter bedah tersebut sambil menyerahkan hasil tes DNA kepada simpanan ayahnya Mira yang kedua.


Simpanan ayahnya Mira yang kedua sangat kaget mengetahui fakta ini ia langsung melihat hasil tes DNA itu dan tidak percaya putra yang selama ini ia besarkan dengan susah payah membela dan menyusun rencana agar ia bisa menjadi pewaris one grup ternyata bukan anak kandungnya yang ia lahirkan “bagaimana mungkin ini terjadi tidak mungkin” ucap simpanan ayahnya Mira yang kedua “itu adalah hal yang sangat mungkin” sela dokter bedah itu “karena tuan Veer Sekar menghamili anda dan istri sah nya secara bersamaan ia menghamili anda secara tidak sengaja bukan dan saat itu juga istri sah Veer Sekar juga dinyatakan hamil lalu dua minggu kemudian anda juga hamil bukan” dokter bedah itu menjelaskan secara deatil “dan anda melahirkan lebih cepat dari pada perkiraan dan bersamaan dengan kehamilan istri sah Veer Sekar jadi dan pada saat itu rumah sakit juga kekurangan tenaga kerja” jelas dokter bedah itu “dari mana anda tau semua informasi ini?” tanya simpanan ayahnya Mira yang kedua “semua ini yang dikatakan tuan s kepada saya” jawab dokter bedah itu lalu ia meninggalkan simpanan ayahnya Mira yang kedua dengan dokumen dokumen tentang informasi ibunya Mira.

__ADS_1


Sedangkan simpanan ayahnya Mira yang kedua masih termenung saat mengetahui fakta bahwa anak yang ia lahirkan tertukar dirumah sakit dan ia mulai berfikir kalau Mira lah anak kandungnya karena dokterr bedah tadi mengatakan waktu melahirkannya sama dengan waktu melahirkan ibunya Mira padahal semua yang dikatakan dokter bedah itu tidak lah benar dan hasil tes DNA yang ditunjjukan dokter itu juga palsu tuan s bermaksud menggunakan simpanan ayahnya MIra yang kedua sebagai budak caturnya dan agar lebih mudah dikendalikan tuan s membuat drama palsu ini agar simpanan ayahnya Mira yang dua berfikir kalau Mira lah anak kandungnya yang tertukar dirumah sakit dan dugaan tuan s benar simpanan kedua ayahnya Mira benar benar mengira Mir alah anak kandungnya dan sekarang ia mempelajari informasi informasi dan data data tentang ibunya Mira dengan sungguh sungguh agar bisa dekat dengan Mira yang dia anggap sebagai putrinya.


“aku harus mempelajari ini dengan sungguh sungguh agar aku bisa dekat dengan putriku” guman simpanan kedua ayahhnya Mira mencoba menyemangati dirinya sendiri sedangkan disisi lain upacara pernikahan Mira dan Deo sedang dilakasanakan banyak burung merpati yang dilepaskan saat Mira berjalan menuju altar.

__ADS_1



Pendeta memulai upacara pernikahannya “Deo Florensisi apakah anda menerima Mira Sekar sebagai istri anda?” tanya pendeta itu kepada Deo “iya” jawab Deo sambil terus menatap mata Mira dengan dalam dan kebahagian yanng melimpah “Deo Florensis apakah anda bersedia menjadi suaminya Mira Sekar?” tanya pendeta itu sekali lagi kepada Deo “iya saya mau” jawab Deo dengan bersemangat lalu pendeta berlanjut bertanya kepada Mira “Mira Sekar apakah anda menerima Deo Florensis sebagai suami anda?” tanya pendeta itu kepada Mira “iya” jawab Mira dengan ekspresi yang sangat bahagia “Mira Sekar apakah anda bersedia menjadi istri Deo Florensis?” tanya pendeta itu sekali lagi kepada Mira “iay saya mau” jawab Mira dengan cepat “baiklah saya nyata kalian berdua sebagai sepsag suami istri” ucap pendeta itu “sekarang mempelai pria diperbolehkan mencium mempelai wanitanya” ucap pendeta itu lalu Deo pun langsung mencium Mira dengan lembut dan Mira juga membelas ciuman Deo dengan lembut.

__ADS_1


Semua orang yang hadir bertepuk tangan untuk pernikahan Mira dan Deo untuk kedua pasangan baru ini “PLOK……….PLOK…………….PLOK” semua tamu bertepuk tangan ayahnya Mira dan Deo meneteskan air mata begitu pula dengan kakeknya Mira “sekrang putrimu sudah bahagia kamu pasti tenang disana bukan” ucap kakeknya Mira dalam dan sangat senang dan bahagia untuk Mira lalu mereka pun menyambut tamu dan befoto dengan keluarga teman teman sanak saudara Mira dan Deo menggelar pesta sampai malam Deo minum cukup banyak dan mabuk lalu teman dekat Deo yang ddari luar negeri mengantarnya kekamarnya dan Mira “kakak ipar ini aku kembalikan suamimu dia sudah mabuk” ucap teman dekat Deo “oh baikalah terima kasiih” ucap Mira sedikit canggung lalu teman dekat Deo berjalan pergi sementara Mira memindahkan Deo ketempat tidur “hadeh berat banget sih “guman Mira “de de” panggil Mira sambil menusuk nusuk pelan pipi Deo “malah mabuk ih ga seru banget sih” ucap Mira sedikit kesal saat Mira tidak memperhatikan ada tangan yang tiba tiba menariknya ketempat tidur “siapa bilang aku mabuk” ucap Deo sambil tersenyum nakal “apa jadi elu gak mabuk?” tanya Mira dengan kaget “gak dong aku cuman pura pura mabuk kalau tidak pura pura mabuk bangaimana bisa aku mabuk mabukan dengan istriku dan menghabiskan malam pertamaku dengan pengantin cantikku” jawwab Deo sambil tesenyum nakal dan menggoda.


“emm baiklah tidak ada yang bisa menandinggi aktingmu” ucap Mira sambil menggoda Deo balik “tentu saja” ucap Deo dengan wajah yang merona lalu Deo menuangkan wine didua gelas lalu memberikan satu gelas kepada Mira “ini istriku” ucap Deo sambil menyerahkan gelas yang berisikan wine itu kepada Mira lalu Mira pun mengambilnya dan mereka bertukar gelas dan meminumnya bersama dengan saling memandang dengan tatapan yang sangat dalam dan lekat Deo terlihat sangat bahagia dari mata dan mimik wajahnya begitu pula Mira yang tidak dapat mengekspresikan rasa yang membuat dirinya sangat bahagia karena memiliki Deo.

__ADS_1


__ADS_2