
Setelah selesai menelpon mereka berdua pun tidur Mira memeluk Deo karena Mira tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk sesuatu saat ia tidur sedangkan didesa dirumah ayahnya Mira kakek Mira dan ayhnya Deo curiga bahwa mereka tidak lembur tetapi memang tidak mau pulang jadi ayahnya Deo menelpon sekertaris Deo dan bertanya apakah itu benar dan setelah mendapatkan jawaban dari sekertaris Deo bahwa benar mereka sedang lembur dikantor.
Ayahnya Deo lalu menutup panggilannya setelah mendapatkan jawaban tetapi ayahnya Deo masih merasa ada yang tidak benar jadi ia menyuruh kakeknya Mira untuk coba bertanya kepada sekertarisnya Mira lalu kakeknya Mira pun menghubungi sekertarisnya cucunya Mira setelah bertanya dengan nada membunuh dan mendapatkan jawaban bahwa Mira memang sedang lembur.
Lalu kakeknya Mira pun menutup panggilannya seetelah dikonfirmasi itu benar mereka pun pergi istirahat sedangkan sekertaris Mira yanng jantungan setelah kakeknya Mira menutup panggilannya karena saat sedang berbicara denganya ditelpon kakeknya Mira seolah olah akan datang dan langsung membunuhnya.
“presiden kamu harus menaikkan gajiku aku sudah banyak berkorban untukmu” guman sekertaris Mira yang masih mmengatur nafas karena jantungan dengan nada bicara kakeknya Mira yang seolah olah akan langsung telportasi kerumahnya dan membunuhnya jika ia berbohong setelah sekertaris Mira agak tenang ia pergi tidur dengan nyenyak.
Keesokan paginya Mira mandi lalu Deo yang mandi lalu mereka sarapan dulu dihotel lalu kembali kepedesaan kembali kerumah ayahnya Mira selama perjalanan Mira melihat ada yang menjual makanan kesukaan kakeknya jadi ia pun membelinya untuk kakeknya setelah dua jam perjalanan mereka pun sampai dipedesaan setelah melalui jalan pedesaan selama tiga puluh menit mereka pun didepan rumah ayahnya Mira.
Deo lalu memarkirkan mobilnya lalu turun bersama Mira dengan membawa banyak makanan Mira pun berlari kedalam dan memanggil kakeknya dengan penuh semangat “KAKEK AKU PULANG” ucap Mira mendengar suara cucunya kakeknya Mira langsung keluar dan menyambut cucunya melihat kakeknya didepan pintu Mira langsung memeluknya dengan erat “kakek aku sudah pulang” ucap Mira sambil memeluk kakeknya.
Kakeknya Mira memeluk Mira dengan erat dan mengajaknya masuk kedalam rumah dan menyajikan makanan yang masih panas dan baru matang yang dimasak oleh ayahnya Mira Mira pun duduk dan Deo meletakkan makanan yang dibeli Mira tadi ia memberikan makanan yang dia beli kepada kakeknya ia membuka makanan yang ia beli tadi untuk kakeknya ia membelikan banyak makanan kesukaan kakeknya.
Ia menghidangkan semua makanan yanng ia beli untuk kakeknya makan kakeknya sangat senang sangat karena Mira begitu perhatian kepadanya bahkan membalikan banyak makanan kesukaannya ia sangat terharu “terima kasih cucuku” ucap kakeknya Mira terharu kemudian mereka pun makan bersama Mira juga mengambil banyak makanan kepiring kakeknya.
__ADS_1
Mira juga mengambil makanan untuk Deo ia juga mengambil makanan untuk ayahnya Deo dan hal yang tidak semua orang duga ia mengambilkan makanan untuk ayahnya semua orang yang ada disana seketika tercengang ayahnya Mira juga terkejut dan terdiam melihat Mira yang mengambilkan makanan untuknya ia sangat terkejut sampai membatu.
“Mira kamu” ucap ayahnya Mira terharu semua orang juga terkejut “iya ada apa?” tanya Mira bigung “emmm tidak apa apa makanlah” jawab ayahnya Mira senang ayahnya Mira sangat terharu ayahnya Mira mengambil banyak makanan dan meletakakannya dipiring Mira ia meletakan banyak makanan sampai seperti gunung semua orang pun hanya bisa diam.
Setelah selesai makan Mira berjalan jalan keluar sebentar untuk dan ia melihat pemandangan pedesaan yang indah ia melihat marcus memberikan makan kepada ayam ayam milik ayahnya dan bebek bebek milik ayahnya ia juga melihat banyak sawah sawah yang luas dan hijau dan ia juga menghirup udara yang sangat sejuk.
ia berjalan jalan sampai kewarung milik ibunya Nina ia membeli makanan kesukaannya yang hari itu ibunya Nina pun menyapanya dengan hangat "halo nak kamu anaknya pak Sekar kan?" tanya ibunya Nina kepada Mira.
"iya" jawab Mira "oh ada apa ini kesini?" tanya ibunya Nina kepada Mira "saya ingin membeli cumi goreng" jawab Mira "oh baiklah "ucap ibunya Nina lalu pergi menggoreng cumi kering pesanan Mira.
kemudian Mira pun menunggu sambil duduk ia juga memesan minuman dingin untuk dia minum sambil menunggu cumi goreng nya dibuat ia duduk sambil melihat lihat warung ibunya Nani.
lalu Mira pun membayar dan berjalan pergi saat perjalanan pulang ia bertemu dengan pemuda itu lalu lalu pemuda itu pun mengajak Mira untuk pulang bersama jalan kaki.
dalam perjalanan pemuda itu mencoba untuk berbicara dengan Mira dan dekat dengan Mira dan Mira selalu menangkapinya dengan singkat dan acuh tak acuh membuat pemuda itu kecewa.
__ADS_1
tetapi pemuda itu tetap tidak menyerah dan mencoba mendekati Mira tetapi Mira tetap mengabaikannya dan acuh tak acuh pada pemuda itu tetapi pemuda itu pantang menyerah.
ia tetap mencoba mendekati Mira dan akhirnya ia berhasil membicarakan topik yang membuat Mira merasa tertarik dan akhirnya mereka pun mengobrol dengan akrab.
sampai akhirnya sudah sampai dirumah mereka tetap berbicara dengan akrab dan Deo yang berada di teras rumah pun terkejut melihat Mira yang berbicara dengan akrab dengan pemuda itu ia sangat kaget dan cemburu.
bahkan sudah sampai rumah pun mereka masih berbicara sehingga membuat Deo merasa cemburu karena Mira terus berbicara dengan pemuda itu dengan senang.
dan Deo yang ada disamping pun merasa cemburu dan mencoba menarik perhatian Mira dari pemuda itu dan akhirnya setelah mencoba ia pun berhasil dan Mira pun ikut masuk dengan Deo.
Deo meminta Mira menyuapinya memakan cumi goreng yang Mira beli itu didepan pemuda itu untuk membuat pemuda itu cemburu dan mundur.
Deo ingin membuat pemuda itu untuk berhenti menaruh harapan kepada Mira dengan cara membuatnya cemburu dan melihat kenyataan bahwa Mira tidak mungkin menjadi miliknya.
dan yang benar saja seperti dugaan Deo pemuda itu cemburu dan menatapnya dari tadi dengan tatapan membunuh dan terbakar api cemburu.
__ADS_1
tapi Deo tidak takut dan malah memanas manasi pemuda itu agar dia gegabah dan membuat Mira membencinya dan dan kesan Mira kepada menjadi buruk dan tidak mau mendekat dengan pemuda itu lagi.
dan Mira yang tidak menyadari situasinya ia hanya menyuapi Deo dengan fokus dan Deo yang terus memanasi pemuda itu dan pemuda itu pun terbakar api cemburu.