
saat mengingat kembali semua hal itu ayahnya Deo semakin tidak berdaya karena perbuatan ayahnya Mira yang benar benar tidak bisa dimaafkan ayahnya Deo pun hanya bisa merawat ayahnya Mira ayahnya Mira terkadang tidak mau minum obat dan makan tetapi ayahnya Deo selalu memaksa dan mengatakan bahwa Mira pasti akan benar benar sedih jika ayah tidak mau minum obat dan makan dengan benar walaupun ayahnya Mira tidak percaya tetapi ayahnya Mira yang selalu berharap Mira mau melihat dan menyayangi nya dan menganggap bahwa dirinya sebagai ayahnya kembali pun bangkit dan kembali bersemangat dengan sedikit harapan yang diberikan ayahnya Deo ia pun makan dan minum obat dengan teratur setelah satu bulan berlalu ayahnya Mira pun kembali ke kediaman Sekar bersama ayahnya Deo mereka tampak biasa saja melihat kepulangan ayahnya Mira ayahnya Deo langsung membawa ayahnya Mira untuk beristirahat dikamar tetapi ayahnya Mira tidak mau dan mengajak ayahnya Deo untuk bermain catur dihalaman belakang kediaman Sekar.
__ADS_1
ayahnya Deo pun setuju dan menuruti keinginan ayahnya Mira sahabat nya itu mereka pun bermain catur kepala pelayan menyiapkan teh manis panas untuk mereka dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan kepada ayahnya Mira dan ayahnya Deo dihalaman belakang kediaman Sekar ayahnya Mira dan ayahnya Deo pun bermain catur ayahnya Deo juga sudah memberitahu kepada Mira kalau ayahnya keluar rumah sakit hati ini dan meminta Mira untuk datang menjemput ayahnya kalau bisa tetapi Mira tidak membalas pesan dari ayahnya Deo sehingga ayahnya Deo membawa ayahnya Mira pulang sendirian.
__ADS_1
"aku juga ayah" ucap bibinya Mira "kami juga Kakek" sambung dua sepupu laki laki Mira "baiklah terserah kalian saja" ucap kakeknya Mira dengan senang karena melihat cucu cucunya anak dan menantunya begitu perduli padanya ia pun merasa sangat senang apalagi Mira yang selalu bersikap dingin dan gila kerja yang bersuara mengatakan akan menemani kakeknya pergi cek kesehatan tentu saja kakeknya Mira sangat senang.
__ADS_1