Penghianatan

Penghianatan
Episode 13


__ADS_3

Saat ayahnya Deo sibuk ingin menghubungi Mira seketaris nya Mira bersama orang yang dia bawa sudah pergi bersama dengan barang barang milik Mira.


“appaaa dimana mereka?” tanya ayahnya Deo emosi.


“mereka sudah pergi tuan Florensis” jawab kepala pelayan.


“AAAKKKKKHHHH” ayah Deo kesal.


Sisi lain seketaris Mira sudah menata villa milik Mira dan siap ditinggali oelh Mira saat ia datang setelah lima jam menata dan mebersihkan villa Mira tidak lama kemudian Mira datang setelah berbelanja bahan makanan dan cemilan.


“SELAMAT DATANG CEO” ucap semua pelayan yang baru direkut oleh seetaris Mira sambil menundukkan kepala mereka.


“Alpin siapkan sebuah asrama untuk semua pelan ini dan mereka hanya perlu datang saat pagi untuk membersihkan lalu mereka boleh kembali keasrama” ucap Mira.


“baik ceo akan saya atur” ucap seketaris Mira.


“bagus kammu tinggal memandu mereka saja semua fasilitas sudah ada” lanjut Mira.


“baik ceo” jawab seketaris Mira.


Lalu seketaris Mira pun memandu para pelayan keasrama mereka setelah semua orang keluar Mira langsung menutupp pintu dan menguncinya lalu ia berjalan kedapur dan menyusun semua bahan makanan ditempatnya termasuk cemilannya lalu berjalan keatas menuju lantai atas menuju kamarnya untuk mandi.


Setelah mandi Mira mengeringkan rambutnya lalu berbaring ditempat tidur ia membuka ponselnya ia melihat banyak panggilan dari Gito Florensis dengan tatapan dingin ia melihat lima puluh panggilan tapi ia hanya melihatnya dengan datar.


Ia juga mengecek apakah ada yang berusaha melacak lokasinya dan saat ia melihatnya yang berusaha melacak lokasinya adalah Gito Florensis dan Deo Florensis saat melihatnya Mira hanya tersenyum tipis lalu membuang ponselnya dikasur.


Mira kemudian turun kebawah menuju dapur untuk memasak makan malamnya yang simpel untuk dirinya ia memasak sambil mendengarkan lagu ia juga ikut menyanyikan lagu tersebut setelah makanannya yang masak matang iapun duduk dimeja makan dan memakannya dengan lahap setelah makan ia membereskan meja nya dan mencuci piringnya setelah semua selesai Mira kembali kekamarnya ia duduk dekat jendela sambil mendengarkan musik klasik dan membaca buku hingga ia ketiduran.


Keesokan paginya Mira bangun lalu ia turun kebawah dan mebuat sarapan untuk dirinya kemudian pergi mandi dan bersiap siap berangkat kekantor setelah Mira pergi para pelayan pun masuk kedalam dan mulai bekerja.


Disisi lain saat Mira baru saja memasuki lobi kantor ia melihat Deo yang dalam keadaan kacau saat Deo melihat Mira ia langsung memeluk Mira dengan erat dan semua orang yang ada disana sangat kaget begitu pula dengan Velix karena Deo berani memeluk Mira didepan umum.


“ada apa Deo?” tanya Mira sedikit kebingungan.


“kenapa kamu meninggalkan aku sendirian?” tanya Deo balik dengan gemetar karena takut kehilnagan Mira.


“tenanglah Deo aku tidak meningglkanmu” jawab Mira mencoba menenangkan Deo.


Lalu Mira membawa Deo keruanganya setelah sampai diruanganya Mira memberikan air kepad Deo untuk dia minum agar lebih tenang.


“Deo tenanglah” ucap Mira sambil mengelus kepala Deo yang berada dalam pelukannya.

__ADS_1


“tapi elu bahkan gak angkat telponku aku juga tidak bisa melacak lokasimu” ucap Deo sambil memeluk Mira dengan erat.


“sekarang aku keluar dari rumah itu aku hanya ingin tinggal bersamamu” lanjut Deo.


“emm baiklah tapi kamu harus matikan pendeteksi lokasimu dan tidak ada yang boleh tau tempat tinggal kit nantinya kamu harus tutup rapat tentang dirimu dan diriku” kata Mira sambil mengelus kepala Deo.


“baiklah ini ponselku kamu bisa matikan lokasiku” ucap Deo sambil menyerahkan ponselnya kepada Mira.


Lalu Mira pun mematikan lokasi diponsel Deo dengan cepat lalu memanggil menyuruh Deo untuk memanggil seketarisnya mengambil barang barangnya.


“baiklah sekarang bersihkan tubuhmu lebih dulu” kata Mira sambil mendorong Deo menuju kamar mandi pribadinya yang ada ruangannya.


“baiklah” jaawab Deo menurut.


Lalu Deo mandi saat Deo sedang mandi Mira menyuruh seketarisnya untuk menyiapkan baju untuk Deo setelah Deo selesai mandi ia pun keluar dengan memakai handuk.


“ini bajumu pakek cepetan” ucap Mira sambil menyerahkan baju kepada Deo.


“iya ra kenapa telinga kamu merah?” tanya Deo pura pura tidak tau.


“apaan sih mana ada” Mira mencoba mengelak.


“apaan sih cepet pakek baju sana” Mira mencoba mengelak lagi.


Lau Deo puntertawa terbahak bahak melihat wajah Mira yang memerah saat melihat ia yang hanya memakai handuk saja.


Setelah selesai berpakaian Deo duduk dikursi Mira saat Mira ingin duduk ia malah menduduki Deo karena terlalu fokus kepada dokumenya Mira yang terkejut ingin langsung berdiri tapi ditahan oleh Deo.


“elu mau kemana?” tanya Deo sambil mendekatkan wajahnya dileher Mira.


“apaan sih jauh jauh sana” kata Mira sambil mencoba melepaskan diri.


Tapi Deo malah makin dekat dan akhir Deo malah mencium leher Mira hal ini membuat Mira kaget seketika Mira mendorong Deo menjauh.


“apaan sih lo gak waras” ucap Mira malu dan kesal.


“.………………………………..” Deo tidak menjawab da hanya menatap Mira.


“lo cuman boleh lakuin itu sama bini elo nanti atau pacar” lanjut Mira.


“ra aku mau jujur aku suka kamu” ucap Deo tiba tiba.

__ADS_1


“hah?” Mira kaget dengan perkatan Deo.


“kamu mau jadi bagian hidupku kan aku tau kamu belum siap untuk saat ini” lanjut Deo.


“aku emang belum siap jadi maaf Deo” kata Mira dengan tatapan datar.


“gak apa apa kita ttm aja” ucap Deo.


“bisakan?” tanya Deo sambil memelas.


“emmm” jawab Mira singkat.


Deo yang mendengar jawaban Mira sangat senang walaupun Mira belum mengakui dirinya sepenuhnya sebagai kekasihnya.


lalu Mira melanjutkan pekerjaannya sedangkan Deo duduk disampingnya terus menatap Mira yang sedang bekerja.


tapi lama kelamaan Deo bosen lalu Deo berjalan pelan menghampiri Mira lalu tiba tiba mendekatkan wajahnya ke Mira.


seketika Mira kaget Deo langsung mencium Mira.


"emmmemm"


"apaan sih" Mira mendorong Deo menjauh.


tapi Deo malah menjadi dan mulai memegang paha Mira dan ciuman Deo semalam panas kemudian Deo mengangkat Mira keatas meja lalu lanjut mencium Mira lalu mencium lehernya Mira pelan dan tangan nya mulai memegang pahanya Mira.


"apaan sih de lepasin gak" ucap Mira sambil berusaha melepaskan diri.


"gak mau" ucap Deo.


"ih elu apaan sih gak jelas banget" ucap Mira dengan wajahnya yang memerah.


"ra sebenarnya lu juga suka kan sama gue cuman lu trauma aja karena masa lalu elu" kata Deo sambil menatap lurus mata Mira.


"............................." Mira terdiam.


"percaya sama gue ra aku gak bakal ngecewain lu" lanjut Deo.


"w sumpah demi semua harta tahta gue" kata Deo lagi.


Mira hanya terdiam sedangkan Deo yang terus menatap Mira.

__ADS_1


__ADS_2