Penghianatan

Penghianatan
Episode 21


__ADS_3

Keesokan harinya saat Mira bangun ia melihat banyak panggilan tak terjawab darai seketarisnya sebanyak dua puluh lima panggilan dan seratus panggilan tak terjawab dari kakeknya Mira menjadi panik karena ia banyak tidak mengangkat panggilan dari kakek dan seketarisnya ia berfikir mungkin terjadi sesuatu jadi ia langsung menelpon kakeknya


“ BERDERING ”


Tidak disangka kakeknya Mira langsung mengangkat panggilan tersebut dengan cepet


“ada apa kakek kenapa terus menghubungi ku semalam?” tanya Mira panik karena berfikir mungkin terjadi sesuatu.


“ kakek sangat merindukanmu cucu ku jadi kakek terus menelponmu ” jawab kakek Mira sambil terisak.


“ huhuhuhu cucu ku tidak mengingankan pria tua ini lagi huhuhuhuhu ” ucap kakek Mira saat dia mengetahui Mira ingin memutuskan panggilannya kakeknya langsung membuat drama.


“ hais kakek aku akan segera pulang jadi berhenti merenge seperti anak kecil ok” ucap Mira kepada kakeknya sambil menghelakan nafas panjang.


“ huhuhuhu cucu ku tidak menyayngiku lagi”


“tidak kakek aku sangat menyayangi kakek jadi aku tutup dulu telponnya ya aku cinta kakek”untuk menghibur kakeknya.


“ baiklah segera kembali ya cucu kesayayangan ku muach” ucap kakeknya Mira senang karena dihibur cucunya.


Lalu Mira pun langsung menutup panggilannya dan menelpon seketarisnya untuk menanyakan apa yang terjadi hingga seketarisnya tterus menelponnya.


“ BERDERING ”


“halo ceo kenapa anda tidak menjawab panggilannya semalam” ucap Alpin dengan suara yang kedengaran sangat lelah.


“ Alpin ada apa dengan mu?” tanya Mira khawatir.


“ceo semalam kakek anda datang dan membuat keributan saat rapat lalu ia juga memaksaku untuk mengantarnya ke-villa pribadi anda ceo jadi aku terpaksa mengantarnya ceo maafkan saya” jawab Alpin merasa bersalah.


“tidak apa apa Alpin cuman itu saja kok kamu sudah bekerja keras” ucap Mira.


“Alpin hari ini aku akan pulang jadi hari ini kamuboleh pergi berllibur selama satu bulan letakan semua dokumen terkait mejaku” lanjut Mira.


“ BENERKAH CEO terimakasih” kata Alpin dengan sangat semangat ia pun menjadi penuh energi kembali.


“iya baiklah aku tutup panggilannya dulu ya” kata Mira lalu menutup panggilannya.


Lalu Mira segera mengemas barang barangnya dan Deo kemudian pergi mandi dan ia membangunkan Deo.


“de bangun mandi sana” ucap Mira sambil mencoba mengangkat badan Deo.

__ADS_1


“ok ok” kata Deo yang bangun dari kasurnya dengan setengah sadar.


Deo berjalan kekamar mandi dan mandi lalu setelah semua selesai mereka pun memanggil taksi dan saat perjalanan mereka berhenti disebuah kafe untuk sarapan setelah selesai sarapan Deo dan Mira langsung menuju bandara.


Mereka pun naik pespawat dan pulang saat tiba dibandara dia melihat kakeknya dan beserta anak buahnya memegang spanduk bertuliskan namanya Mira seketika menutupi wajahnya karena malu. Kakeknya terus memanggilnya dengan keras sambil mengangkat papan nama.


“MIRA MIRA KAKEK DISINI CUCUKU AKHIRNYA PULANG HUHUHUHU” teriak kakeknya Mira dengan keras.


“ ra kakekmu masih tetap sama ya sangat mengyayangimu” ejek Deo sambil menahan tawa.


“DIAM” balas Mira malu.


Mira pun segera menghampiri kakeknya bersama Deo saat Mira menghampiri kakeknya. Kakeknya langsung memeluk Mira dengan erat “ apakah kau baik baik saja nak?” tanyaa kakeknya seolah olah tahu apa yang terjadi. Mendengar pertanyaan kakeknya Mira tercengang matanya pun berair tapi segera ia mengelap matanya yang berair itu.


“ aku baik baik saja kakek” jawab Mira sambil membalas pelukan erat kakekny itu. Mendengar jawaban Mira kakeknya tahu bahwa Mira mencoba menyembunyikan kesedihannya sendirian tapi kakeknya tidak mau mendesak Mira untuk membagi kesedihannya. “ baiklah ayo kita pulang nak kakek akan memasakan makanan kesukaanmu” kata kakek Mira sambil mengandeng tangan Mira. “baiklah kakek” jawab Mira sambil tersenyum menyembunyikan kesedihannya.


Saat sudah sampai di villa pribadinya Mira naik kekamarnya untuk gannti baju disisi lain Deo sedang bersama kakeknya. Kakeknya menatap Deo dengan wajah seramnya yang membuat Deo tegang.


“BERLUTUT” ucap kakek Mira dengan keras seketika membuat Deo segera berlutut.


“apa kau yang sedang dekat dengan cucuku bahkan berani mengajaknya berlibur selama sebulan berdua?” tanya kakeknya Mira dengan wajah suram kepada Deo.


“emm benar kakek” jawab Deo gugu.


“emm iya kakek eh maksudnya tuan besar Flores” kata Deo sambil berlutut.


“kau tau tuan besar Flores?” tanya kakeknya Mira.


“iya ka.. maksudnya tuan besar” jawab Deo bercucuran keringat.


“emm berarti kau mengincar keduduka dan harta Mira sajakan” ucap kakeknya Mira penuh emosi.


“apa kak.. tuan besar tentu saja tidak keluargaku juga udah kaya” kata Deo dengan cepat takut ke-salah paham semakin dalam.


“ PERGILAH” ucap kakeknya Mira.


Seketika Deo langsung bergegas mengambil barang barangnya dan naik kekamarnya saat Deo sudah naik keatas kakeknya Mira masuk kedapur dan siap memasak untuk Mira satu jam kemudian semua masakan kakeknya Mira sudah siap dan kebetulan Mira juga sudah turun.


“emm wangi banget masakan kakek wangi banget” puji Mira.


“hehehehe tidak seberapa lah” kata kakek Mira malu dipuji cucunya.

__ADS_1


Lalu Mira duduk dimeja dan mulai makan “ emmm enak bange kakek bahkan koki kelas atas saja kalah” puji Mira lagi. “kalau begitu makanlah lagi makan lah yang banyak” ucap kakek Mira sambil menyodorkan makanan lagi kepada Mira. Mira pun makan dengan lahap.


“ kakek ayo makan bersama juga” kata Mira sambil menyuapi kakeknya itu. “ baiklah” jawab kakeknya mereka makan bersama saat melihat Mira kakeknya teringat akan Mira yang masih kecil yang selalu mengajaknya makan bersama dan menyuapinya ia juga teringat akan putrinya yang selalu menyuruhnya berhenti merokok jangan terlalu banyak minuman berakhol dan juga harus jaga kesehatanya dengan baik.


Kakeknya Mira meneteskan air mata tanpa sadar “ kakek kenapa menangis?”tanya Mira sambil mengahapus air mata kakeknya. “ tidak apa apa nak aku hanya merindukan ibunya saja” jawab kakek seddikit sendu. Mendengar jawaban kakeknya Mira juga mulai meneteakan air matanya “aku juga rindu kepada ibu kakek” ucap Mira dan tidak menahan air matanya. Kakeknya langsung memeluknya dengan erat mereka saling menguatkan.


“keluarkan semua kesedihanmu nak ceritakan semua kepada kakek nak” ucap kakek.


Mira terus menangis “kenapa kek kenapa mama ninggalin aku cepat banget” “emang aku pengecut banget gak bisa lindungi mama” “aku anak durhaka yang belum bisa ngebahagiakan mama aku anak gak berguna” ucap Mira sambil terus menangis.


Kakeknya yang melihat hatinya sangat sakit seperti tertusuk dengan ribuan jarum hatinya sangat sakit tetapi ia tidak bisa melakukan apa apa karena luka yang dirasakan cucunya sudah terlalu dalam dan sulit disembuhkan simpul hatinya sangat sulit dilepaskan. “kakek aku sangat gagal melindunngi mama hingga ayah memukulnya dulu demi wanita simpanannya tetapi mama selalu mengatakan itu karena ia ceroboh dan terjatuh” “padahal aku tau bahwa itu perbuatan ayah tapi aku tidak bisa melakukan apa apa aku benar benar tidak berguna” ucap Mira sambil terisak isak.


“tidak nak itu bukan salahmu itu salah ku kenapa aku mengizinkan ibumu untuk menikahi ayahmu” ucap kakeknya Mira penuh rasa bersalah dan penyesalan.


“kakek aku merindukan mama kau sangat merindukannya” ucap Mira lagi.


“aku ingin tumbuh seperti anak lainya tapi kenapa sangat sulit” ucap Mira


“jika kau tidak bisa tumbuh seperti anak lainnya setidaknya ayah tidak mengambil mama dari ku” lanjut Mira.


“kakek tau sayang kakek tau penderitaanmu tapi kakekmu ini tidak berguna karena tidak bisa menyelamtkan mu dan ibumu tepat waktu” kata kakeknya sambil menangis dalam diam.


“jika ayah sudah menyesal apa mama bisa kembali?” tanya Mira.


“kenapa semua orang menyuruh melupakan masa lalu dan memaafkan ayah?” tanya Mira.


“ aku masih ingat saat ayah memukul ibu” ucap Mira dengan penuh kebencian.


KILAS BALIK


“PLAK”


“BERANINYA KAU WANITA ****** MENYAKITI RINI APA MAKSUDMU?” tanya ayah Mira penuh marah.


“AKU TUH ISTRI KAMU KALO KAMU MAU SELINGKUH YA GAK USAH DIBAWA PULANG JANGAN MEMBUAT MASA KECIL MIRA MENJADI KENANGAN YANG BURUK” jawab ibunya Mira.


“PLAK”


“MASIH BERANI MENJAWAB HAH” ayahnya Mira sambil memukul ibunya Mira hingga pingsan.


Saat ibunya Mira pingsan ayahnya Mira menyuruh pelayan untuk mengurung ibunya Mira dikamar dan biarkan dia keluar kemudian dia pergi mencari selingkuhannya itu Mira yang melihat itu dari lantai atas ia menatap ayahnya dengan tatapan dinbgin yang penuh kebencian dan amarah yang meledak ledak.

__ADS_1


Ia berjanji l]kepada dirinya sendiri ia akan membuat ayahnya dan selingkuhan dan anaknya itu membayar semua perbuatan mereka sejak saat itu Mira selalu waspada dan nyusun rncan dengan memanfaatkan kekuasan yang ada ditanganya untuk membalas selingkuhan ayahnya itu.


__ADS_2