
“kalian menetap disini selama seminggu” ucap Veer tak percaya “ya jika kau ingin cucuku memaafkan mu “ ucap kakeknya Mira “Mira kau mau memaafkan aku” ucap Veer tak percaya Mira tidak menjawab Veer pun mengerti bahwa Mira masih belum bisa memaafkannya sepenuhnya dan pemuda itu tidak bisa berhenti menatap Mira gadis yang disampingnya pun cemburu karena pemuda itu terus menatap Mira.
Lalu Veer pun mengenalkan pemuda itu kepada semua orang “oh ini perkenalkan namanya marcus dia anak yang baik selama ini dia lah yang membantuku” ucap Veer lalu pemuda itu pun menyapa semua orang dengan ramah “halo semuanya” sapa pemuda itu Veer pun mengenalkan pemuda itu kepada semua orang “marcus ini kakeknya Mira putriku ini putriku Mira ini sahabat terbaikku sekaligus akan menjadi besanku dan inii Deo calon menantuku” Veer memperkenalkan keluarganya kepada pemuda itu.
Saat pemuda itu mendengar panggilan Veer yang memanggil Deo calon menantu pemuda itu sangat cemburu ia juga merasa kesal tetapi ia mencoba menahannnya dan menyembunyikan perasaannya lalu saat mereka sedang mengobrol kepala pelayan datang dengan membawa para pekerja “ nona apakah kami sudah bisa mulai bekerja?” tanya kepala pelayan kepada Mira tapi Mira malah tampak kebingungan.
Kakeknya pun yang menjawab “mulai kerjakan bangunkan dua kamar satu kamar Mira dan satu kamar ku dengan Deo” jawab kakeknya Mira sambil melirik kearah Deo seketika semua orang menatap Deo “apa aku tidak melakukan apa apa” ucap Deo dengan wajah tidak bersalah mendengar pembelaan Deo kakeknya Mira kesal “heng kau bocah ingusan jangan mengelak kau sering menyelinap kekamar cucuku saat dia sedang tertidur” ucap kakek Mira kesal.
Mendengar perkataan kakeknya Mira semua orang menatap Deo dengan tatapan tajam dan seolah akan menghajarnya “DEO ternyata kau sangat berani ya” ucap ayahnya Deo “tuan muda anda benar benar berani” ucap kepala pelayan dengan tatapan ingin memukul Deo.
Deo menatap kearah Mira dan Mira pura pura tidak melihat ayahnya Mira juga menjadi kesal mendengar perkataan kakeknya Mira “Deo aku berfikir kau anak baik ternyata anak nakal ya” ucap ayahnya Mira dengan sinis Deo pun mencoba meminta pertolongan dari Mira Deo bercucuran keringat karena semua orang menatapnya seolah akan memukulnya.
“ra tolong aku” Deo meminta pertolongan Mira dan akhirnya Mira pun buka suara “sudahlah kembali bekerja semuanya Deo juga tidak akan berani macam macam jadi kalian tenang aja” ucap Mira mendengar perkataan Mira semua orang tidak bisa berkutik mendengar perkataan Mira lalu semuanya kembali keaktibvitasnya masing masing.
Kepala pelayan memasak untuk semua orang dan mereka makan bersama disatu meja pemuda itu juga ikut diajak makan dan gadis itu juga kakek Mira mengambilkan makanan kesukaan Mira semua orang menaruh perhatiannya kepada Mira dan Mira juga membalas perhatian mereka Mira memberikan sayur yang tidak ingin dimakan kepada Deo.
__ADS_1
Gadis itu pun melihat Mira yang sangat pilih pilih makanan dan ia punn membuka suara “ nona kenapa anda memberikan makanan sisa anda kepada tunangan anda?” tanya gadis itu yang melihat Mira yang terus memberikan makanan nya kepada Deo semua orang seketika menatap gadis itu dan baru menyadari keberadaannya.
“siapa gadis ini?” tanya kakeknya Mira “oh ini teman saya tuan” jawab pemuda itu dengan cepat mendengar jawaban pemuda itu membuat hati gadis itu sakit padahal ia kekasihnya tetapi malah diperkenalkan sebagai teman “Mira memang pilih pilih makanan sejak kecil” ucap ayahnya Deo “iya dan setiap makanan yang tidak ingin dia makan ia pasti akan memberikannya kepaa ku” sambung Deo.
“oh iya iya maafkan teman ku ini” ucap pemuda itu malu lalu mereka lanjut makan setelah selesai makan ayahnya Veer dan ayahnya Deo mencuci piring dan membereskan meja dan kepala pelayan pergi melihat pembangunan kamar Mira dan kakeknya apakah sudah siap atau belum sedangkan Mira pergi keluar rumah bersama Deo untuk menghirup udara segar.
saat Mira sedang berada diluar menghirup udara segar pemuda itu berusaha menarik perhatian Mira dan mengabaikan gadis yang ia bawa tadi.
ia mulai memberi makan ayam dan bebek milik ayahnya Mira dan menyiram tanaman yang ditanam oleh ayahnya Mira tetapi Mira masih tidak menatapnya.
gadis itu pun mendekati Mira dan meminta maaf atas kejadian saat makan siang bersama tadi "nona maafkan perkataan saya tadi" ucap gadis itu "oh tidak masalah" jawab Mira singkat.
lalu suasana menjadi canggung karena Mira tidak melanjutkan percakapan mereka dan juga hanya menjawab dengan singkat saja gadis itu pun merasa malu dan canggung.
tetapi kemudian Deo datang dan membawakan semangka dingin yang sudah dipotong dengan cantik dan rapi "ra makan semangka nya dulu nih " ucap Deo sambil memberikan semangkanya kepada Mira.
__ADS_1
"ih cantik banget semangkanya" ucap Mira lalu mengambil satu semangkanya dan memakannya " iya dong" balas Deo " siapa yang potong nih?" tanya Mira "aku lah siapa lagi" jawab Deo bangga.
Mira pun menjadi gemas melihat tingkah Deo yang mengemas itu mereka pun duduk dan makan semangka bersama Mira juga mengajak gadis itu untuk makan semangka bersama.
tetapi pemuda itu datang dan ingin membawa gadis itu pulang " nona saya harus mengantarkan teman saya pulang sebelum malam nona" ucap pemuda itu "oh baiklah" jawab Mira lalu lanjut memakan semangkanya.
lalu pemuda itu menarik tangan gadis itu dan dan mengantarkannya pulang kerumahnya dan saat ditengah perjalanan gadis itu melepaskan pegangan pemuda itu.
"KENAPA?" tanya gadis itu dengan nada tinggi pemuda itu pun kebingungan mendengar pertanyaan gadis itu " apanya?" tanya pemuda itu balik dengan wajah kebingungan.
"kenapa kamu terus menatap putri paman Sekar dan berusaha menarik perhatiannya" jawab gadis itu " kenapa kamu mengatakan mengatakan kita hanya teman?" tanya gadis itu mendengar pertanyaan gadis itu pemuda itu tidak menjawab dan hanya terdiam.
melihat pemuda itu tidak menjawab gadis itu pun bertanya lagi kepada pemuda itu "apakah kau menyukai putri paman Sekar?" tanya gadis itu dengan senyum pahit pemuda itu terdiam sejenak dengan pertanyaan gadis itu.
"iya aku sudah menyukai putri paman Sekar sejak lama" jawab pemuda itu mendengar jawaban pemuda itu hati gadis itu hancur ia menangis "maaf aku tidak bermaksud menyakitimu" ucap pemuda itu merasa bersalah.
__ADS_1
gadis itu hanya tersenyum pahit mendengar permintaan maaf pemuda itu " heng walaupun kau menyukainya dia tidak mungkin menyukai pria desa sepertimu " ucap gadis itu sambil tersenyum mengejek.