Penghianatan

Penghianatan
Episode 31


__ADS_3

Lalu berbalik kearah Mira dan menatap mata Mira dengan dalam “sekarang apa?” tanya Deo yang sedang kesal karena melihat Mira yang berdansa dengan pria lain “baiklah Deo aku berdansa dengan ceo Aslan karena permintaannya jadi aku tidak bisa menolaknya” Mira mencoba menjelaskan. Setelah mendengar cerita Mira Deo pun menjadi kesal “beraninya dia memperdaya tuan putri ku” guman Deo dalam hati dengan kesal.


Kemudian lift sudah sampai dilantai parkir bawah tanah Mira pun keluar dari lift dan berbalik kepada Deo “tuan muda Florensis aku memilki hadiah untukmu tetapi jika aku sampai rumah duluan maka hadiahnya hangus” ucap Mira sambil tersenyum menggoda Deo lalu berjalan pergi dengan cepat meninggalkan Deo sendiri yang terpaku diluar lift.


Saat Mira mengatakan akan memberi hadiah kepadanya sambil tersenyum menggoda begitu pikiran Deo langsung menuju hal yang berbau negatif “Mira mau ngasih apa ya sampe pakek senyum menggoda gitu" guman Deo dalam hati ia pun berjalan dengan cepat keparkiran dan langsung


mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi saat mengemudi ia terus membayang Mira yang sedang cosplay jadi suster yang seksi atau pakaian guru yang seksi atau bisa juga memakai pakaian pelayan atau telinga kucing yang imut ia terus memikirkan hal itu sampai wajahnya semerah tomat dan Deo hampir ngiler.


Saat sampai di kediaman Sekar dan masuk dengan terburu buru kakeknya Mira yang sedang kumpul diruang tamu bersama kepala pelayan dan pelayan lainnya yang sedang menonton flim aksi pun heran kenapa Deo terlihat begitu terburu buru “kau mau kemana?” tanya kakeknya Mira sambil makan kuaci “oh apa Mira sudah pulang kakek?” Deo tanya balik “sudah cucuku sudah pulang dari tadii” jawab kakeknya Mira.


Lalu Deo berjalan keatas menuju kamar Mira dengan kecewa karena Mira sampai duluan maka suster seksi dan pelayan kucingnya yang manis sudah hilang ia pun berdiri didepan kamar Mira dengan lesu ia pun mengetuk pintu kamar Mira dengan lemas “TOK……TOK…….TOK” tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar jadi ia pun masuk saja.


Deo membuka pintu kamar Mira perlahan dan melihat Mira yang sudah tertiidur dengan posisi tidur yang begitu menggoda sampai Deo menelan ludah tetapi ia tidak mau menggangu Mira yang sedang tertidur ia pun mencoba mencoba menahan nafsunya ia menyelimuti Mira yang sedang tertidur dengan posisi yang begitu menggoda dan memakai baju haram.

__ADS_1


“emm ra lu mau nyiksa gue ya” guman Deo dalam hati kalau tau gini gue harus lebih cepet tadi” guman Deo dalam hati lalu ia menyelimuti Mira dengan hati hati agar tidak membangunkan Mira dan saat Deo ingin berjalan Mira menahan tangan Deo tanpa sadar “mama jangan tinggalkan aku hiks hiks” Mira mengingau dan terus memanggil ibunya sambil menangis.


Deo pun menghapus air mata Mira dengan lembut lalu duduk disebelah Mira tetapi karena Mira tidak melepaskannya juga jadi akhirnya Deo pun berbaring disamping Mira dan memeluk Mira lalu tertidur pulas “sudahlah ini kau yang tidak mau lepaskan aku ya kucing liar” guman Deo pelan lalu tertidur pulas karena kelelahan.


Keesokan paginya saat Mira bangun ia melihat Deo yang tidur disampingnya Mira tersenyum manis lalu perlahan lahan turun dari tempat tidur dan keluar kamar dan turun kebawah “selamat pagi kakek” sapa Mira “pagi cucuku” balas kakeknya Mira. Mira berjalan menuju meja makan dan sarapan bersama kakeknya.


“bagaimana tidurmu cucuku?” tanya kakeknya Mira sambil menikmati teh manis panasnya “baik kek” jawab Mira sambil memakan rotinya “ bagaimana pekerjaanmu akhir akhir ini?” tanya kakek Mira lagi “baik baik saja semua” jawab Mira lagi lalu mereka makan sarapan dan terus lanjut mengobrol Mira menceritakan tentang pekerjaanya dan kakek mendengarnya dan sesekali memberikan saran.


Setelah sarapan bersama kakeknya Mira kembali kekamar dan melihat Deo yang sudah tidak ada “mungkin udah balik kekamarnya ya kali” guman Mira pelan lalu Mira Mira berjalan menuju taman.


“ZERO” panggil Mira dengan keras zero pun langsung berlari kepelukan Mira ia mejilat jilat pipi Mira dengan senang Mira pun mencium zero dan menemaninnya bermain lempar tangkap “ZERO TANGKAP” ucap Mira lalu zero berlari kencang dan pergi menanggap mainan yang dilempar Mira.


Setelah mengambilnya ia memberikan mainan itu kepada Mira lalu Mira akan melempar mainan itu kembali lalu saat Mira sedang asik bermain dengan zero Deo tiba tiba datang dan memanggil Mira “ra disini kamu rupanya” ucap Deo mendengar suara Deo Mira pun segera membalikan badannya.

__ADS_1



“apa?” tanya Mira kebingungan Deo pun berjalan mendekat kearah Mira “apa maksud elu semalam?” tanya Deo “maksud apa?” tanya Mira balik kebingungan “hadiah gue” jawab Deo “oh tapi kan lu telat jadi hangus” ucap Mira mengejek Deo pun tidak bisa berkata kata karena memang ia kalah dan Mira yang duluan sampai.


“emm ok tapi kan bisa kasih tau gue apa hadiahnya” ucap Deo penasara “gak bisa” jawab Mira dengan cepat “apa kenapa?”tanya Deo kecewa “ya karena gak bisa” ucap Mira lalu pergi meninggalkan Deo dan lanjut bermain dengan zero Deo yang melihat Mira yang sudah berjalan pergi tidak bisa berbuat apa apa lagi kepada Mira.


“gue memang gak bisa lawan lu ya ra” guman Deo pelan Deo melihat Mira sedang bermain bersama zero dengan bahagia ia pun tersenyum lebar dan tertawa kecil juga melihat tingakh Mira yang seperti anak anak saat bermain dengan zero “manis banget pacar gue” guman Deo sambil tersenyum.


Mira pun mengajak Deo untuk bermain bersama zero " de ayo main bareng" ajak Mira " ok aku datang" jawab Deo sambil berlari kearah Mira dan zero.


Deo pun mengelus kepala zero tetapi zero ingin menggigit nya untuk Deo cepat menghindar "zero jangan nakal sayang" ucap Mira sambil mengelus kepala zero " jangan gigit Deo ya dia cuman mau ikut main" ucap Mira kepada zero.


zero yang seolah olah mengerti ucapan Mira pun menunduk kepalanya dihadapan Deo sebagai permintaan maaf Deo yang melihat tingkah zero merasa zero sangat gemas.

__ADS_1


Deo pun kembali mencoba menyentuh kepala zero dan mengelus nya dengan lembut dan ternyata zero menerimanya dan memberikan dia mengelus kepalanya.


"pinter zero" puji Mira "iya pinter banget" lanjut Deo sambil mengelus lembut kepala zero, zero juga mengajak Deo untuk bermain bersamanya.


__ADS_2